Lukisan karya Raja Huristak XII Tondi Hasibuan yang dipajang di sebuah galeri seni. [istimewa]

Suara.com - Lukisan dengan berbagai aliran menjadi salah satu karya seni yang banyak disukai orang. Meski seorang pelukis biasanya memiliki bakat alamiah, namun sebenarnya melukis bisa dipelajari dan dilakukan oleh semua orang.

Seperti Raja Huristak XII, Tondi Hasibuan yang sangat mencintai dunia lukis dari usia lima tahun. Karena kecintaanya itu, ia bahkan sampai belajar melukis di sebuah universtias di Birmingham, Inggris.

Raja Huristak XII Tondi Hasibuan [instagram]

Bagi Patuan tondi hasibuan melukis adalah liburan yang menyenangkan. "Saya melihat seni dari eklspresi dan buah pikiran, dan memasukkan puisi dan art novel dalam karya lukisan," kata Tondi Hasibuan, seperti dalam rilis yang diterima Suara.com.

Menurut Tondi Hasibuan, lukisan yang ia buat bertema "Midnite Drama". "Yang artinya adalah puisi-puisi tentang kerinduan di relung-relung malam, mimpi-mimpi spontan dalam lamunan," jelasnya.

Pewarnaaan lukisan tersebut dibuat secara kontras pastel style dan jenis style lukisan modern art kontemporer cubist, yang dibuat melalui media acrylic di kanvas.

"Lukisan ini telah mengikuti pameran Uce England, UK dan The Vaults Gallery. Juga di Pameran bersama Jahe Expo di Jabar," katanya.

Lukisan karya Raja Huristak XII Tondi Hasibuan yang dipajang di sebuah galeri seni. [istimewa]

Lukisan ini mengekpresikan buah pikiran dan perasaan dari Patuan Tondi Hasibuan sang Raja Huristak XII. Hubungan lukisan ini dengan kerajaan Huristak adalah berhubungan dengan mix somehow dari campuran sejarah masa lalu dan masa kini dan dalam lukisan.

Hal ini tergambar dari lukisan itu sendiri, di mana ada pasukan pengintai memegang tombak-tombak dan melihat ke arah penari dan pemain gitar. Kemudian ada motif dari kerajaan Huristak ditampilkan di ikat kepala pasukannya dalam lukisan tersebut.