/
Kamis, 23 Maret 2023 | 11:15 WIB
Ingat Mendiang Syabda Perkasa, Pitha Mentari menangis ((tangkapan layar Twitter))

Poptren.suara.com -Usai pertandingan melawan  Dejan Ferdinansyah/Gloria Emanuelle Widjaja di babak pertama Swiss Open 2023, Rabu (22/3) malam WIB, Pitha Haningtyas Mentari tak kuasa menahan tangis.

Meski masih dalam suasana duka lantaran baru saja kehilangan pujaan hatinya, Syabda Perkasa Belawa, pebulutangkis ganda campuran yang berpasangan dengan Rinov Rivaldy tetap bertanding membela nama Indonesia.

Menahan rasa sedih yang mendalam, namun Tari, begitu ia biasa disapa, tetap bermain profesional dan menunjukkan kekuatan mentalnya serta rasa tanggung jawabnya dalam pertandingan itu. 

Dalam pertandingan itu meski menahan rasa tangis, Tari berusaha untuk tetap bermain maksimal hingga akhirnya ia dan Rinov bisa menang lewat permainan tiga gim 14-21, 21-16, 21-11 di St. Jakobshalle Basel.

Penampilan Pitha mulai terlihat gontai saat pertandingan memasuki gim ketiga. Sebagai rekannya, Rinov berusaha untuk menguatkan serta menghibur Pitha. Tak sia-sia perjuangan Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari ini berhasil meraih kemenangan di gim ketiga, yang merupakan gim penentuan.

Saat dinyatakan menang karena pukulan Dejan dinyatakan keluar oleh wasit, Pitha kembali menangis. Ia tampak mencoba menyeka air matanya dengan kedua tangannya dalam posisi jongkok.

Melihat itu lawannya saaat bertanding, Gloria datang mendatanginya dan membantunya untuk berdiri. Gloria juga terlihat sempat mengusap kepala dan memeluk Pitha yang masih terus menangis di lapangan.

Setelah dihibur oleh Gloria, Pitha berjalan ke arah wasit lalu service judge untuk bersalaman. Kesedihan Pitha itu masih berlanjut saat berada di sisi lapangan permainan.

Sebelumnya Pitha juga tampak menangis saat doa bersama digelar oleh tim badminton Indonesia jelang tampil di Swiss Open 2023 pada Senin (20/3) lalu.

Baca Juga: Xabiru Perdana Belajar Puasa, Rachel Vennya Bilang Begini

Seperti diketahui Syabda meninggal dalam kecelakaan di tol Pemalang, Jawa Tengah, 20 Maret lalu. Akibat kecelakaan tersebut, Syabda dan ibunya meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara ayah Syabda dalam kondisi kritis di rumah sakit dan kakaknya mengalami luka patah kaki.

Load More