/
Rabu, 20 Juli 2022 | 17:40 WIB
Ilustrasi Kucing Divaksin Rabies.[Pixabay/Irina Spiridonova] (suara.com)

Poptren.suara.com - Hewan peliharaan seperti anjing rentan mengalami rabies. Tetapi, tahukah kamu kalau rabies juga bisa menyerang kucing? Apakah juga bisa menular kepada manusia? 

Yoursay.id yang melansir The Spruce Pets, rabies merupakan virus yang memiliki dampak negatif pada sistem saraf pusat mamalia. Hal ini hampir selalu berakibat fatal dan kematiannya, biasanya terjadi dalam waktu seminggu setelah gejala terakhir muncul. 

Penyakit ini ditularkan melalui gigitan hewan yang terinfeksi. Ini adalah penyakit zoonosis, yang berarti dapat menyebar ke manusia melalui hewan. Apabila digigit hewan pengidap rabies, besar kemungkinan manusia juga dapat tertular sama seperti hewan. 

Gejala Rabies

1. Perubahan perilaku kucing, contohnya: menarik diri, cemas, malu, atau takut. Hewan peliharaanmu mungkin juga menjilati luka gigitan. Gejala pertama ini kemudian dapat menyebabkan lebih banyak perubahan perilaku seperti kegelisahan, agitasi, kesulitan berjalan, dan reaksi atipikal terhadap suara dan pemandangan. 

2. Marah. Pada tahap ini, kucing menjadi gugup dan ganas. Beberapa kucing bahkan mengalami kejang otot pada tengorokan dan mulut. Beberapa kucing bahkan merasakan kesulitan bernapas.

3.  Ciri selanjutnya yaitu tahap paralitik. Kucing mengalami koma, tak dapat bernafas dan terjadi sekitar 7-10 hari. 

Kenyataannya, munculnya rabies pada kucing bisa bervariasi dari 3-8 Minggu bahkan ada yang lebih lama. 

Lantas, bagaimana mencegah kucing agar tidak terkena rabies? Jawabannya adalah dengan memberikan vaksin. Biasanya, dari vaksin pertama, kucing akan menerima vaksin kembali pada setahun kemudian.

Baca Juga: Terus Meningkat, Angka Rabies di Jembrana Kini Capai 114 Kasus

Dan apabila kamu mendapati kucing bertingkah aneh dan gejalanya mirip rabies, hendaknya jangan menangani sendiri atau bahkan menangkapnya. Hal ini perlu kamu lakukan sebagai upaya pencegahan agar rabies tidak menular.

Load More