Poptren.suara.com - Polusi udara tak sekadar mengacaukan suasana lingkungan, tetapi juga mengganggu kesehatan manusia. Banyak permasalahan kesehatan pernapasan timbul akibat polusi udara, seperti batuk kering, mengi, nyeri dada, dan gejala lainnya.
Menurut penelitian oleh ilmuwan dari Imperial College London dan University of Hull, polutan dapat memicu aktivasi protein reseptor (TRPA1) di ujung saraf paru-paru. TRPA1 kemudian merangsang saraf sensorik, memicu respons batuk.
Udara memiliki peran krusial dalam kehidupan manusia. Komposisi udara mencakup 78% nitrogen, 20% oksigen, 0,93% argon, 0,03% karbon dioksida, serta jejak neon, helium, metan, dan hidrogen.
Komposisi di atas adalah kondisi udara standar yang mendukung kelangsungan hidup manusia. Apabila elemen-elemen lain dicampurkan dalam kadar yang mengganggu atau mengubah komposisi ini, fenomena tersebut dikenal sebagai pencemaran atau polusi udara.
Batuk yang disebabkan oleh polusi udara dapat menjadi masalah kesehatan yang serius. Polusi udara dapat mengiritasi saluran pernapasan, menyebabkan peradangan, dan memicu reaksi batuk. Berikut beberapa langkah yang dapat Anda ambil untuk mengurangi risiko batuk akibat polusi udara:
Hindari Lokasi Terpapar Polusi
- Jika memungkinkan, hindari berada di luar ruangan saat kualitas udara buruk, terutama saat polusi mencapai tingkat tinggi.
- Periksa indeks kualitas udara setempat sebelum keluar rumah. Banyak negara memiliki laman web atau aplikasi yang memberikan informasi tentang kualitas udara.
Gunakan Masker Pelindung
Saat keluar di lingkungan yang terpapar polusi tinggi, gunakan masker yang dirancang khusus untuk melindungi pernapasan Anda. Masker N95 atau masker dengan tingkat perlindungan yang setara dapat membantu.
Jaga Kebersihan Rumah
Pastikan ventilasi rumah Anda baik, dan gunakan filter udara atau purifier udara dengan filter HEPA untuk membantu mengurangi partikel polusi di dalam rumah.
Kendalikan Pencemar Dalam Ruangan
Hindari merokok di dalam rumah dan menghindari penggunaan bahan-bahan kimia yang dapat meningkatkan polusi udara dalam ruangan.
Minum Banyak Cairan
Minum air yang cukup dapat membantu menjaga lendir di saluran pernapasan agar tetap encer, membantu mengatasi iritasi.
Perhatikan Gejala
Jika Anda mengalami batuk yang persisten atau semakin parah akibat polusi udara, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan nasihat medis yang tepat.
Baca Juga: Nikita Mirzani Mesra dengan Bule: Ogah Nikah Lagi, Living Together Aja...
Menggunakan Pembersih Udara
Jika Anda tinggal di daerah dengan polusi udara yang kronis, pertimbangkan untuk menggunakan pembersih udara dengan filter HEPA di dalam rumah.
Menjaga Daya Tahan Tubuh
Konsumsi makanan sehat, cukup tidur, dan berolahraga secara teratur untuk menjaga sistem kekebalan tubuh Anda tetap kuat dan dapat mengatasi dampak buruk polusi udara.
Pertimbangkan Pindah
Jika Anda tinggal di daerah dengan tingkat polusi udara yang sangat tinggi dan batuk Anda semakin parah, pertimbangkan untuk memindahkan tempat tinggal jika memungkinkan.
Dampak polusi udara pada kesehatan dapat bervariasi tergantung pada tingkat paparan, jenis polutan, dan sensitivitas individu. Jika Anda mengalami batuk yang berkelanjutan atau gejala kesehatan lainnya akibat polusi udara, segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan bantuan medis yang diperlukan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
Pilihan
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
-
Mandiri Tunas Finance Terancam Sanksi OJK Buntut Debt Collector Tusuk Advokat
Terkini
-
Tuding Jalan Berlubang Biang Kerok, Ini 5 Poin Penting Perjuangan Keadilan Warga Banten
-
Gali Lubang Tutup Lubang, Istri Oknum Polisi Tipu Rekanan Rp500 Juta Demi Bayar Rentenir
-
Kronologis Bintang PSG Achraf Hakimi Diseret ke Pengadilan Kasus Dugaan Pemerkosaan
-
Banding Ditolak UEFA, Gianluca Prestianni Absen Lawan Real Madrid di Liga Champions
-
Tak Berhenti di Ibu Tiri, Ayah Kandung NS Kini Dibidik Polisi Atas Dugaan Penelantaran Anak
-
Bawa Bodo/Glimt Kalahkan Inter, Gaji Jens Petter Hauge di Bawah Rata-rata Gaji Pemain Liga 1
-
Rumah Duka Alex Noerdin di Palembang Kian Dipadati Pelayat hingga Larut Malam Terkini
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Chat Sadis Terbongkar! Ayah NS Diduga Biarkan Anak Sakit: Biarin Aja, Tinggal Dimakamin
-
Ibu Tiri di Sukabumi Resmi Jadi Tersangka, Korban Diduga Disiksa Bertahun-tahun