Suara.com - Kacamata tak hanya menjadi alat bantu penglihatan, tetapi juga aksesoris yang dapat menunjang gaya. Sayangnya, seseorang yang menggunakan kacamata bantu kerap diasosiasikan sebagai orang kutu buku.
Itu terjadi akibat minimnya kacamata bantu yang memiliki desain stylish dan kekinian. Hal itu juga yang diungkapkan oleh Co-Founder Kacamatamoo, Cindy Oktavian.
Kata Cindy, salah satu kekurangan dari kacamata yang berfungsi sebagai alat bantu baca adalah desainnya yang monoton.
"Kami melihat kurangnya pilihan model yang fashionable dan unik untuk kalangan muda," kata Cindy dalam keterangan resmi yang diterima Suara.com, Selasa (5/2/2021).
Padahal, lanjutnya, potensi pasar industri kacamata di Indonesia masih sangat besar. Hanya saja, industri ini lebih banyak didominasi oleh brand-brand besar dalam dan luar negeri.
Sebagai bagian dari bisnis UMKM, Cindy yakin perusahaanya dapat memberi solusi yang dihadapi oleh pasar kacamata di Indonesia, yaitu kurangnya edukasi berbelanja kacamata via daring.
Seperti diketahui sebelumnya, kacamata bukan hanya aksesoris tapi juga alat kesehatan yang membutuhkan 'teknik' khusus agar bisa menghasilkan produk terbaik.
"Sehingga diperlukan banyak pembelajaran dan pelatihan dalam bidang ini agar bisa memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggan. Kami menjawab tantangan dengan memberikan pelayanan, kualitas, dan model terbaik," ujar Cindy lagi.
Cindy mengklaim pihaknya secara rutin melakukan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Saat ini, Kacamatamoo juga memberikan pelatihan terhadap tim untuk dapat memberikan pelayanan terbaik dengan merekrut lulusan Refraksi Optisi.
Baca Juga: Geliat Bisnis Jasa Cuci Sepeda di Kala Pandemi
"Jadi kami sudah sangat paham dengan masalah mata dan keluhan lain yang dimiliki pelanggan."
Saat ini, konsumen dapat melakukan pembelian kacamata melalui marketplace dan melalui social messenger Whatsapp hingga official website Kacamatamoo yang akan memiliki fitur virtual try-on.
Dengan begitu, konsumen dapat lebih mudah menentukan bentuk kacamata yang sesuai dengan bentuk wajah.
"Visi kami adalah menjadi online maupun offline store kacamata nomor satu di Indonesia dengan misi memberikan pelayanan terbaik, dan memanfaatkan perkembangan teknologi agar dapat membantu masyarakat Indonesia yang belum paham akan pentingnya kesehatan mata," tutupnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Singapura Diguncang Gelombang Protes Rakyatnya, Buntut Rencana Penggundulan Hutan untuk Perumahan
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Kudeta Niger Gagal, Pasukan Pemerintah Melumpuhkan Penyerang Pangkalan Niamey
-
Boni Hargens Soroti Pengangkatan Kapolri sebagai Anggota Kehormatan KSBSI: Bukan Sekadar Seremonial
-
Bukan Ex-Officio! Romli Atmasasmita Tegaskan Status Listyo Sigit di KSBSI Hanya Bentuk Apresiasi
-
Apa Itu Sistem AHWA? Cara Baru Pilih Ketua Umum PBNU di Muktamar NU ke-35 Tahun 2026
-
Muktamar ke-35 NU Diwarnai Aksi Protes, Gus Yahya: Saya Mohon
-
Presiden Prabowo Tutup Muktamar NU Ke-35 di Jombang, Senin Besok
-
Gus Ipul Pastikan Forum Muktamar NU Ke-35 Bebas Ubah Keputusan Organisasi
-
Review Film The Last Sunrise: Makna Kehidupan di Balik Senyum dan Air Mata
-
Jepang Kirim Pasukan Bela Diri Bantu Meredam Kebakaran Hutan Kalimantan
-
3 Lip Balm Rp30 Ribuan yang Bagus Atasi Bibir Kering Menurut Review Pengguna