Suara.com - PT Unilever Indonesia, Tbk kembali meluncurkan Project Sunlight dengan mengusung tema Dukung Masa Depan Sehat yang mengedepankan gagasan anak untuk menginspirasi masyarakat agar mau melakukan tindakan nyata dalam upaya menciptakan hari esok yang lebih cerah.
Project Sunlight merupakan perwujudan dari Unilever Sustainable Living Plan (USLP) yang bertujuan mengajak jutaan orang di seluruh dunia untuk mewujudkan hari esok yang lebih cerah bagi anak-anak dan generasi mendatang, dengan menerapkan cara hidup yang lebih lestari (sustainable).
Maria Dewantini Dwianto, Head of Corporate Communications PT Unilever Indonesia Tbk. menjelaskan, “Project Sunlight merupakan inisiasi Unilever Global yang dilaksanakan pertama pada tahun 2013. Tahun ini kami kembali meluncurkan Project Sunlight dengan berfokus pada masa depan sehat karena Unilever percaya bahwa kesehatan adalah hak bagi setiap anak Indonesia dan merupakan modal awal untuk bisa melakukan berbagai hal dalam menggapai mimpinya. Kami juga mengedepankan gagasan anak atau para pemimpin masa depan yang memiliki mimpi untuk menghadapi tantangan masa mendatang dengan menciptakan perubahan positif pada isu-isu lokal, seperti menyediakan akses pada kebutuhan primer secara berkesinambungan.”
Pada Project Sunlight kali ini, Unilever mengetengahkan isu kondisi sanitasi di Indonesia karena kondisi yang kurang memadai kerap memupuskan mimpi anak akan masa depan yang lebih cerah. Terdapat fakta yang menyatakan bahwa ribuan anak menderita atau meninggal karena penyakit yang sebenarnya dapat dicegah, dan penyebab utamanya adalah kesulitan mendapatkan akses untuk sanitasi yang layak dan air minum yang higienis dan bersih.
“Memahami fakta mencengangkan tersebut, Unilever peduli dan tergerak untuk menyoroti masalah sanitasi. Kami memahami bahwa kondisi sanitasi yang kurang memadai dapat memengaruhi edukasi, angka kelahiran dan angka kematian serta membatasi mimpi-mimpi anak untuk meraih masa depan yang lebih baik” ungkap Maria yang akrab disapa Mia.
Project Sunlight dengan bangga memperkenalkan Dira Noveriani, siswi 17 tahun yang terpilih sebagai pemimpin masa depan untuk mewakili anak Indonesia yang memiliki gagasan untuk meraih mimpi atas kehidupan yang lebih baik di masa mendatang.
Dira yang mengalami dampak kondisi sanitasi kurang memadai menceritakan, "Bagi saya, sikap ketidakpedulian atau apatis menjadi tantangan terbesar kita saat ini, oleh karena itu mari hilangkan sikap apatis kita dan mulai membuat perubahan dengan tindakan nyata. Kepedulian saya akan pentingnya kondisi sanitasi di Indonesia ini pula yang menggerakkan saya untuk bergabung dengan Project Sunlight dan menyuarakan gagasan saya.”
Dira juga mengaku ingin sekali berkontribusi untuk memperbaiki kondisi sanitasi di Indonesia agar lebih banyak anak Indonesia yang bisa menikmati fasilitas sanitasi yang memadai. “Melihat kepedulian Dira yang begitu besar, Unilever melalui Project Sunlight akan mewujudkan mimpi Dira untuk membantu memperbaiki sanitasi di sekolah-sekolah yang ada di 5 kota besar di Indonesia,” ujar Mia.
Untuk mewujudkan masa depan yang sehat, Unilever melalui Project Sunlight akan menayangkan secara luas video gagasan anak tentang masa depan melalui berbagai media seperti televisi dan saluran digital. Unilever juga mengajak masyarakat turut berpartisipasi melalui www.projectsunlight.co.id dengan cara melihat tayangan video gagasan anak tentang masa depan, menulis ide untuk #brightfuture, menjadi relawan #brightfuture serta berkontribusi untuk setiap pembelian produk Pepsodent, Lifebuoy dan Domestos di LotteMart di seluruh Indonesia pada periode November–December 2014.
Unilever akan mengalokasikan setiap partisipasi sebagai bentuk dukungan dalam menyelenggarakan program edukasi dan penyediaan fasilitas sanitasi di Sumba, NTT yang bekerjasama dengan Save The Children.
“Kami berharap gagasan anak tentang masa depan yang disuarakan dalam Project Sunlight akan mampu menginspirasi masyarakat Indonesia untuk bisa bersama-sama menciptakan perubahan demi terwujudnya masa depan sehat untuk generasi mendatang," tutup Mia.
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
Terkini
-
5 Sepatu Long Run Terbaik 2026, Nyaman untuk Latihan hingga Maraton
-
Mengulas Forest of Noise, Kesaksian Puitis dari Tengah Perang Gaza
-
Tayang 2027, Anime Bertema Musik Studio Cabana Buka Audisi Seiyu Utama Pria
-
IIF Genjot Pembiayaan Infrastruktur, Nilai Komitmen Baru Tembus Rp2,5 Triliun pada Semester I 2026
-
Aksi Copet di Tengah Zikir Monas: iPhone 13 Wartawan dan Dompet Jemaah Lenyap
-
Danantara Akui Banyak Masalah Luar Biasa Besar di BUMN, Janji Bereskan Utang Kereta Cepat
-
Satu Tahun Sekolah Rakyat, Ratusan Siswa Torehkan Prestasi
-
Taruna Bhakti Sekolah Rakyat Resmi Dimulai, Gus Ipul: Jadi Fondasi Bentuk Karakter Siswa
-
Apa Arti Kota Global Jika Betawi Kehilangan Akar? FBR Tagih Pergub Lembaga Adat ke Pramono
-
Danantara: Seluruh BUMN Properti Dalam Kondisi Tidak Baik, Akan Dikonsolidasikan