/
Jum'at, 28 April 2023 | 07:22 WIB
Ilustrasi vagina (unsplash)

Poptren.suara.com - Masyarakat Indonesia masih menganggap keutuhan selaput dara merupakan simbol dari keperawanan seorang perempuan. Padahal dalam dunia medis, keutuhan selaput dara tidak menjadi patokan orang tersebut masih perawan atau tidak.

"Keutuhan selaput dara perempuan terkadang masih menjadi ukuran atas keperawanan dan moralitas seseorang. Padahal sebenarnya tidak ada yang bisa disimpulkan dari kondisi selaput dara," kata dokter Deffy Leksani Anggar Sari disunting dari meetdoctor.com, Jumat (28/4).

Terlebih, kata Deffy, kondisi setiap wanita berbeda-beda. Selaput dara adalah lapisan kulit yang sangat tipis, merentang di vagina wanita. Lapisan ini dapat menutupi seluruh atau sebagian mulut vagina.

"Keperawanan pada perempuan sering didefinisikan sebagai keberadaan selaput dara. Selaput dara vagina yang sudah robek kerap diidentikkan sebagai perempuan yang sudah tidak perawan," ujar dia.

Menurutnya, padahal robeknya selaput dara ini dapat disebabkan oleh berbagai hal selain penetrasi penis ke dalam vagina. Selain itu, ada sebagian perempuan yang lahir tanpa selaput dara," lanjutnya.

"Hal ini yang menyebabkan, tidak semua perempuan akan mengalami perdarahan saat berhubungan seksual untuk pertama kalinya," kata Deffy.

Load More