Suara.com - Sebagai bagian dari upaya terintegrasi dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang mampu menjawab berbagai tantangan baru dunia bisnis, PT Bank HSBC Indonesia (HSBC Indonesia) bersama Putera Sampoerna Foundation (PSF) kembali menggelar kompetisi bisnis tahunan bagi mahasiswa dengan semangat baru, yaitu HSBC BEST (Business case Education for Student at the Tertiary level).
"Sebagai bank yang bertitik berat pada masa depan yang berkelanjutan, kami memahami pentingnya memiliki generasi penerus yang mampu menjadi pemimpin yang dapat menghadapi tantangan apapun. Inilah yang kami sebut keterampilan masa depan, atau future skills. Kompetisi ini adalah salah satu cara kami menciptakan generasi tersebut,” kata Presiden Direktur PT Bank HSBC Indonesia François de Maricourt, dalam siaran persnya.
Ini merupakan kelima kalinya PSF menjadi mitra HSBC Indonesia untuk mengadakan HSBC Business Case Competition dari enam kompetisi yang sudah diadakan. Tujuannya untuk menyiapkan generasi muda dengan keterampilan kerja yang adaptif, kompetitif dan tanggap pada perubahan.
Khusus tahun ini, kompetisi tersebut menyoroti soft skill dengan menggabungkan kemampuan berpikir analitis dan keterampilan komunikasi efektif melalui serangkaian program pelatihan intensif dan komprehensif, dimulai dari karantina, coaching class, brainstorming hingga presentasi untuk pemecahan masalah.
"Kita tidak bisa mengabaikan fakta bahwa pandemi telah memaksa masyarakat untuk mengadopsi teknologi dengan cepat. “Ini mencerminkan kemampuan beradaptasi yang sama pentingnya dengan kemampuan berpikir secara kritis, analitis, kreatif, inovatif dan komunikatif, dan keahlian presentasi. Generasi yang memiliki kesemuanya dapat sukses dalam segala tantangan hingga menjadi aset masa depan yang sangat berharga," kata Head of Corporate Sustainability PT Bank HSBC Indonesia Nuni Sutyoko.
HSBC Business Case Competition merupakan ajang bergengsi bagi mahasiswa Strata Satu (S1) dari fakultas ekonomi dan bisnis yang berasal dari berbagai perguruan tinggi terkemuka di Indonesia. Tahun ini, akan ada 14 tim perwakilan universitas yang berasal dari area Jabodetabek, Yogyakarta, Bandung dan Surabaya dengan melibatkan para juri dari jajaran eksekutif perusahaan dan para ahli di bidang bisnis dan korporasi.
Pemenang nantinya akan mewakili Indonesia melawan tim dari negara-negara Asia Pasifik dan sekitarnya dalam ajang Business Case Competition tingkat internasional.
Wahyoe Soedarmono, Project Manager Program Kerjasama HSBC-PSF menjelaskan, penyesuaian keterampilan bagi para generasi muda harus dipersiapkan sebaik mungkin, terlebih Indonesia akan memasuki masa bonus demografi pada rentang waktu 2020 - 2035.
“Kami berharap acara ini bisa membangun kesadaran berbagai pihak sehingga bisa menghasilkan generasi muda yang kompeten dan siap menjawab tantangan bisnis, baik di Indonesia maupun tingkat global,” jelas Wahyoe.
Baca Juga: 5 Manfaat Ikut Perlombaan untuk Kariermu di Masa Depan, Yuk Aktif!
Menyadari bahwa berkomunikasi secara efektif melalui medium daring menjadi kebiasaan baru yang harus bisa diadaptasi dengan cepat, kompetisi tahun ini dihadirkan melalui medium konferensi daring (Zoom).
“Untuk mempersiapkan kompetisi dengan baik, peserta telah mendapat pelatihan intensif terkait dengan analisa kasus bisnis. Selain itu, para peserta juga mendapat pelatihan komunikasi publik, khususnya komunikasi daring dengan metode NPL (neuro-linguistic programming) guna meningkatkan kemampuan presentasi, yang berguna di bidang akademik maupun dunia kerja. Gelaran tahun ini juga diperkaya dengan seminar bertema “Are You Fit for The Future’s Job Demand?” dengan pembicara dari jajaran top management dari berbagai perusahaan yang terbuka untuk publik,” tambah Wahyoe.
Usai menjalani serangkaian pelatihan dan babak penyisihan, tim dari perwakilan Universitas Gadjah Mada berhasil menjadi pemenang pertama dari HSBC Business Case Competition, diikuti oleh tim dari President University (2nd winner) dan Universitas Padjajaran (3rd winner). Selain itu, pelaksanaan HSBC Business Case tahun ini juga dilengkapi oleh kategori Most Motivated Team yang diraih oleh tim Binus University dan kategori Best Presenter diraih oleh President University (Female Presenter) dan Sampoerna University (Male Presenter).
Berita Terkait
-
Ketika Ayam Bakar Berpadu Gochujang dan Merica Batak Jadi Juara Kompetisi Masak Korea
-
Trading Kripto Makin Seru! Ada Hadiah Rp150 Juta dan Bonus Pengganda Poin 3,5 Kali
-
123 Kreator Muda Ikuti Kompetisi Video IFG untuk Tingkatkan Kesadaran Risiko Sehari-hari
-
Mengenal Hyrox Kompetisi Kebugaran yang sedang Populer, Tak Sekadar Lari dan Angkat Beban
-
Tayang 2027, Kompetisi Musik Black and White Singers Rampungkan Rekaman
Terpopuler
- Parfum Paling Wangi Rasa Apa? Ini 5 Rekomendasi Aroma yang Populer
- 5 Rekomendasi Lipstik Wardah untuk Usia 40-an yang Elegan, Nyaman di Bibir dan Awet
- 5 HP Samsung Galaxy A Series Termurah: Layar Super AMOLED, 5G hingga NFC
- Pesaing Vario 125 dari Yamaha, Tampang Bernuansa R1M
- 5 Parfum Wanita Terbaik untuk Acara Malam, Wanginya Elegan dan Memikat
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Panut Rilis Buku Otobiografi, Tegaskan Komitmen Kawal Benteng Hijau Sumatra
-
Perjalanan Putra Samuel Silitonga Dikenal Jutaan Penonton Berkat Sosok Mumu Warintil
-
Cluster Beverly Hills Resmi Show Unit, Tawarkan Hunian American Classic di Semarang
-
Mau ke Monas Malam Ini? Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Titik Parkir Konser Akbar 2026
-
Dua Mahasiswa Diduga Jadikan Instagram Lapak Tembakau Sintetis
-
Pelatih Spanyol Lebih Takut Naik Helikopter Dibanding Lawan Lionel Messi di Final Piala Dunia 2026
-
Kanker pada Perempuan Kini Bisa Ditangani Lebih Personal, Terapi Presisi Bawa Harapan Baru
-
Dari Propaganda hingga Pengawasan: Mengapa 1984 Tetap Relevan di Zaman Digital
-
DPR Sentil Pihak SPPG saat Rapat: 120 Juta Penerima Manfaat, Siapa yang Mau Diberi Makan?
-
Liga Sepak Bola Kampung, Ikhtiar Jaga Anak Muda Menteng dari Bahaya Narkoba