Poptren.suara.com - Urogymnus Polylepis atau yang dikenal dengan ikan pari air tawar raksasa merupakan jenis spesies ikan pari dalam keluarga Dasyatidae.
Ikan ini ditemukan di sungai- sungai besar dan muara di Asia Tenggara dan Kalimantan, meski secara historis ikan ini mungkin lebih banyak tersebar di Asia Selatan dan Tenggara.
Dinobatkan sebagai ikan air tawar dan ikan pari terbesar di dunia, spesies ini tumbuh hingga 2 meter dengan bobot mencapai 300 kg.
Dilansir dari National Geographic, golongan ikan purba yang tidak banyak berubah selama jutaan tahun ini pernah ditemukan dengan berat mencapai 1.300 pon, meskipun laporan tersebut tidak diverifikasi karena menimbang hewan yang sangat besar dan canggung ini sangat sulit.
Berwarna cokelat hingga abu-abu, ikan pari raksasa memiliki bentuk yang lebar dan pipih seperti piring, serta memiliki ekor yang panjang bak cambuk.
Mereka dikenal berkeliaran di sistem sungai di Thailand, Kamboja, Malaysia, dan Indonesia, dan sering mengubur diri mereka di dasar sungai yang berpasir atau berlumpur. Mereka bernapas melalui lubang, atau spirakel, di bagian atas tubuhnya.
Untuk kebutuhan makanannya, ikan pari raksasa mencari mangsa yang mencakup kerang dan kepiting dengan menggunakan sensor yang terletak di sekitar mulut mereka yang dapat mendeteksi medan listrik mangsanya.
Meski ikan pari raksasa tidak mudah menyerang manusia, mereka adalah salah satu dari sedikit ikan besar yang dapat menimbulkan bahaya nyata bagi manusia. Hal itu karena setiap ikan pari memiliki duri tajam di pangkal ekornya yang dapat dengan mudah menembus kulit dan tulang manusia.
Penyengat ekor ini dapat mencapai panjang 15 inci dan biasanya memasukkan racun ke dalam luka korban. Namun, para ahli menekankan bahwa kebanyakan hewan ini tak agresif dan cenderung menghindar.
Baca Juga: Meski Cantik, 10 Bunga Ini Ternyata Penebar Racun Mematikan
Alasan utama mengapa para ilmuwan hanya mengetahui sedikit tentang pari air tawar raksasa adalah karena mereka bersembunyi di dasar sungai. Ikan ini tidak dianggap sebagai ikan yang baik untuk dimakan di Asia Tenggara, sehingga jarang menjadi target para nelayan.
Jika terperangkap jaring pancing, ikan ini dapat memberikan perlawanan sengit. Bahkan tak sedikit laporan yang menyebutkan tentang perahu nelayan yang terseret berjam-jam di sungai oleh ikan pari raksasa yang terlilit jaring panjing, yang berdampak pada tertarik dan terbenamnya perahu nelayan ke dalam air.
Ikan ini di identifikasi di Indonesia pada tahun 1852 oleh ahli ichthyologi Belanda Pieter Bleeker yang merupakan seorang dokter dan ahli ikan yang pertama kali mempublikasi jenis-jenis ikan yang hidup di Indonesia.
Ia menjelaskan, ikan ini pada dasarnya sudah terlupakan selama lebih dari satu abad sebelum dideskripsikan sebagai spesies baru pada tahun 1990. Namun pada tahun 2008, para ilmuwan menyimpulkan bahwa spesies baru ini ternyata sama dengan spesies yang diidentifikasi oleh Bleeker.
Beberapa ilmuwan mempercayai bahwa populasi ikan yang hidup di habitat wilayah Thailand, Kamboja, Sumatra, dan Kalimantan, mungkin juga memiliki perbedaan genetik sehingga merupakan spesies yang berbeda.
Ikan pari raksasa ini diklasifikasikan sebagai hewan yang terancam punah, dan terdapat indikasi bahwa jumlah ikan pari telah menurun drastis dalam beberapa tahun terakhir akibat degradasi habitat sungai.
Sementara populasi yang belum diteliti tetapi relatif sehat ada di bagian atas Sungai Mekong di Kamboja, tampaknya ikan pari tidak lagi mendiami beberapa bagian dari wilayah jelajah historisnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Diikuti 45.000 Peserta, BTN Jakim 2026 Dorong Jakarta Menuju Destinasi Sport Tourism Kelas Dunia
-
Paksa 3 Anak Ngemis Jadi Manusia Silver, Pasutri di Pelalawan Diringkus
-
Investor Tahan Dulu, Harga Emas Antam Mulai Naik Lagi Jadi Rp 2.729.000/Gram
-
Titisan Calvin Verdonk! Timnas Indonesia Bisa Panggil Wonderkid Liga Jerman Tanpa Naturalisasi
-
Pebalap Astra Honda Racing Team Sukses Amankan Podium di ARRC Motegi Jepang
-
Penguatan Kenaikan IHSG Cerminkan Kepercayaan Investor terhadap Kekuatan Ekonomi Indonesia
-
Apple Hentikan Dukungan 16 Perangkat Sekaligus, Cek Apakah Gadget Anda Terdampak
-
Pulang Haji Bos Maktour Fuad Hasan Langsung Diperiksa KPK, Apa yang Bakal Digali?
-
Media Asing Sebut Skema Gol Republik Ceko di Piala Dunia 2026 Mirip Timnas Indonesia
-
IHSG Terbang Pagi Ini Setelah Perang AS-Usai, Pantau Saham AMMN dan DEWA