Poptren.suara.com – Lato – lato sedang menjadi permainan yang viral dan sedang banyak dimainkan oleh anak-anak.
Tak hanya anak-anak saja, banyak orang dewasa juga penasaran dengan permainan ini.
Permainan ini bisa menjadi alternatif untuk para anak-anak, agar tak selalu menggunakan gadget disela waktu senggangnya.
Namun, yang perlu diperhatikan oleh orangtua, ternyata permainan ini harus mendapat pengawasan bagi anak-anak yang masih kecil.
Memantulkan bola yang satu dengan yang lainnya, bisa membuat tangan kita terkena pantulan bolanya.
Ada beberapa sekolah yang melarang anak muridnya membawa permainan ini ke dalam sekolah.
Iyut Shakina salah satu akun TikTok yang mengunggah video yang memperlihatkan ‘dampak’ dari bermain lato-lato.
Dalam video tersebut sang pemilik akun memberikan keterangan “Tuh lato tuh lato tuh latooo ini tuh gara2 di cipok latoo”
Terlihat seorang anak, perkiraan anak SD (Sekolah Dasar) menggunakan baju bermain, dengan kondisi mata lebam seperti dipukul orang dewasa.
Baca Juga: Dikabarkan Akan Dilaporkan ke Polisi, Denny Sumargo Malah Berubah Jadi 'Alim'
Mata yang lebam tak terbuka dan ada memar besar di ujung dahinya anak tersebut.
Melihat video tersebut, banyak netizen yang menanyakan kapok atau tidaknya anak tersebut bermain lato-lato kembali.
“Masih mau main latto latto lagi” tanya Nbilaa.
Meski pun sudah memiliki benjolan besar ke matanya, anak laki-laki tersebut seakan tak kapok bermain lato-lato lagi.
Iyut memberikan video anak laki-laki tersebut kembali memainkan lato-lato dengan riang gembira bersama temannya.
Banyak juga pro dan kontra dari luka akibat lato-lato ini, ada menanyakan kapok atau tidaknya dan ada juga yang tak percaya luka tersebut karena permainan tersebut.
"kagak trauma apa" ? tulis salah satu netizen
"gara2 jatoh itu bukan karena lato lato" ucap salah warganet
"sepeti nya bukan karena lato lato deh masa samapi begitu itu mah kaya bekas jatoh" ujar netizen
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 5 Rekomendasi Sepeda Lipat di Bawah 5 Juta yang Ringan dan Stylish, Mobilitas Semakin Nyaman
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
GBLA Membara! Persib Bandung Pesta 5 Gol Tanpa Balas, Madura United Tak Berdaya
-
Kabar Gembira! Pemkab Bogor Gelar Pangan Murah di Cibinong, Harga di Bawah Pasar
-
Ramadan Jadi Momentum Refleksi Finansial, Nanovest Ajak Investor Susun Portofolio Sehat
-
Jadwal Imsak Kota Malang 27 Februari 2026, Jangan Lupa Shalat Jumat!
-
Lapis Hukum Ganda Menanti Ibu Tiri TR: Setelah Pidana, Disusul Administrasi Kepegawaian Kemenag
-
Ricuh di Musi Rawas! Kantor Lurah Pasar Muara Beliti Diserbu Warga, Ini Pemicunya
-
Comeback dari Cedera Panjang, Ini Komentar Bek PSIM Yogyakarta Asal Belanda
-
Pemuda 18 Tahun Perkosa Penyandang Disabilitas di Lamongan, Kenalan Lewat Instagram
-
Menjual Keranda di Malam Ganjil
-
Pohon Tumbang Tutup Jalan Malang-Kediri, BPBD Gerak Cepat