Poptren.suara.com - Dalam dunia sneakers harga ritel dan risel bukan suatu hal umum bagi para sneakerhead, di mana harga ritel merupakan harga asli dari pabrik sneakers, sedangkan harga risel merupakan harga yang dijual oleh seller lebih tinggi dibandingkan harga ritel.
Bahkan dalam ruang ritel umum, banyak yang akan mencemooh ide membayar USD300 untuk sepasang sepatu, karena mengetahui bahwa total biaya untuk membuatnya hanya sebesar USD40.
Namun jika kamu menguraikan bisnis di baliknya, masih ada biaya grosir, biaya eceran, pemasaran dan periklanan, biaya distribusi, pengambilan sampel, pengangkutan dan penanganan, biaya overhead.
Jadi, meskipun sepasang sepatu berharga USD40 untuk dibuat dan dijual dengan harga eceran USD300, harga tersebut juga sudah termasuk citra merek, cerita yang telah diselaraskan dengannya, "nilai" produk tersebut bagi merek dan pelanggan.
Elemen-elemen tak berwujud juga membentuk harga dan "nilai" sebuah sepatu. Dan ini hanyalah puncak gunung es dalam arti harga "eceran", semua pertimbangan ini dibuat sebelum sebuah bisnis berpikir untuk mencapai titik impas pada produk tertentu.
Dalam artikel ini akan di bahas faktor yang mempengaruhi mengapa harga risel lebih mahal ketimbang harga ritel.
1. Penawaran dan permintaan
Supply and Demand menjadi faktor utama yang menyebabkan mengapa harga risel lebih mahal daripada harga ritel. Alasannya karena ada permintaan yang lebih tinggi daripada pasokan. Ini bisa terjadi karena barang-barang tersebut terbatas dan sulit ditemukan, atau karena barang-barang yang sangat dicari dan populer.
Sebagai contohnya ada Air Jordan 1 Off-White Chicago yang dirilis pada akhir tahun 2017 dengan harga retail yaitu USD190 atau setara Rp2,6 juta namun karena adanya Supply And Demand harga dari sepatu tersebut melejit mencapai Rp50-80 juta di tangan risel, tergantung ukuran sepatu tersebut.
Baca Juga: Nggak Cuma Pamer Rubicon, Orang Kaya Juga Bisa Pamer Deretan Sepatu Vans Termahal Ini
2. Kelangkaan barang
Barang-barang yang ada pada risel biasanya sudah tidak lagi diproduksi atau dijual secara ritel. Hal ini membuatnya menjadi lebih langka dan sulit didapat, sehingga orang-orang yang benar-benar ingin memiliki barang tersebut akan bersedia membayar harga yang lebih tinggi untuk memilikinya.
3. Tren dan popularitas
Beberapa barang atau merek mungkin menjadi sangat populer dan tren dalam waktu tertentu, dan ketika barang-barang tersebut tidak lagi tersedia di pasar, orang akan bersedia membayar harga yang lebih tinggi untuk memiliki barang tersebut.
4. Biaya tambahan
Penjual risel mungkin menambahkan biaya tambahan untuk membayar biaya pengiriman, biaya penyimpanan, perawatan, atau biaya lain yang terkait dengan mendapatkan barang-barang tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Lee Jun Ho dan Ju Ji Hoon Diincar Bintangi Drakor Baru Berjudul Buy King
-
Panik Diserang Balik Iran, Israel Tiba-tiba Ingat HAM dan Minta Tolong Dunia
-
Starbucks dan Harry Potter Bersatu! Rasakan Keajaiban Bubble Meledak Ala Honeydukes di Menu Baru Ini
-
MPV Keluarga 7 Penumpang Dimodifikasi Jadi 12 Orang saat Mudik Lebaran 2026 , Modal Terpal Saja
-
Kemenhub Ungkap Faktor Utama Penyebab Kecelakaan Saat Arus Balik
-
Mengenal Mere-Exposure Effect: Saat Algoritma Diam-Diam Membentuk Selera Musikmu
-
KAI Daop 6 Yogyakarta Prediksi Puncak Arus Balik Hari Ini, 71 Ribu Penumpang Padati Stasiun
-
Jam 3 Pagi di Layar Prabowo: Melawan Budaya ABS dengan Podcast Kritis
-
Gubernur Khofifah Tutup Rangkaian Riyayan Idul Fitri 1447 H Bersama 250 Pengemudi Ojol
-
Jae Yi's Young In: Reuni Aktor Lee Young Ae dan Yoo Ji Tae Usai 25 Tahun