Poptren.suara.com - Nama asli ilmiah hewan ini adalah Presbytis thomasi. Tapi masyakat Sumatra menyebutnya sebagai monyet kedih, alias monyet bermuka sedih. Monyet ini adalah spesies kolobin endemik Sumatra bagian utara. Tapi sebutan lokalnyajuga beragam, ada yang menyebutnya dengan nama lutung rungka, bodat, atau kek-kia.
Meski jumlah koloninya cukup terbatas, tapi spesies ini mampu memberikan wawasan tentang sosial-ekologi primata folivora (pemakan daun).
Sebagian besar, monyet kedih berada di hutan primer dan sekunder tropis, dari permukaan laut hingga ketinggian 4.921 kaki (1.500 mdpl). Sementara perkebunan pohon karet menjadi habitat alternatif bagi monyet kedih di tengah bahayanya kerusakan ekosistem.
Ciri fisik dan populasi
Secara fisik, monyet kedih jantan dan betina memiliki ukuran yang sama dengan bobot antara 5-8 kg. Sementara panjang primata ini dari kepala ke tubuh antara 42-61 cm, dengan tambahan panjang ekor yang mencapai 50-85 cm.
Di alam liar, monyet kedih bisa hidup sekira 20-29 tahun. Namun ahli biologi satwa liar menyebut bahwa umur pendek pada hewan ini umumnya disebabkan karena rusaknya habitat alami mereka, perburuan manusia, hewan predator, serta perang antar koloni monyet.
Selain memakan daun, monyet kedih juga makan buah-buahan, bunga, dan sesekali batang kelapa, serta terkadang mengonsumsi hewan kecil, seperti siput tanah. Dengan giginya yang tajam, memungkinkan mereka menembus kulit buah-buahan keras.
Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan air dalam tubuh mereka, biasanya didapat dari buah-buahan yang mereka makan, atau dari genangan air yang mereka temukan di dauh atau batang pohon sisa air hujan/embun.
Monyet kedih secara umum aktif di siang hari, dan 60% aktivitas hariannya digunakan untuk bermain dan menjelajah hutan, sisanya baru untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dan makanan mereka.
Dikenal karena sikap tenang dalam berinteraksi dengan spesies lain, monyet kedih juga menunjukkan perilaku teritorial ketika sumber daya makanan langka atau ketika habitat mereka terancam.
Baca Juga: Buaya Gak Masuk Daftar! Ini Hewan-Hewan yang Terkenal Paling Setia dengan Pasangannya
Sebaran monyet kedih
Monyet kedih biasa dijumpai di Aceh dan bagian utara Pulau Sumatra, yang berada tidak jauh dari Sungai Wampu dan Simpangkiri. Penyebaran lainnya, monyet kedih dapat kita temukan di kawasan hutan Aek Nauli sampai Suaka Marga Satwa Rawa Singkil di Provinsi Nangroe Aceh Darussalam.
Selain itu, data penelitian menunjukkan bahwa sebaran monyet kedih yang paling banyak berada di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL), utamanya di wilayah Bahorok dan Ketambe.
Monyet kedih biasa hidup berkelompok dengan jumlah sekitar 10 ekor, yang meliputi 1 jantan dan 6 betina, ditambah beberapa anak-anaknya. Spesies jantan bertugas melindungi kelompoknya dari ancaman spesies lain atau dari intervensi monyet jantan lainnya.
Perilaku unik monyet kedih salah satunya adalah suaranya yang cukup kuat, sehingga tiap-tiap kelompoknya dapat mengenali anggota kelompok masing-masing melalui suara tersebut.
Pada malam hari di wilayah ekosistemnya, lazim terdengar suara monyet kedih yang bersautan untuk mengumpulkan para anggotanya setelah seharian mereka menjelajah hutan.
Mirisnya, dampak kerusakan hutan di Sumatra menjadikan habitat alami monyet kedih kian menyusut. Tak heran, monyet kedih kadang terlihat menjelajah untuk mencari makanan di area perkebunan milik penduduk, hingga sebagian penduduk menganggapnya sebagai hama.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Respons Laporan Kerusakan, Pemerintah Pastikan Perbaikan SDN Tanggirejo Jadi Prioritas
-
Profil Febri Diansyah: Eks Jubir KPK yang Kini Jadi Pengacara Febrie Adriansyah
-
Lutung Jawa Dipelihara Warga di Bondowoso Dievakuasi, Kini Jalani Rehabilitasi
-
Tak Gentar! Davide Tardozzi Yakin Ducati Bisa Raih Gelar Juara Dunia
-
Kapan Pendaftaran Upacara 17 Agustus 2026 di Istana Dibuka? Cek Bocoran Jadwal dan Syaratnya!
-
Angin Puting Beliung Lepaskan Atap, Begini Kondisi Stadion Pakansari Jelang Laga Timnas Indonesia
-
Perjalanan Panjang Amy & Rogers: 4 Hari dalam Mobil yang Mengubah Segalanya
-
Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi: Pelaku Begal Jangan Babak Belur, Lecet Dikit Boleh
-
Peneliti Kebijakan Dorong Pengusutan Kasus Eks Jampidsus Mengarah ke Aktor Intelektual
-
Dea Arranoya Lulusan Mana? Anak Pejabat Aceh Viral Pamer 15 Jeriken BBM dan Liburan ke Eropa