Suara.com - Setelah roadshow ke-5 universitas di Indonesia dan babak seleksi, Kino Youth Innovator (KYIA) 2017 sampai kepada puncaknya, yaitu tahapan grand final. Tahapan seleksi yang dibuka sejak Februari hingga Mei 2017, berhasil mengumpulkan 204 proposal yang berasal dari 35 universitas di seluruh Indonesia.
Dari proposal yang terkumpul, diseleksi 10 proposal untuk maju ke babak Grand Final, dan hasilnya KYIA 2017 ini dimenangkan oleh Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga yang diwakili tiga mahasiswa: Miranda Agnes Christianty, Ronal Febria Hindra dan Fita Fitriani.
“Kami tidak menyangka bisa memenangkan kompetisi ini, karena finalis yang lain juga hebat-hebat dan berasal dari universitas unggul Indonesia,” ujar Miranda Agnes Christianty.
Untuk juara 2, diraih Institut Pertanian Bogor, yang diwakili oleh Fitria Irsbawati, Rosma Alami, dan Sylvia Indriani. Juara 3, Universitas Padjajaran, Bandung, yang diwakili oleh Poppy Lukytasari, Syofie Deviyanti dan Zahra Radhiya
Sedangkan juara harapan 1 diraih Universitas Hasanuddin, Makassar, yang diwakili Tri Puspita Roska, Apriani M, dan Nurmayanti. serta juara harapan 2, disabet Universitas Lampung, yang diwakili oleh Selviana Larasati dan Reno Raines.
Direktur Marketing PT. Kino Indonesia, Tbk, Budi Susanto mengatakan bahwa 204 proposal diterima oleh panitia KYIA yang berasal dari 35 universitas di seluruh Indonesia, terdiri dari: 60 persen produk inovasi di kategori food and beverages, 16 persen produk personal care, 14 persen produk herbal dan pharma, 10 persen kategori house hold dan lain-lain.
Sesuai dengan tema KYIA 2017, yaitu Advancing Indonesia Through Local Heritage, 204 proposal tersebut menggunakan bahan- bahan lokal, seperti misalnya tumbuh-tumbuhan asli Indonesia. Bahan-bahan lokal tersebut diinovasikan dan diolah menjadi produk siap pakai yang dapat bersaing bahkan dengan produk-produk import.
“Hal ini jelas menunjukkan dua hal, yaitu Indonesia yang kaya akan bahan alam, serta bukti nyata bahwa anak muda Indonesia inovatif, serta memiliki daya saing tinggi,” jelas Budi dalam siaran persnya
Ide inovasi dari para pemenang ini, lanjut dia, akan dikaji, dieksplorasi, serta dipersiapkan lebih matang, sehingga ke depannya dapat diadaptasi menjadi salah satu produk Kino. “Sesuai value glocal (global to local) yang dianut Kino, ide-ide anak bangsa yang menggunakan bahan-bahan lokal sangat kami apresiasi dan berpotensi besar untuk dikembangkan,” cerita Budi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan