Tahukah kamu bahwa penis ternyata bisa patah? Walaupun tidak bertulang, penis dapat mengalami retak atau patah.
Penis patah, atau istilah kedokterannya fraktur penis, sebenarnya jarang terjadi. Namun, tetap penting bagi pria untuk waspada. Apalagi kondisi ini lebih sering dialami oleh pria yang usianya lebih muda.
Lalu, apa saja tanda dan gejala penis patah? Apa penyebab serta bagaimana cara mengatasinya?
Tanda dan Gejala Penis Patah
Penis yang patah bisa terasa sangat nyeri. Selain itu, tanda dan gejala penis patah meliputi:
-Bengkak pada penis
-Penis tampak bengkok
-Terdengar suara retak
-Tiba-tiba kehilangan ereksi
-Perubahan warna pada batang penis
-Sulit buang air kecil
-Darah mengalir dari penis
Penyebab Penis Patah
Ada berbagai hal yang bisa menyebabkan terjadinya penis patah, seperti:
1. Aktivitas Seksual
Sebagian besar kasus penis patah terjadi saat sedang berhubungan seksual. Menurut sebuah penelitian, posisi seks yang paling rentan memicu fraktur penis adalah woman on top (wanita berada di atas). Yang kedua adalah doggy style (penetrasi dari belakang).
Baca Juga: Tetap Semangat saat Hiatus, Haechan NCT Pastikan Ia Akan Segera Kembali
2. Masturbasi
Berhati-hatilah saat melakukan masturbasi. Pasalnya, masturbasi yang terlalu agresif bisa membuat penis cedera, bahkan patah.
3. Kecelakaan
Trauma seperti jatuh atau kecelakaan juga dapat berdampak pada penis, sehingga bisa membuatnya retak atau patah.
Untuk mencegah terjadinya patah pada penis, jangan pernah dengan sengaja menekuk penismu yang sedang ereksi. Lakukan juga aktivitas seksual dengan hati-hati.
Jika kamu merasa mengalami penis patah, segeralah untuk ke dokter. Dokter akan melakukan beberapa tes untuk mendiagnosisnya, seperti pemeriksaan fisik, ultrasound, magnetic resonance imaging (MRI), dan lainnya.
Sebagian besar kondisi penis patah dapat ditangani dengan cara pembedahan. Dokter akan menjahit robekan pada tunica albuginea dan melihat cedera di bagian lainnya, misalnya uretra.
Apabila fraktur penis tidak tertangani dengan baik, hal tersebut dapat membuat penis rusak secara permanen. Selain itu, bisa saja kamu akan kesulitan untuk ereksi atau disebut juga disfungsi ereksi, atau mengalami masalah pada fungsi urinaria.
Berita Terkait
Terpopuler
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- Update Posisi Hilal Jelang Idulfitri, Ini Prediksi Lebaran 2026 Pemerintah dan NU
Pilihan
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
Terkini
-
Bolehkah Wanita Haid Ziarah Kubur dan Membaca Yasin? Ini Hukumnya
-
Apakah Puasa Syawal Harus Berturut-Turu atau Boleh Diselingi? Ini Penjelasan Lengkapnya
-
Waduh, Lupa Bayar Zakat Fitrah Setelah Sholat Idulfitri? Ini Hukum dan Cara Mengatasinya
-
Manajer Ungkap Detik-Detik Pertemuan Denada dan Ressa Rizky Rossano, Usai 24 Tahun Terpisah
-
5 Tips Aman Makan Makanan Bersantan saat Lebaran agar Tetap Sehat
-
BTS Kuasai Chart Melon Top 100, Album ARIRANG Tembus 3,98 Juta Penjualan
-
Berani! Tolak Mentah-mentah Permintaan AS, Sri Lanka Diam-diam Bantu 32 Awak Kapal Iran
-
Review Motorola Razr 60: HP Lipat Murah dengan Konsep Unik
-
Lebaran di Markas PDIP: Megawati Jamu Dubes Palestina hingga Rusia, Ini yang Jadi Bahasan
-
Review Saksi Mata: Saat Fiksi Bicara Tentang Kebenaran yang Dibungkam