Poptren.suara.com - Menjadi seorang Menteri rupanya bukan jaminan memiliki gaji bernilai fantastis bagi sosok Menkoplhukam RI, Mahfud MD.
Pasalnya, siapa sangka jika gaji Mahfud MD nilainya jauh lebih besar dan menggiurkan jauh sebelum sekarang ini menjadi menteri di kabinet Presiden Joko Widodo.
Lantaran gaji itu, Mahfud MD memiliki penghasilan prestisius selama sebulan dengan bersih juga di susul dengan nilai kerjanya yang ternyata lebih santai.
Lantas apa pekerjaan Mahfud MD yang dianggapnya santai dan diganjar gaji besar daripada menteri? Yuk simak.
Pada podcast Youtube Najwa Shihab tempo hari, Mahfud MD membeberkan soal pendapatannya yang menurun saat menjadi menteri di era kabinet Jokowi.
"Terus terang saya mau jujur jadi Menteri ini kalo dari segi gaji pendapatan saya turun," ungkap Mahfud MD, dikutip Poptren.suara.com pada Selasa, 18 Juli 2023.
Pasalnya Mahfud MD merasa gaji profesi yang digelutinya jauh sebelum menteri bernilai fantastis.
Kebetulan, lanjut Mahfud MD, profesinya itu adalah bergerak di bidang hukum di sebuah perusahaan.
"Saya dulu kerja ketika sebelum jadi menteri kerja di konsultan hukum sebuah perusahaan dan tidak usah kerja menjadi penasihat hukum," sambung Mahfud MD.
Baca Juga: 84 Pasar di Jateng Direvitalisasi dengan Anggaran Rp 390 Miliar Lebih
Lebih lanjut, Mahfud MD menyebut jika gaji per bulannya sebesar 4 kali lebih besar dari gaji menteri.
Termasuk kata Mahfud MD, dirinya juga mendapat benerfit berupa barang mewah dan jalan-jalan gratis.
"Dikasih mobil Camry terbaru kemudian gajinya 85 juta bersih, pergi ke mana-mana dikasih tiket,” sebutnya menjelaskan.
Berbeda dengan menteri yang digaji bersih Rp18 juta, Mahfud MD mengaku tak mempermasalahkan.
Sebab menurut Mahfud MD nilai dan perjuangan menjadi menteri jauh lebih besar dari profesinya dulu.
"Menteri gak segitu. Tetapi pengabdian saya lebih konkrit, menjadi menteri ini, terutama pembangunan hukum, politik, demokrasi,” tegas pria asal Madura itu.
Selain itu, salah satunya, Mahfud MD harus merelakan profesinya sebagai akademisi di sebuah pendidikan tinggi diputus.
"Maka ya sudah gak apa-apa, kan gaji saya sebagai guru besar juga berhenti, karena saya jadi menteri. Kan tidak boleh nerima gaji doble sebagai menteri. Turun saya sebenarnya,” pungkas Mahfud MD.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Sopir Truk Transfer Uang Setelah Dikepung Anak Jalanan di Pesanggrahan, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
-
Review Serial Every Year After: Ketika Waktu Gagal Menghapus Rasa Bersalah
-
'Bikin Malu Presiden', Gus Lilur Desak Prabowo Copot Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Utama
-
5 Rekomendasi HP 3 Jutaan dengan Spesifikasi Gila untuk Ngegame
-
Eks Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Diuntit Alat Pelacak, Netizen Malah Soroti Mobil Fortuner Mewah
-
11 Weton Tulang Wangi yang Konon Tidak Boleh Keluar Rumah saat Malam 1 Suro
-
Intip Gaya Sporty Chic ala Karina dan Winter aespa Nonton Piala Dunia 2026
-
Isu Setoran 'Upeti' Program MBG, Ketua BGN: Tidak Benar dan Provokatif
-
Samsung Galaxy A18 Muncul di Server Uji, Bawa AMOLED dan One UI 9 Sekaligus
-
Niat Cari Cuan di Kapal Cumi, Pemuda Garut Malah Kena 'Zonk' Loker Medsos, HP Sampai Disita