Suara.com - Kehadiran dua obat tetes mata dari perusahaan consumer healthcare asal Indonesia, Combiphar, yakni Eye Mo dan Insto, tak hanya bermanfaat bagi masyarakat Indonesia untuk mengatasi permasalahan mata kering, tapi juga telah mendapatkan pengakuan internasional melalui ajang Nicholas Hall Asia Pacific OTC Marketing Awards di Singapura.
Nicholas Hall Awards adalah penghargaan yang diberikan kepada industri consumer healthcare berbasis OTC atas pencapaian strategi marketing dan kreativitas unggulannya. Penilaian juga digunakan berdasarkan pada data dan analisa impact di pasar.
Melalui jaringan yang luas, Nicholas Hall memiliki pemahaman yang lengkap terhadap industri farmasi OTC (over-the-counter) atau obat swamedikasi. Dengan memenangkan penghargaan ini, perusahaan farmasi mendapat salah satu pengakuan tertinggi dalam industri farmasi, khususnya dalam bidang OTC.
"Kami bangga menerima penghargaan internasional Nicholas Hall's Asia Pacific OTC Marketing Awards ini. Penghargaan yang kami terima ini menjadi bukti bahwa Combiphar, meski merupakan perusahaan lokal di Indonesia, kami mampu berkompetisi dengan perusahaan-perusahaan multinasional untuk berkompetisi di pasar internasional," kata Weitarsa Hendarto, Vice President Consumer Healthcare & Wellness and International Operations PT. Combiphar.
Dalam ajang ini, Combiphar meraih tiga awards sekaligus, yaitu Nicholas Hall Special Achievement in Consumer Healthcare Award, untuk merek Eye Mo, obat tetes mata. Hinggi kini Eye Mo dipasarkan di Filipina, Singapura dan Malaysia.
Selain itu, meraih peringkat 2 Nicholas Hall Worldwide Digital Award, untuk merek Insto, obat tetes mata no satu yang dipasarkan di Indonesia dan peringkat 3 Nicholas Hall Worldwide Digital Award, untuk merek OBH Combi, obat batuk sirup terkemuka yang tahun ini merayakan ulang tahun yang ke-45.
Eye Mo adalah obat tetes mata yang diproduksi dan dipasarkan oleh Combiphar di pasar internasional. Produk ini dihadirkan sebagai solusi untuk mengatasi masalah mata kering yang banyak dialami oleh masyarakat.
Penghargaan ini, lanjut Weitarsa, menjadi pemicu bagi Combiphar untuk terus menjaga komitmen dalam melayani masyarakat luas melalui produk-produk dan layanan kesehatan yang berkualitas.
"Sejalan dengan misi kami untuk memelopori gaya hidup sehat, kami mempersembahkan penghargaan ini untuk Indonesia yang lebih sehat,” ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan