Suara.com - Pertumbuhgan ekonomi digital telah ikut mendorong sukses dunia e-commerce di Tanah Air. Salah satu merek nasional yang tengah jadi perbincangan di dunia e-commerce adalah sebuah produk fashion bernama Jims Honey.
Ada beberapa alasan Jims Honey, yang memiliki produk berupa dompet, tas, hingga jam tangan pria dan dewasa, disukai para pelanggannya. Salah satunya adalah produk yang berkualitas, harga murah, dengan model kekinian.
Sebagai bukti sukes Jims Honey, mereka kini sudah punya ribuan reseller dari sabang sampai merauke. Jims Honey juga kini memiliki pabrik sendiri dan kantor baru yang megah di bilangan Sunter, Jakarta Utara.
Namun semua kesuksesan yang diraih Jims Honey kini, tidak diperoleh dengan mudah. Hanny Zeng sebagai pendiri dan pemilik Jims Honey punya cerita menarik bagaimana ia akhirnya bisa menjadi salah seorang pebisnis muda sukses di dunia e-commerce.
Awal ketertarikan Hanny Zeng terhadap dunia e-commerce dari hobinya sendiri yang doyan belanja online. Namun sayangnya, Hanny sering dibuat kecewa, karena barang yang ia pesan, tak sesuai dengan yang ditawarkan.
Dari situ, Hanny yang saat itu masih kuliah dan berusia 20 tahun punya ide untuk terjun langsung ke bisnis online. Didampingi pacar yang kini jadi suaminya, Jims, Hanny pun memulai bisnis tersebut.
"Awalnya ragu karena saya nggak punya background bisnis sama sekali. Tapi karena keyakinan kuat suami, akhirnya kami jalani. Dari awal, kami sudah sepakat untuk tidak mau membohongi dan mengecewakan customuer kami," kata Hanny Zeng bersama sang suami saat ditemui di kantor barunya, baru-baru ini.
Hanny Zeng dan suami kemduain mengontrak rumah petak yang lebarnya hanya 2,5 meter. "Tapi dari situ kami memulai usaha kami," tutur Hanny Zeng.
Seperti cerita-cerita pebisnis pemula kebanyakan, Hanny dan Jims pun punya banyak hambantan dalam bisnisnya. Mereka bahkan sempat terpuruk, di mana uang tabungan mereka tersisa hanya Rp 1 juta.
Baca Juga: Desainer Modest Indonesia Siap Unjuk Gigi di New York Fashion Week 2020
"Resaller awalnya bayar tepat waktu, belakangan mandek. Orang-orang banyak yang ambil barang tapi tidak bayar. Utang kami juga menunggak di pabrik," kenang Hanny.
Namun cobaan di awal bisnis tidak membuat Hanny Zeng dan suami menyerah. Dari situ ia banyak berbenah diri, khsusunya di bidang manajemen.
"Pada akhirnya kami yakin pasti bisa dan sampailah pada titik Jims Honey seperti sekarang," ujar Hanny, yang kini berusia 24 tahun.
Kini, Jims Honey mempunya visi untuk lebih memperkenalkan mereknya kepada orang-orang Indonesia. Ia pun optimistis hal tersebut bukan mimpi yang muluk.
"Kami sekarang punya tas ratusan modal. Saya kasih contoh, salah satu produk tas, awalnya kami buat cuma 12 buah, sekarang seribu buah ludes dalam waktu seminggu," kata Hanny.
Menurut Hanny, kelebihna Jims Honey adalah terletak pada kulalitas yang baik, harga murah, dan model yang up to date.
Berita Terkait
-
E-commerce, Flash Sale, dan Ledakan Transaksi Ramadan
-
Strategi Live Maraton dan Konten Kreatif Jadi Kunci Dongkrak Transaksi E-Commerce di Musim Ramadan
-
Makin Selektif, Konsumen Kini Pilih Double Check Sebelum Belanja Online
-
Sambut Ramadan, Ini 5 Tips Jitu UMKM Dongkrak Penjualan di E-commerce
-
idEA: Pentingnya Sosialisasi Registrasi Kartu SIM dengan Biometrik, Jangan Hanya Operator!
Terpopuler
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- 5 Rekomendasi Parfum di Indomaret yang Tahan Lama untuk Salat Id
Pilihan
-
Harry Styles Ungkap Perjuangan Jadi Penyanyi Solo Usai One Direction Bubar
-
Dulu Nostalgia, Sekarang Pamer Karir: Mengapa Gen Z Pilih Skip Bukber Alumni?
-
Tutorial S3 Marketing Jalur Asbun: Cara Aldi Taher Jualan Burger Sampe Masuk Trending Topic
-
Dilema Window Shopping: Ketika Mal Cuma Jadi Katalog Fisik Buat Belanja Online
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
Terkini
-
Mengenal Inovasi dan Manfaat Lelang bagi Perekonomian Nasional
-
Rakhano Rilis "Sempat Tak Sempat", Lagu Galau yang Bikin Susah Move On
-
Paramount Land Gelar Pesta Rakyat 'Sinergi dalam Satu Harmoni'
-
Edukasi dan Promosi Kelestarian Hutan, FSC Forest Week di Indonesia Resmi Diluncurkan
-
Pastry Chef Audrey Tampi Gelar Demo Masak Eksklusif di Jakarta
-
Custom Desain Cincin Pernikahan Jadi Tren, Buat Cinta Makin Jadi Lebih Bermakna
-
Meriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-79 dengan Tingkatkan Nasionalisme dan Eratkan Kebersamaan antar Karyawan
-
Rayakan HUT RI, Pergikuliner Festival Ruang Rasa Hadirkan Ragam Kuliner Indonesia di Central Park
-
Rayakan Hari Kemerdekaan Bersama Lebih dari 6000 Siswa dengan Berbagi Es Krim Gratis di Seluruh Indonesia
-
Terinspirasi HUT RI di IKN, The House of Arwuda Luncurkan Parfum Independence