Poptren.suara.com - Salah satu penyakit yang sering dirasakan orang Indonesia adalah rematik. Rematik apa sih ? Rematik adalah rasa sakit yang timbul akibat otot atau persendian yang mengalami radang dan pembengkakan. Penyakit tersebut juga bisa menyerang bagian sendi tubuh mana saja. Tidak hanya itu, jenis rematik pun beragam.
Umunnya rematik disembuhkan dengan mengonsumsi obat dokter. Padahal, ada cara tradisional yang dipercaya bisa membantu meredakan sakit rematik. Salah satunya adalah memanfaatkan bumbu-bumbu dapur yang ada di rumah. Dengan harga yang cukup terjangkau dan mudah dijumpai, tidak heran rempah-rempah menjadi obat tradisional yang banyak digemari, terutama orang lanjut usia dengan "koleksi" penyakit dalam tubuhnya.
Ternyata, tidak hanya sekedar bumbu dapur, ada manfaat lain yang bisa didapat dari rempah-rempah Indonesia, dilihat dari sudut pandang kesehatan. Dikutip dari beberapa laman kesehatan, deretan bumbu dapur yang bisa menjadi obat tradisional untuk meredakan rematik diantaranya :
1. Jahe
Memiliki kemampuan menghangatkan tubuh menjadi nilai tambah tersendiri bagi orang Indonesia. Jahe dengan sifatnya yang antiinflamasi menjadikannya sering dimanfaatkan untuk redakan rematik. Bahkan jahe diakui oleh dunia medis sebagai obat rematik alami.
2. Bawang putih
Diketahui bawang putih mengandung diallyl disulfide atau senyawa antiinflamasi yang membatasi efek sitokin proinflamasi, dimana nyeri sendi akibat rematik dapat ditangani.
3. Kunyit
Kunyit mengandung curcumin yang terbukti mampu mengurangi peradangan dalam tubuh sehingga nyeri sendi akibat rematik bisa diobati.
Baca Juga: Resep Tahu Telur Bumbu Petis, Enak dan Khas
4. Cengkeh
Ternyata cengkeh juga bersifat antiinflamasi. Padahal cengkeh umumnya sering dijadikan tambahan dalam minuman teh. Tida hanya rematik, sejumlah penyakit seperti sakit perut, mual, radang mulut dan tenggorokan bisa diobati dengan cengkeh.
5. Cabe rawit
Setiap cabe didalamnya mengandung senyawa alami bernama capsaicinoids, yang membuatnya masuk dalam daftar obat rematik alami. Tidak hanya itu, cabe juga sering dijadikan obat alami untuk masalah pencernaan. Tidak heran ada istilah kecil-kecil cabe rawit. Walaupun kecil, namun berefek besar usir penyakit.
6. Kayu manis
Secara umum kayu manis dikenal sebagai pemanis kue. dalam dunia medis, kayu manis populer dengan sifat antiinflamasinya. Tidak heran kayu manis menjadi obat rematik alami. Tidak jarang rematik menyebabkan pembengkakan, dan kayu manis dipercaya bisa meredakan pembengkakan tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
Terkini
-
Lee Min Ki dan Hyungwon MONSTA X Jadi Malaikat Maut di Drama Fantasi Baru
-
3 HP Baru Xiaomi Segera Rilis, Bawa Kamera Leica dan Baterai Jumbo
-
Pagi Mencekam: Kebakaran Melanda Gedung Pelayanan Jantung RSUD dr Soetomo
-
55 Kode Redeem FF Max Terbaru 15 Mei 2026: Klaim Sky Effect, Incubator, dan Skin Eclipse
-
Masalah Keluarga, Adik Hujamkan Pisau Garpu ke Kakak Kandung dan Istri di Tanggamus
-
Kontribusi PDB Tembus Rp 8.573 T, Kenapa Setoran Pajak UMKM Masih Kecil?
-
Harga Emas Antam Anjlok Hari Ini, Dibanderol Rp 2.819.000/Gram
-
Aktivitas Selat Hormuz Masih Seret, Harga Minyak Brent Tembus 106 Dolar AS
-
Gus Miftah Masuk Radar Pemimpin Masa Depan PBNU
-
Membaca Peluang di Tengah Ketidakpastian, Properti Tetap Jadi Instrumen Investasi Paling Relevan