- Indeks Harga Saham Gabungan melesat 3,04 persen ke level 6.190 pada awal perdagangan di Bursa Efek Indonesia, Senin 15 Juni 2026.
- Perdagangan mencatat total volume 3,39 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 2,26 triliun dan frekuensi 210.100 kali transaksi.
- Analis memproyeksikan penguatan indeks didorong oleh stabilitas rupiah, disiplin fiskal pemerintah, serta sentimen positif dari potensi perdamaian Amerika Serikat-Iran.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terbang pada awal perdagangan, Senin, 15 Juni 2026. IHSG melesat ke level 6.118.
Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 09.05 WIB, IHSG masih naik 3,04 persen ke level 6.190.
Pada perdagangan pada waktu itu, sebanyak 3,39 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 2,26 triliun, serta frekuensi sebanyak 210.100 kali.
Dalam perdagangan di waktu tersebut, sebanyak 548 saham bergerak naik, sedangkan 88 saham mengalami penurunan, dan 323 saham tidak mengalami pergerakan.
Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada waktu itu diantaranya, MGNA, BUKK, ATAP, DATA, dan ESTI.
Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, TMPO, WGSH, LCKM, KIOS, dan MLPT
Proyeksi IHSG
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal pekan diperkirakan menguat terbatas.
Sejumlah sentimen eksternal dan domestik, mulai dari peluang perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran hingga stabilitas nilai tukar rupiah, dinilai akan menjadi faktor utama yang memengaruhi arah pasar saham Indonesia.
Baca Juga: Saham-saham BUMN Dilego Asing, Bagaimana Prospeknya Hari Ini?
VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi, memperkirakan IHSG akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat terbatas pada rentang support 5.858 dan resistance 6.165. Menurutnya, indikator MACD menunjukkan penguatan tren yang sejalan dengan kenaikan Relative Strength Index (RSI).
"IHSG, pasar saham Indonesia, nilai tukar rupiah, dan sentimen global diperkirakan masih menjadi fokus utama investor pada perdagangan," katanya saat dihubungi Suara.com, Senin (15/6/2026),
Dia menjelaskan terdapat beberapa sentimen yang berpotensi memengaruhi pergerakan pasar. Pertama, peluang tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran yang disebut Presiden Donald Trump memiliki kemungkinan sebesar 80 persen. Kesepakatan tersebut mencakup pembukaan Selat Hormuz, penarikan armada laut, hingga pembongkaran program nuklir Iran.
Menurutnya, perkembangan tersebut berpotensi direspons positif oleh pasar karena dapat meningkatkan kepercayaan investor terhadap aset berisiko, termasuk saham.
Selain itu, normalisasi harga minyak mentah dunia dinilai dapat meredakan risiko inflasi global.
Sentimen kedua berasal dari pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang menunjukkan penguatan. Stabilitas mata uang domestik dinilai dapat memberikan sentimen positif bagi pasar keuangan nasional.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Jangan Lupa! Ada Diskon Tiket Kapal Feri Selama Libur Sekolah, Catat Tanggalnya
-
Emiten HGII Tebar Dividen Buat Pemegang Saham, Berapa Besarannya?
-
AS - Iran Sepakat Damai: Selat Hormuz Dibuka, Harga Minyak Dunia Anjlok
-
BBM di AS Turun Imbas Minyak Dunia Anjlok, Gimana Harga Pertamax?
-
Update Harga Emas Pegadaian Hari Ini 15 Juni 2026: Antam, UBS, dan Galeri24
-
BI Bongkar Jamu Kuat yang Bikin Rupiah Perkasa, Bisa Jadi Daya Tarik Investor?
-
Viral Anggota DPRD Sindir Demo, Kekayaannya Disorot Netizen: LHKPN Hanya 99 Juta!
-
Saham-saham BUMN Dilego Asing, Bagaimana Prospeknya Hari Ini?
-
Harga Minyak Mentah Terjun Bebas ke Level Terendah, Analis: Ekspektasi Oversupply
-
IHSG Diramal Menguat Terbatas, Cek Rekomendasi Saham yang Cuan untuk Diserok