Poptren.suara.com - Ukuran penis sering kali dianggap sebagai barometer kejantanan seorang pria. Tak heran jika banyak pria mencari berbagai cara untuk memperbesar penis mereka. Selain berhubungan dengan rasa percaya diri, tentunya juga kepuasan seks.
Meski sebenarnya, ukuran penis tidak bisa dijadikan tolok ukur kepuasan pasangan di ranjang.
Bicara soal ukuran Mr. P, konon katanya penis akan mengecil saat pria memasuki usia 40 tahun! Ini bisa jadi merupakan salah satu ketakutan terbesar para pria.
Namun, apakah pernyataan tersebut benar atau sekadar mitos? Mari kita bahas di bawah ini.
Penyebab Ukuran Penis Mengecil di Usia 40 Tahun
Seiring bertambahnya usia, akan terjadi berbagai perubahan pada tubuh. Tak terkecuali penis.
Memasuki usia 40 tahun, testis memang akan menghasilkan lebih sedikit hormon testosteron. Sementara selama masa pubertas, hormon ini meningkat secara signifikan.
Perlu diketahui bahwa hormon testosteron berperan untuk mengatur kesuburan, merangsang perkembangan sperma, dan distribusi lemak.
Menurunnya produksi hormon testosteron saat usia 40-an tahun dapat mengubah ukuran, bentuk, hingga fungsi penis. Misalnya, jadi lebih mengecil.
Baca Juga: Didukung Jokowi Nyapres, Harta Kekayaan Yusril Ihza Mahendra Sudah 15 Tahun Belum Dilaporkan
Selain faktor testosteron, penyusutan penis saat memasuki usia 40 tahun bisa juga dikarenakan berkurangnya aliran darah dan hilangnya sel otot polos di penis.
Kapan Perlu ke Dokter?
Kamu mungkin bertanya-tanya, apakah kondisi penis yang mengecil seiring bertambahnya usia perlu dikhawatirkan?
Pada sebagian besar kasus, perubahan tersebut tergolong normal dan tidak membutuhkan penanganan medis.
Artinya, bila ukuran Mr. P yang mengecil tidak memengaruhi fungsi penis, maka kamu tidak perlu terlalu khawatir.
Namun, jika disertai dengan perubahan dorongan seks yang tiba-tiba, rasa sakit yang tajam ketika buang air kecil atau ereksi, atau adanya ruam pada penis, kamu perlu berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter.
Sebab bisa jadi, ada kondisi medis lain yang mendasari seperti infeksi, batu ginjal, priapismus, atau lainnya.
Jika memang terdapat penyakit yang mendasari, dokter akan mengatasi berdasarkan penyebabnya. Beberapa penanganan yang umum dilakukan meliputi pemberian obat, latihan Kegel, pembedahan, dan sebagainya.
Sumber: WebMD, Healthline, Medical News Today
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Polisi Ungkap Plot Twist Kasus Jesslyn Wijaya, Dugaan Penculikan Terpatahkan
-
IHSG Diproyeksi Menguat Besok, Ini Saham yang Bisa Dipantau
-
Produk RI Makin Dilirik Asing, UMKM Perak Lokal Tembus Tiga Negara
-
Lowongan 94 Nakes di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, Rekrutmen Dibuka Agustus
-
BNI Wujudkan Mimpi Pasangan Miliki Rumah Pertama Setelah 14 Tahun Menikah
-
Kevin Hardino dan Rachel Kesyah Aurellia Terpilih Jadi Bujang Gadis Palembang 2026
-
BNI Perkuat Akses Hunian Masyarakat Lewat Akad Massal 62.710 KPR Rumah Subsidi
-
Leo/Daniel Jadikan Gelar Juara Taipei Open 2026 Sebagai Kado Ultah
-
Anak Petani Banyumas Raih Predikat Lulusan Terbaik IPDN, Presiden Sematkan Tanda Pangkat
-
Gantung Sepatu Demi Keluarga, Eks Sprinter Asian Games Comeback di Lintasan Aspal