/
Jum'at, 23 Juni 2023 | 20:35 WIB
Ilustrasi kucing (Freepik)

Gejala kejang umumnya mengindikasikan kondisinya sudah memasuki rabies tahap kedua yaitu amarah, dan biasanya ada gangguan otot yang terjadi karena infeksi rabies menyerang otot dan saraf. Saraf yang diserang adalah saraf motorik, sensorik dan perifer.

6. Pica

Pica dikenal sebagai gangguan makanan yang bisa menyebabkan seekor hewan memakan objek bukan makanannya, seperti tanah, feses, bahkan cat rambut. Dalam konteks rabies, pica adalah gejala paling umum yang ditujukan oleh kucing saat terkena rabies.

7. Lumpuh

Kelumpuhan pada kucing terjadi setelah tertular virus rabies selama tujuh hari, tidak lama berselang kucing akan koma bahkan tidak sadarkan diri sampai akhirnya mati.

Dari gejala-gejala tersebut, muncul pertanyaan, apakah rabies bisa disembuhkan ? Hingga saat ini belum ada obat untuk mengatasi rabies. Namun, bisa dicegah melalui vaksin, terutama sesaat setelah tergigit hewan liar. Apabila telah menunjukkan gejala penyakit rabies, maka cukup sulit disembuhkan bahkan berujung kematian.

Ada dua langkah yang bisa dijadikan pertolongan saat diduga terserang rabies, yaitu :

1. Vaksin Rabies

Penyedia layanan kesehatan akan memberikan empat suntikan selama 14 hari setelah terpapar. Jika seseorang yang belum terpapar tapi sudah divaksin, maka hanya perlu dua kali suntikan.

Baca Juga: Mitos atau Fakta : Benarkah Bulu Kucing Penyebab Kemandulan ?

Namun apabila sudah mendapatkan vaksin, biasanya tubuh akan tahu bagaimana cara menghancurkan virusnya sebelum masuk ke otak.

2. Human Rabies Immune Globulin (HRIG)

Ini biasanya diberikan dalam bentuk suntikan di sekitar luka, dan perannya sebagai antibodi untuk menghancurkan virus di dekat luka. Perlu dingat, seseorang tidak boleh mendapatkan HRIG jika sudah divaksin sebelum terpapar.

Load More