Suara.com - Sebagai upaya memenuhi kebutuhan hunian vertikal ekslusif dengan nilai khas etnik modern di koridor terdekat Jalan TB Simatupang, wilayah Selatan Jakarta yang kini bertransformasi menjadi Central Business District (CBD), Synthesis Development mengembangkan Synthesis Residence Kemang.
Dengan adanya show unit ini, konsumen dan investor diharapkan dapat melihat dan merasakan suasana unit dan konsep etnik modern yang akan mereka investasikan.
“Kami secara resmi memperkenalkan show unit Synthesis Residence Kemang untuk memenuhi permintaan pasar atas hunian etnik modern di kawasan Kemang,” kata Imron Rosyadi GM Sales and Marketing Synthesis Residence Kemang saat menghadiri show unit opening ceremony di Marketing Gallery Synthesis Residence Kemang, Jalan Ampera Raya No. 1A Jakarta, Sabtu (3/10/2015).
Apartement strata title di lahan seluas 2 hektar ini, lanjut dia, memiliki 3 tower dan total 1188 unit yang diberi nama ala perwayangan yaitu Nakula, Sadewa dan Arjuna, dengan 60 persen didedikasikan sebagai ruang terbuka hijau. Mengedepankan konsep desain arsitektur bangunan rumah joglo dan batik kawung, Synthesis Residence Kemang menghadirkan fasilitas sangat unik yaitu Tirta Astana (taman air) yang akan mewujudkan imajinasi dan impian akan hadirnya sebuah taman indah dan elok khas kediaman para raja.
“Kenyamanan hunian memberikan cerminan untuk kualitas hidup dan produktivitas hidup terbaik. Kami akan memberikan kenyamanan tersebut kepada pribadi yang memerlukan hunian ideal dan berada di kawasan premium di Jakarta Selatan,” jelas Imron.
Lebih lanjut ia mengungkapkan bahwa Synthesis Residence Kemang merupakan pilihan investasi yang menarik seiring dengan berkembangnya kawasan bisnis di daerah TB Simatupang.
Dalam rangkaian acara show unit opening ceremony Synthesis Residence Kemang yang berlangsung pada Sabtu (3/10/2015) dan Minggu (4/10/2015) diramaikan juga dengan aktifitas workshop seni yaitu Art Talk – Organize Apartment Space dan Art Creation – Create Batik Motifs with Ancient Carving Technique.
“Karena konsep apartement kami secara keseluruhan sangat lokal Indonesia, maka kegiatan yang diadakan, kami upayakan memiliki unsur seni lokal Indonesia," terang Imron.
Selain itu, dia menjelaskan bahwa seluruh biaya registrasi peserta aktifitas workshop seni akan didonasikan ke Komunitas Taufan untuk biaya transportasi pengobatan pasien kanker dan penyakit berisiko tinggi pada anak.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Muncul 'Narasumber Liar' di Kasus Kematian Sutrimo, Kades Wlahar: Dia Bukan Keluarga
-
Reuni Akbar! Krakatau dan Karimata Siap Manggung di JGTC Besok Malam
-
5 Sunscreen dengan Finish Glowing Natural Terbaik sesuai Review dan Harga
-
BGN Rilis Aplikasi Reviu MBG: Apakah Digitalisasi Menjawab Akar Masalah?
-
Kredit Tumbuh Dua Digit, Laba Bersih Bank Danamon Naik 33% di Semester I-2026
-
Dedikasi Mantri BRI di Kepulauan Talaud Perkuat Pemberdayaan UMKM
-
Isuzu Pamerkan Mobil Rumah ELF NLR Campervan di GIIAS 2026
-
Kartu ATM Tertelan, Saldo Rp17 Juta Raib, Begini Kronologi yang Dialami Nasabah di Palembang
-
Ruben Onsu Dituduh Selingkuh Gara-gara Kasur, sang Pengacara Tantang Bukti
-
Menembus Medan Sulit, Mantri BRI Perkuat Akses Layanan Keuangan di Talaud