Poptren.suara.com - Ular masih menjadi hewan melata yang banyak ditakuti orang. Bila berjumpa ular di jalan, apalagi yang berbisa, orang lebih memilih menyingkir daripada berhadapan dengan sang ular. Bisa ular terkenal karena mematikan, maka dari itu segera ke dokter untuk mendapatkan pertolongan media apabila diserang ular berbisa.
Ada hal yang menarik tentang ular. Ular menjadi simbol di dunia kedokteran atau medis. Mengapa ? Laman Live Science menuliskan simbol kedokteran ditampilkan dengan adanya ular yang melilit pada sebuah tongkat dan simbol tersebut cukup populer menghiasi kemasan farmasi dan rumah sakit. Kenapa ular menjadi simbol medis sedangkan jika manusia diserang ular berbisa harus mendapatkan pertolongan medis ?
Dalam bidang medis ada dua versi, yakni ular versi bersayap yang dikenal sebagai caduceus, dan ada versi ular yang melilit pada tongkat, dimana tongkat tersebut merupakan tongkat yang dibawa oleh dewa Olympian Hermes. Pada mitologi Yunani, Hermes adalah dewa pembawa pesan antara dewa dan manusia yang dilambangkan dengan sayap.
Hermes juga merupakan pemandu untuk dunia bawah yang dialmbangkan dengan tongkat. Selain itu, Hermes juga merupakan pelindung para pelancong yang erat kaitannya dengan kedokteran dan dunia medis. Di masa lampau dokter harus melakukan perjalanan jauh dengan berjalan kaki untuk mengunjungi pasiennya.
Salah satu mitos mengutarakan bahwa Hermes diberi tongkat oleh Apollo, seorang dewa penyembuh, beserta atribut pendukung lainnya. Sedangkan dalam versi lain, Hermes juga menerima tongkat dari Zeus, raja dari para dewa, yang tongkatnya diikat dengan dua pita putih.
Namun kedua pita tersebut kemudian diganti dengan ular. Salah satu cerita menjelaskan bahwa Hermes menggunakan tongkat itu untuk memisahkan dua ular yang sedang bertarung, dan akhirnya kedua ular itu melingkari tongkat dan menjadi harmoni yang seimbang.
Pengggambaran lain dari dari simbol medis sebelumnya adalah Asclepius, sosok tidak bersayap dan hanya memiliki satu ekor ular. Asclepius siapa ? Asclepius adalah putra dari Apollo yang menikahi seorang manusia bernama Coronis, dimana dalam mitologi Yunani, Asclepius dikenal sebagai dewa kedokteran yang memiliki kemampuan memulihkan kesehatan orang sakit dan menghidupkan kembali orang yang sudah mati.
Sebuah kisah menceritakan bahwa Zeus membunuh Asclepius dengan petir karena mengganggu tatanan alam dunia dengan menghidupkan kembali orang mati, sedangkan versi lain menggambarkan bahwa Zeus membunuhnya sebagai hukuman karena menerima uang sebagai imbalan untuk melakukan kebangkitan. Setelah dewa kedokteran meninggal, Zeus menempatkan Asclepius di antara bintang-bintang sebagai konstelasi Ophiuchus atau 'pembawa ular'.
Kisah tersebut membawa orang Yunani menganggap ular sebagai sesuatu yang suci dan menggunakannya sebagai ritual penyembuhan untuk menghormati Asclepius. Kenapa ? Karena racun ular dianggap dapat menyembuhkan dan pengelupasan kulitnya dipandang sebagai simbol kelahiran kembali.
Baca Juga: Inilah Prosedur yang Akan Dilakukan Tim Medis Saat Lakukan Visum
Itulah mengapa ular menjadi simbol filosofis yang dianggap baik untuk diingat serta menjadi simbol yang mewakili dunia medis dan kedokteran di seluruh dunia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
Terkini
-
Kejutan Kasus BJB! 5 Fakta KPK Buka Peluang Panggil Aura Kasih Terkait Aktivitas Ridwan Kamil
-
OTT Beruntun di Kemenkeu, KPK Sita 3 Kg Emas dan Duit Miliaran dari Penangkapan Pejabat Bea Cukai
-
Tol Padang-Pekanbaru Seksi Sicincin-Bukittinggi Butuh Rp 25,23 Triliun, Target Beroperasi 2031
-
Aditya Hoegeng Ungkap Kisah Eyang Meri: Di Belakang Orang Kuat Ada Orang Hebat
-
Sempat Direkrut, Ini Alasan Persis Lepas Clayton Da Silveira
-
Edit Logo NU dan Disamakan dengan Simbol Yahudi, Warga Laporkan Akun X ke Polda Metro Jaya
-
Arema FC Lepas Odivan Koerich Usai Evaluasi Paruh Musim Super League
-
Bojan Hodak: Dion Markx Masih Harus Adaptasi Bersama Persib
-
Bojan Hodak Pastikan Persib Tak akan Tambah Lagi Pemain Baru
-
Resmi Berseragam Persija, Mauricio Souza Ungkap Alasan Mauro Zijlstra Jadi Rekrutan Penting