PT Pertamina (Persero) bersama PT Bank Mandiri (Persero), Tbk. sepakat mengimplementasikan Cashless Payment System untuk Agen dan Pangkalan LPG. Kedua belah pihak menandatangani Nota Kesepahaman Implementasi Cashless Payment System untuk Agen dan Pangkalan LPG Pertamina, pada Jumat (23/10/2015). Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Pemasaran Pertamina Ahmad Bambang dan Direktur Micro & Business Banking Bank Mandiri Tardi, di Executive Lounge Gedung Utama Kantor Pusat Pertamina.
"Kerja sama ini merupakan perwujudan dari sinergi kedua BUMN tersebut dalam membantu pencatatan transaksi Agen ke Pangkalan LPG, sekaligus mewujudkan cashless society. Transaksi cashless ini memungkinkan Pangkalan melakukan pemesanan dan pembayaran melalui SMS Banking, sedangkan Agen mendapatkan laporan rekonsiliasi pencatatan transaksi secara otomatis dan real time dan rekap bulanan yang lebih akurat," kata Bambang dalam keterangan resmi, Selasa (10/11/2015).
Selain itu, bagi Pertamina, fasilitas ini dapat membantu memonitor transaksi dan distribusi LPG bersubsidi sampai ke Pangkalan dengan menghubungkan antara aplikasi elektronik banking dengan aplikasi SIMOL3K milik Pertamina dengan menggunakan koneksi host-to-host yang tidak dibatasi oleh jam buka Bank maupun tidak harus datang ke Bank karena semua transaksi dapat dioperasikan dengan handphone melalui Mandiri Supply Chain (MSC).
Bambang mengakui seiring dengan peningkatan volume penyaluran PSO berupa LPG 3 Kg yang hingga tahun depan mencapai 6,6 ton per tahun, perlu adanya perbaikan pencatatan data transaksi yang lebih akurat dan akuntabel untuk agen ke pangkalan yang jumlahnya menyentuh angka 130.000 pangkalan di seluruh Indonesia. “Kami sudah menggunakan SIMOL3K maupun Logbook di agen dan pangkalan. Namun, masih terkendala karena banyak data kosong karena tidak tertib administrasi. Otomatis data dinilai tidak valid dan berpotensi menjadi temuan BPK. Nah, hal inilah yang harus kita perbaiki,” tegasnya.
Ahmad Bambang juga menjelaskan bahwa monitoring penyaluran PSO berupa LPG 3 kg ini semakin penting melihat adanya pihak-pihak yang sebenarnya tidak berhak mendapatkan subsidi namun masih menggunakan LPG 3 kg, serta temuan-temuan pabrik LPG oplosan. Oleh karenanya, selain agar pencatatan semakin simpel serta aman dan terhindar dari uang palsu, Ia berharap Cashless Payment System ini segera diimplemetasikan. “Semoga ini sukses dengan bank Mandiri. Kita MoU dan nanti akan dilajutkan dengan PKS, dan bisa langsung eksekusi, dan kita mulai dengan kota yang ditetapkan sebagai Kota Uji Coba,” ujarnya.
Di sisi lain, Direktur Micro & Business Banking PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Tardi mengatakan, pihaknya telah melakukan pilot project, yang hingga 20 Oktober 2015 melibatkan sebanyak 107 agen dan 1.112 pangkalan bertransaksi melalui Mandiri Supply Chain dengan catatan transaksi sebanyak 1.151.832 tabung LPG terdistribusi. “Pilot Project Cashless Payment System dilakukan sejak Agustus 2015 di wilayah Tangerang yang mencakup Kodya Tanggerang, Kabupaten Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan. Semuanya berjalan dengan baik,” kata Tardi.
Suara.com - Tardi menambahkan, untuk membantu Pertamina memonitor penyaluran LPG PSO ini, pihaknya juga sedang berusaha mencari solusi untuk pencatatan transaksi dari pangkalan ke end users atau masyarakat. “Tantangan ke depan yang harus kita pikirkan adalah bagaimana dari end user, yang dalam hal ini rumah tangga ke pangkalan. Mudah-mudahan dalam waktu dekat, kita bisa berikan solusi bagaimana dari end user masuk ke pangkalan bisa tercatat secara cashless, baik dari segi jumlah barangnya maupun jumlah uangnya,” ucap Tardi.
Berita Terkait
-
Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
-
Dilema Pertamina Naikkan Harga Pertamax, Ekonom: Kalau Ditahan Terus Bisa Gerus Keuangan Negara
-
Sepanjang Tahun 2025, Pertamina EP Cepu Torehkan Kinerja Moncer
-
Pertamax Naik Rp16.250, Dirut Pertamina Ngaku Tetap Pertimbangkan Daya Beli Masyarakat!
-
Kurangi Ketergantungan Dolar AS, Bank Mandiri Resmi Masuk Sistem Pembayaran China CIPS
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
- PT Blueray Cargo Milik Siapa? Perusahaan Logistik yang Seret Raffi Ahmad dalam Kasus Suap Importasi
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Mengenal Inovasi dan Manfaat Lelang bagi Perekonomian Nasional
-
Rakhano Rilis "Sempat Tak Sempat", Lagu Galau yang Bikin Susah Move On
-
Paramount Land Gelar Pesta Rakyat 'Sinergi dalam Satu Harmoni'
-
Edukasi dan Promosi Kelestarian Hutan, FSC Forest Week di Indonesia Resmi Diluncurkan
-
Pastry Chef Audrey Tampi Gelar Demo Masak Eksklusif di Jakarta
-
Custom Desain Cincin Pernikahan Jadi Tren, Buat Cinta Makin Jadi Lebih Bermakna
-
Meriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-79 dengan Tingkatkan Nasionalisme dan Eratkan Kebersamaan antar Karyawan
-
Rayakan HUT RI, Pergikuliner Festival Ruang Rasa Hadirkan Ragam Kuliner Indonesia di Central Park
-
Rayakan Hari Kemerdekaan Bersama Lebih dari 6000 Siswa dengan Berbagi Es Krim Gratis di Seluruh Indonesia
-
Terinspirasi HUT RI di IKN, The House of Arwuda Luncurkan Parfum Independence