Suara.com - Resiko terkena virus Corona hingga saat ini masih menjadi sebuah ancaman. Secara global, grafik kasus orang yang terkena virus ini terus meningkat.
Berdasarkan data dari situs Worldometers, yang terupdate hampir setiap menitnya, total kasus infeksi virus corona di seluruh dunia per hari ini (19/1/2021) telah mencapai 96.006.646, dimana dari jumlah tersebut sebanyak 2.049.253 orang meninggal dunia dan 68.627.840 orang dinyatakan pulih.
Berbagai cara telah dilakukan oleh berbagai pihak untuk memutus rantai penyebaran wabah virus Corona ini. Di Indonesia, pemerintah telah melakukan berbagai cara ampuh untuk mencegah penyebaran virus ini, mulai dari menjaga jarak fisik (physical distancing), bekerja/belajar dari rumah (WFH/SFH), beribadah dari rumah hingga pemberian vaksin gratis yang akan dilakukan secara bertahap dan jika tidak ada aral melintang akan dimulai disuntikkan pada awal pekan ini.
Namun, angka kasus tersebut akan terus meningkat jika masyarakat tidak ikut berupaya mengatasi virus corona dengan menuruti anjuran pemerintah.
Oleh karena itu, menerapkan pola hidup higienis demi kesehatan diri dan keluarga menjadi sebuah keharusan terutama kamar mandi dan toilet yang bersinggungan dengan kita sehari-hari, baik di tempat umum maupun khususnya, di rumah.
Demi menjaga kehigienisan, kini beberapa area publik seperti transportasi umum, mall, kantor maupun toilet telah mulai mengadopsi berbagai macam inovasi dan teknologi sanitasi, seperti i nirsentuh untuk fasilitas bersama (toilet, pintu, dan lain-lain) hingga kamera pengawas (CCTV) yang dilengkapi dengan pemindai suhu tubuh.
Hal ini penting mengingat bahwa infeksi dapat terjadi ketika seseorang menyentuh permukaan atau objek yang memiliki virus, kemudian tanpa sengaja memegang area mata, hidung atau mulut. Pandemi ini telah memaksa masyarakat untuk memiliki kebiasaan baru dan hidup lebih sehat serta higienis.
Presiden Direktur PT Surya Toto Indonesia (TOTO) Hanafi Atmadiredja yang merupakan penyedia peralatan sanitary di Indonesia mengungkapkan, peralatan sanitary merupakan faktor penting dalam memastikan kebersihan dan kesehatan, khususnya pada saat ini, dimana mencuci tangan adalah instrumen penting dari 3M, yang merupakan protokol kesehatan yang dianjurkan oleh pemerintah dan WHO dalam upaya mencegah penularan virus corona.
"Sejalan dengan komitmen kami, yaitu meningkatkan kesadaran dan kualitas sanitasi di Indonesia, TOTO berharap untuk tetap menjadi pelopor sejati di bidang kebersihan dan kenyamanan yang mengutamakan keamanan pengguna baik di rumah maupun di tempat-tempat umum,” kata Hanafi dalam keterangannya, Selasa (19/1/2021).
Baca Juga: Bahaya Jongkok di Kloset Duduk dan 4 Berita Kesehatan Menarik Lainnya
Untuk mengurangi resiko penyebaran virus corona, produk-produk sanitary, baik di lingkungan umum atau pribadi, tetap harus dijaga kebersihannya dengan rutin dibersihkan, dan apabila memungkinkan, di-upgrade menyesuaikan dengan kondisi saat ini, seperti misalnya penggunaan toilet tanpa sentuh (touchless flush).
Mencari dan memilih produk sanitary yang higienis dan aman sekarang ini tidaklah sulit, karena telah banyak produsen yang menyediakan berbagai macam produk sanitary tersebut dengan ragam dan harga yang terjangkau, salah satunya adalah TOTO.
Hanafi menyebut, TOTO sebagai perusahaan asal Jepang yang berdiri di Indonesia sejak tahun 1977 dan bergerak di bidang Sanitary Ware, Fitting, Peralatan Sistem Dapur, serta produk-produk furniture dari kayu lainnya, menyediakan produk-produknya bagi semua segmen, mulai dari segmen bawah hingga atas, untuk produk toilet, mulai dari kloset jongkok hingga kloset yang berteknologi terdepan di dunia.
"Karena telah dikenal memiliki kualitas produk yang sudah teruji, banyak orang mengira harga TOTO adalah mahal semua, padahal produk kami sangat bervariatif dan dapat dijangkau oleh berbagai kalangan," kata Hanafi.
Pada akhirnya, semua ini kembali pada tingkat perhatian dan kesadaran dari masing-masing individu dalam menggunakan kamar mandi atau toilet baik ditempat umum maupun di rumah.
"Namun, demi kesehatan bersama, sebaiknya kita juga harus selalu mawas diri dan menjaga kebersihan. Dan pilihan untuk menggunakan produk sanitary yang higienis dan ramah lingkungan, adalah salah satu usaha kita dalam menjaga kehigienisan tersebut," pungkas Hanafi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim