Poptren.suara.com - Cerita menarik berasal dari mantan TKW asal Madura yang saat ini sukses menjadi seorang pengusaha catering di Arab Saudi untuk para jamaah haji.
Wanita tersebut bernama Bunda Risma yang saat ini bisa dikatakan sebagai miliarder karena berhasil menjual belasan ribu porsi makanan setiap harinya.
Dikutip dari kanal YouTube KHAZANAH TRANS7 Official, Bunda Risma menceritakan kisah bagaimana awal dirinya bekerja sebagai TKW di Arab Saudi.
Ternyata, wanita berkacamata tersebut memutuskan untuk bekerja di Arab Saudi karena ingin mengikuti jejak orang tuanya yang terlebih dahulu bekerja di negara tersebut.
Keinginan untuk membantu perekonomian keluarga rupanya membuat Bunda Risma nekat dan rela melepaskan sekolahnya.
"Kalau ditanya soal latar belakang pendidikan, nggak ada sih. SD kelas 5 keluar, masih belum lulus SD," ungkap Bunda Risma.
Kemudian, ia menceritakan bagaimana awal mula ia bisa membuka usaha catering yang saat ini mampu mensejahterakan seluruh keluarganya tersebut.
"Awalnya itu saya pertama buka itu hanya jual teh dengan kopi dengan popmi dengan rebus telor saja, yang simple lah. Nggak capek kan masih sendiri ya," ujar Bunda Risma.
Bunda Risma menjelaskan bahwa di Arab Saudi memiliki peraturan cukup ketat mengenai prosedur penjualan karena harus terbukti keamanan dan kebersihannya.
Baca Juga: 10 Tahun Menikah, Ruben Onsu Akui Dipaksa Berhenti jadi Artis oleh Sarwendah: karena Gue tuh...
Oleh sebab itu, ia tidak berani untuk merekrut karyawan sebelum mendapatkan izin dari pemerintah.
Kini, usaha catering Bunda Risma cukup sukses sebab ia berhasil menjual lebih dari 16 ribu porsi setiap harinya.
"Satu hari ada 6 ribu jamaah. Satu kali makan itu 6 ribu, 3 kali makan jadi 18 ribu lah. Ya paling kurang sedikit 16 ribu, tapi bisa lebih karena kan kadang kita sudah tidak sanggup untuk melayani lebih dari itu," pungkas Bunda Risma.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Pameran Foto "Perisai Tunas" Soroti Perlindungan Anak di Ruang Digital
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel