Poptren.suara.com - Bromo, sebuah taman nasional yang menjadi salah satu ikon alam Indonesia, telah menyaksikan momen kelam ketika cahaya alamnya yang begitu indah hancur oleh tragedi yang dilakukan oleh segelintir orang yang mengatasnamakan nilai estetik dari sebuah pemotretan prewedding.
Taman nasional yang terletak di Jawa Timur ini, yang terkenal dengan pemandangan gunung berapi aktif dan padang pasirnya yang spektakuler, mendapat sorotan nasional dan internasional ketika sekelompok pasangan memutuskan untuk merayakan cinta mereka dengan cara yang sangat berbahaya: dengan melepaskan flare prewedding yang memicu kebakaran hutan dan vegetasi Bromo.
Tragedi ini terjadi ketika pasangan tersebut, didorong oleh niat baik mereka untuk menciptakan kenangan yang tak terlupakan, namun mengambil langkah yang sangat tidak bijaksana.
Mereka melepaskan flare prewedding yang indah, tapi juga berbahaya, yang menyebabkan kebakaran besar di sekitar area Taman Nasional Bromo. Api meluas dengan cepat, merusak tanaman dan lingkungan alam yang unik di wilayah tersebut.
Reaksi publik terhadap insiden ini sangat negatif. Banyak orang yang merasa marah dan terkejut dengan tindakan pasangan tersebut yang dianggap tidak bertanggung jawab.
Tidak hanya itu, tindakan tersebut juga melanggar undang-undang perlindungan lingkungan, dan pasangan ini segera dihadapkan pada tuntutan hukum.
Selama beberapa minggu berikutnya, petugas pemadam kebakaran, relawan, dan pejabat taman nasional bekerja keras untuk memadamkan api dan memulihkan kerusakan yang terjadi.
Upaya pemulihan tersebut tidak hanya melibatkan pemadaman api, tetapi juga rehabilitasi ekosistem yang rusak. Tanaman dan habitat alam yang hilang perlahan mulai pulih, meskipun proses ini memerlukan waktu dan upaya yang besar.
Selama periode itu, Taman Nasional Bromo ditutup untuk umum demi keamanan dan pemulihan. Ini merupakan keputusan yang bijaksana untuk memungkinkan alam memperbaiki diri tanpa gangguan manusia.
Setelah melakukan perjuangan yang panjang oleh para relawan dan pihak pengelola, Taman Nasional Bromo akhirnya dibuka kembali untuk umum, Senin (18/9/2023).
"Api telah padam, saatnya kembali memutar roda perekonomian di kawasan Bromo. Tapi ingat pengunjung dan pelaku jasa wisata harus ada kesiapan dan kesadaran bahwa menjaga kawasan konservasi adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya petugas ya..." tulis akun instagram @bbtnbromotenggersemeru.
Itu artinya, pengunjung dapat kembali menikmati keindahan alamnya yang megah, tetapi juga dengan tanggung jawab untuk menjaganya. Tindakan yang tidak bertanggung jawab seperti melepaskan flare prewedding atau membuang sampah sembarangan akan dihukum dengan tegas.
Kisah pemulihan Taman Nasional Bromo setelah tragedi flare prewedding ini adalah pengingat yang kuat tentang betapa pentingnya kita merawat alam kita dengan bijaksana.
Saat ini, kita semua memiliki tanggung jawab untuk melindungi keindahan alam yang ada di sekitar kita dan menjaganya agar tetap lestari untuk generasi mendatang. Semoga Taman Nasional Bromo terus bercahaya dalam keindahannya, dan pengalaman pahit ini bisa menjadi pelajaran berharga bagi kita semua.
"Ingat ya sahabat.. Bromo itu kawasan konservasi, sebelum ke sini sebaiknya sahabat juga membekali diri sendiri dengan pengatahuan tentang konservasi ya.. JADILAH PENGUNJUNG YANG CERDAS DAN BERTANGGUNG JAWAB. Mari berwisata dengan bijak," pungkas tulisan akun tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 5 Rekomendasi Sepeda Lipat di Bawah 5 Juta yang Ringan dan Stylish, Mobilitas Semakin Nyaman
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Ramadan Jadi Momentum Refleksi Finansial, Nanovest Ajak Investor Susun Portofolio Sehat
-
Jadwal Imsak Kota Malang 27 Februari 2026, Jangan Lupa Shalat Jumat!
-
Lapis Hukum Ganda Menanti Ibu Tiri TR: Setelah Pidana, Disusul Administrasi Kepegawaian Kemenag
-
Ricuh di Musi Rawas! Kantor Lurah Pasar Muara Beliti Diserbu Warga, Ini Pemicunya
-
Comeback dari Cedera Panjang, Ini Komentar Bek PSIM Yogyakarta Asal Belanda
-
Pemuda 18 Tahun Perkosa Penyandang Disabilitas di Lamongan, Kenalan Lewat Instagram
-
Menjual Keranda di Malam Ganjil
-
Pohon Tumbang Tutup Jalan Malang-Kediri, BPBD Gerak Cepat
-
S&P Peringatkan Indonesia soal Tekanan Fiskal, Ada Risiko Penurunan Rating
-
Deretan Plot Twist Jelang Ending Drakor No Tail To Tell