Suara.com - Sidang lanjutan dugaan kekerasan seksual di sekolah Jakarta International School (JIS) hari ini dijadwalkan akan menghadirkan dr Oktavinda Safitry SpF dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) sebagai saksi. Keterangan dr Oktavinda ini sangat penting dan akan menjadi faktor kunci dalam mengungkap kebenaran dari kasus ini.
Sebelumnya hasil visum RSCM terhadap AK (6th), siswa TK JIS yang diduga menjadi korban kekerasan seksual ini, menunjukkan bahwa lubang pelepasnya dalam kondisi normal. Sementara dalam laporan yang tercatat di BAP Polisi, selama rentang waktu Desember 2013 - Maret 2014, AK dikatakan mengalami tindak kekerasan seksual hingga 13 kali.
"Logikanya jika seorang anak 6 tahun mengalami mengalami sodomi sebanyak 13 kali pasti ada bekas lukanya. Tapi hasil visum RSCM dan beberapa rumah sakit lainnya menunjukkan bahwa lubang anus korban tidak mengalami masalah. Makanya kesaksian dr Oktavinda hari ini akan menentukan nasib dan hidup para petugas kebersihan ini," jelas Patra M. Zen, pengacara Agun Gunanjar dan Virgiawan Amin saat diminta komentarnya sebelum sidang, Senin (20/10/2014).
Hasil visum RSCM No 183/IV/PKT/03/2014 tanggal 25 Maret 2014 mengungkapkan bahwa pada pemeriksaan terhadap lubang pelepas korban MAK (6 tahun) tidak ditemukan luka lecet/robekan, lipatan sekitar lubang pelepas tampak baik dan kekuatan otot pelepas baik.
Hasil visum RSPI No 02/IV.MR/VIS/RSPI/2014 tanggal 21 April 2014 juga menyebutkan bahwa hasil pemeriksaan visual dan perabaan pada anus MAK tidak menunjukkan adanya kelainan.
Kedua hasil visum tersebut juga memperkuat laporan dari klinik SOS Media tanggal 22 Maret 2014. Dari hasil pemeriksaan terhadap AK disimpulkan bahwa si anak tidak mengalami kekerasan seksual.
Dalam kesaksiannya di sidang kasus ini sebelumnya, dr Narain Punjabi, dokter yang pertama kali memeriksa AK atas dugaan kasus kekerasan seksual, menegaskan bahwa korban AK tidak pernah mengalami kekerasan seksual. Mengenai penyakit herpes yang diderita AK, Narain Punjabi mengatakan bahwa penyakit tersebut sangat mungkin terjadi akibat kesalahan diagnosa.
Narain menyarankan agar AK kembali lagi dalam seminggu untuk dilakukan pemeriksaan ulang. Namun hal itu tidak pernah dilakukan, sampai kasus ini meledak di media dan menempatkan lima pekerja kebersihan menjadi terdakwa. Sementara satu orang pekerja kebersihan JIS tewas saat proses penyidikan di Polda Metro Jaya.
Bersamaan dengan peristiwa dugaan kekerasan seksual ini, ibu korban AK yang bernama Theresia Pipit Kroonen, istri seorang pekerja Philips Morris di Indonesia, juga menggugat JIS senilai 125 juta dolar Amerika atau hampir Rp 1,5 triliun. Wanita yang konon sudah menikah 3 kali ini menyewa Andi Asrun dan OC Kaligis sebagai pengacaranya untuk bisa memenangkan gugatan yang sangat besar tersebut.
Tag
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan
Pilihan
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
Terkini
-
Mengenal Inovasi dan Manfaat Lelang bagi Perekonomian Nasional
-
Rakhano Rilis "Sempat Tak Sempat", Lagu Galau yang Bikin Susah Move On
-
Paramount Land Gelar Pesta Rakyat 'Sinergi dalam Satu Harmoni'
-
Edukasi dan Promosi Kelestarian Hutan, FSC Forest Week di Indonesia Resmi Diluncurkan
-
Pastry Chef Audrey Tampi Gelar Demo Masak Eksklusif di Jakarta
-
Custom Desain Cincin Pernikahan Jadi Tren, Buat Cinta Makin Jadi Lebih Bermakna
-
Meriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-79 dengan Tingkatkan Nasionalisme dan Eratkan Kebersamaan antar Karyawan
-
Rayakan HUT RI, Pergikuliner Festival Ruang Rasa Hadirkan Ragam Kuliner Indonesia di Central Park
-
Rayakan Hari Kemerdekaan Bersama Lebih dari 6000 Siswa dengan Berbagi Es Krim Gratis di Seluruh Indonesia
-
Terinspirasi HUT RI di IKN, The House of Arwuda Luncurkan Parfum Independence