- SIG konservasi situs dunia 44.000 tahun di lahan tambang Tonasa, kini masuk UNESCO Global Geopark.
- Semen Tonasa tetapkan 31,64 hektare lahan tambang jadi Taman Kehati & Geopark Bulu Sipong.
- Indeks Kehati naik di 2025, SIG sukses jaga flora-fauna endemik di tengah area industri.
Suara.com - Siapa sangka di balik riuhnya aktivitas industri semen, tersimpan saksi bisu peradaban manusia purba yang mendunia.
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) melalui anak usahanya, PT Semen Tonasa, membuktikan bahwa operasional tambang bisa berjalan beriringan dengan pelestarian sejarah lewat konservasi Leang (Gua) Bulu Sipong 4.
Situs yang terletak di Kelurahan Bontoa, Pangkep, Sulawesi Selatan ini bukan sekadar gua biasa. Di dalamnya terdapat seni cadas tertua di dunia berusia 44.000 tahun yang menggambarkan adegan perburuan. Kini, kawasan tersebut telah resmi menyandang status sebagai bagian dari UNESCO Global Geopark.
Meski berada di lahan tambang tanah liat milik PT Semen Tonasa, perusahaan mengambil langkah tegas untuk tidak menyentuh area tersebut demi konservasi. Atas rekomendasi SIG, lahan seluas 31,64 hektare (sekitar 11,3% dari total lahan tambang) ditetapkan sebagai kawasan lindung.
"Penetapan kawasan Bulu Sipong sebagai kawasan konservasi menjadi bukti komitmen SIG dan PT Semen Tonasa terhadap pembangunan berkelanjutan yang menyeimbangkan industri dengan lingkungan dan nilai budaya," ujar Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni.
Langkah SIG tidak berhenti pada pemagaran situs. Perusahaan melakukan manajemen profesional untuk memastikan peninggalan prasejarah ini tetap utuh meski berada di dekat area industri.
Bulu Sipong kini juga bertransformasi menjadi Taman Keanekaragaman Hayati (Kehati). Berdasarkan data hingga 2025, kawasan ini menjadi rumah bagi ribuan pohon dan puluhan satwa liar.
Keberhasilan ini membawa SIG dan PT Semen Tonasa melenggang ke panggung internasional, seperti SPAFACON 2024 dan Indonesia Geopark Leader Forum 2025, sebagai contoh nyata perusahaan yang sukses menyelaraskan profit dengan pelestarian warisan bumi.
Baca Juga: Askrindo Gelar Safari Ramadan di 11 Kota
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Ratusan Hektare Mangrove di Riau Habis Dibabat, Kapolda Turun Tangan
-
Gibran Playing Victim Soal Posisi Duduk? Analis: Bersihkan Istana dari Pengaruh Jokowi!
-
Tumbal Terakhir
-
Jaga Hak Perempuan, DPR Didesak Segera Sahkan Wahidah Suaib Jadi Anggota PAW Ombudsman RI
-
Warning Hasto Jelang Muktamar: NU Terlalu Besar Diseret ke Politik Praktis, Jangan Coba Pecah Belah
-
Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
-
Dilema Keuangan Anak Muda: Melek Finansial, tapi Masih Andalkan Paylater
-
Buku Tuhan Maha Asyik: Menikmati Perjalanan Spiritual Bersama Sujiwo Tejo
-
4 Rekomendasi HP Mid Range Kamera Mirip iPhone, Hasil Foto Tak Kalah Jernih dan Estetik
-
Wisata Candi Plaosan Kian Bergeliat, UMKM Desa Bugisan Raup Kenaikan Pendapatan 31 Persen