Suara.com - Mengunjungi Rumah Sakit (RS) di masa pandemi seperti saat ini tentu menjadi kekhawatiran tersendiri bagi beberapa orang, terutama bagi ibu hamil. Menjawab kekhawatiran tersebut, Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Bunda Jakarta melakukan berbagai protokol dan layanan yang dapat melindungi ibu dan bayi serta pendamping di masa kehamilan hingga melahirkan.
Bahkan, RSIA Bunda Jakarta telah memberlakukan status green zone area pandemic Covid-19.
“Kami memberlakukan protokol kesehatan Covid 19 yang ketat dan disiplin di area RS, hasilnya, hingga saat ini, kami bisa mempertahankan status green zone dengan zero case,” kata Kepala RSIA Bunda Jakarta, Adittya dalam keterangannya, Kamis (15/10/2020).
Sejak diberlakukannya status green zone area pandemi Covid-19, terjadi peningkatan yang signifikan di permintaan vaksin untuk anak di RSIA Bunda Jakarta.
Selain itu, pasien yang melahirkan juga mengalami peningkatan karena merasa aman dengan protokol persalinan yang diterapkan.
“RSIA Bunda Jakarta selalu berusaha mengedepankan rasa aman dengan menjaga RSIA sebagai green zone area tetapi tidak melupakan kenyamanan pasien,” jelas Adittya.
Adittya menambahkan, selama masa pandemi ini, RSIA Bunda Jakarta tetap memberikan pelayanan 24 jam tetapi dengan memberlakukan protokol kesehatan yang ketat, baik untuk pengunjung maupun karyawan.
Protokol yang diterapkan, diantaranya skrining ketat sebelum pengunjung memasuki area RSIA Bunda Jakarta, mulai dari cek suhu tubuh hingga pendataan riwayat sakit dan perjalanan pasien.
Selain itu, adanya pemberlakuan zonasi bagi pasien sehat dan pasien sakit, pengunjung maupun karyawan diwajibkan menggunakan masker dan face shield selama di lingkungan rumah sakit, penerapan physical distancing bagi pengunjung maupun karyawan, terdapat ketentuan dalam penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) baik APD level 1, APD level 2, maupun APD level 3, dan dilakukannya polymerase chain reaction (PCR) swab rutin bagi karyawan RSIA Bunda Jakarta.
Baca Juga: Jenazah Covid-19 Dibawa Kabur Keluar Rumah Sakit, Begini Kondisinya
Adittya menyampaikan, untuk menyesuaikan dengan kondisi pandemi ini, pihak RSIA juga memberlakukan beberapa protokol tambahan, seperti pasien yang melakukan proses persalinan dan operasi lain diwajibkan untuk PCR tes minimal 7 hari sebelum tindakan. Tes PCR juga wajib dilakukan oleh suami atau pendamping selama rawat inap.
RSIA Bunda Jakarta juga telah mengembangkan protokol yang memungkinkan suami untuk dapat mendampingi istri dalam tindakan caesar di kamar operasi dengan tetap memperhatikan keamanan bagi tenaga kesehatan dan pasien.
Pembatasan pengunjung pasien rawat inap juga diterapkan sebagai langkah antisipatif pencegahan virus Covid-19.
“Dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan berbagai SOP ini terbukti efektif, karena hingga saat ini, RSIA Bunda Jakarta masih zero cases untuk virus covid-19,” tambahnya.
Saat ini, selain memberlakukan status green zone, RSIA Bunda Jakarta, juga memiliki program “Konselor ANC – persalinan”, dimana para pasien akan diberikan fasilitas pendampingan konselor selama proses hamil hingga persalinan di RSIA Bunda Jakarta.
Konselor ini akan membantu memberikan infomasi yang diperlukan oleh pasien mulai dari hal yang bersifat administratif hingga edukasi mengenai proses kehamilan dan persiapan persalinan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim
-
Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok
-
140 Titik di Banten Darurat Air Bersih
-
Gurita Pungli Dinas ESDM Jatim: Kabid Geologi Jadi Tersangka, Peras 217 Pemohon
-
Buka 31 Formasi Jabatan, Bupati Bogor Jamin Proses Seleksi ASN Transparan dan Bebas Orang Dalam
-
Dari Pencurian Ayam hingga Bentrok Jalanan: Mengapa Amuk Massa Terus Berulang?
-
Dari Made in Indonesia ke Made by Indonesia, Mendorong Produk Lokal Naik Kelas
-
Presiden Prabowo Diminta Segera Evaluasi Kinerja Mendag, Ada Apa?