Suara.com - Eliminasi hepatitis menjadi salah satu target Organisasi Kesehatan Dunia untuk tahun 2030.
Saat ini, hepatitis masih menjadi salah satu penyakit infeksi mematikan, terutama di negara-negara berkembang.
Pentingnya eliminasi hepatitis membuat Gilead Sciences meluncurkan Gilead Asia Pacific All4liver Grant 2021, sebuah program dana hibah baru untuk penelitian penyakit liver di Asia Pacific.
“Kesehatan liver, khususnya, viral hepatitis, masih menjadi ancaman kesehatan masyarakat yang berdampak pada jutaan orang di seluruh kawasan Asia Pasifik. Alex Kalomparis, Vice President of Public Affairs, International, Gilead Sciences.
Fokus dari program hibah tahun 2021 adalah hepatitis B kronis dengan tema “Pemberdayaan Melalui Edukasi”.
Di tengah pandemi Covid-19 yang terus memakan korban jiwa, tantangan untuk mengentaskan penyakit hepatitis memang semakin berat.
Untuk itu, adanya dana hibah ini bisa menjadi angin segar bagi peneliti, tenaga kesehatan, maupun organisasi non-pemerintah atau advokasi yang ingin berpartisipasi.
Siklus hibah ALL4LIVER 2021 terbuka bagi kelompok komunitas di 11 negara/wilayah di Asia Pasifik: Hong Kong, India, Indonesia, Malaysia, Pakistan, Filipina, Singapura, Korea Selatan, Taiwan, Thailand, dan Vietnam.
Hibah tahun ini akan digunakan khusus untuk mendukung proyek-proyek yang berfokus pada Hepatitis B; meningkatkan kesadaran dan literasi kesehatan; dan pengembangan platform digital atau alat inovatif untuk edukasi, dalam hepatitis B.
Baca Juga: Meski Kecil, Ibu Hamil Bisa Tularkan Hepatitis C Pada janin dalam Kandungan
"Kesadaran akan penyakit hepatitis B kronis dan tindakan yang dapat diambil untuk meningkatkan kesehatan masih rendah di banyak kalangan yang paling terkena dampak penyakit ini. Melalui program hibah baru ini, kami berharap dapat menjunjung proyek-proyek inovatif yang mendukung upaya regional mewujudkan eliminasi viral hepatitis,” ujar Alex lagi.
Informasi tentang Asia Pacific 2021 ALL4LIVER Grant bisa dicek di tautan berikut ini..
Berita Terkait
-
Awas, Sering Dianggap Remeh! Ini Alasan Hepatitis A Jauh Lebih Berbahaya pada Orang Dewasa
-
Anwar Sadad Mangkir dari Pemeriksaan KPK Terkait Kasus Hibah Pokmas Jatim
-
Pakai Rompi Oranye, Anggota DPRD Jatim Fraksi Gerindra Mahrus Ali Resmi Ditahan KPK
-
Kemenkeu Pastikan Klaim Program Baru Dana Hibah Menteri Keuangan Tidak Benar
-
Review Hepaherb, Suplemen Herbal untuk Mendukung Kesehatan Hati pada Penderita Hepatitis
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 7 Rekomendasi sesuai Review
- Air Mawar Viva Dipakai Kapan? Ini Urutan Pemakaian dan Review Pembeli
Pilihan
-
Polisi Bubarkan Massa Aliansi Pati yang Galang Donasi di Depan DPR
-
Kemenag Bantah Nasaruddin Umar Mundur dari Menag: Isu Bursa Caketum PBNU Itu Spekulasi Liar
-
Menag Nasaruddin Umar Bantah Mundur: Itu Ada Orang yang Panik
-
Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
-
Dari Pengumpul Data Hingga Perantara, Bagaimana DSI Bekerja
Terkini
-
Antisipasi Demo Besar, 18.504 Personel Disiagakan di Jakarta Pusat
-
Babe Haikal Apresiasi Langkah Bobby Nasution Majukan Industri Halal Bagi UMKM Sumut
-
Sempat Tegang Gara-Gara Satpol PP, Massa Depan DPR Dengungkan 'Jaga Jakarta'
-
Paparkan Gagal-Berhasilnya Ekonomi, Aktivis Mahasiswa: Kritik Anggota DPRD Medan Harus Pakai Data
-
Mitchell Baker Satu-satunya Pemain yang Selamatkan Muka Timnas Indonesia di Piala AFF 2026
-
Aktivis GMNI Dijemput Polisi dari Rumahnya, Diduga Terkait Jaringan Anarko
-
Diminta Fokus Bisnis Konstruksi, Waskita Karya Bubarkan Waskita Bali Mandara
-
Bukan Cuma untuk Wajah, Ternyata Skincare Wondermis Bisa Jadi Body Care Hack untuk Area Gelap
-
BATIC 2026 Buka Babak Baru Transformasi Digital Asia Pasifik
-
Keunggulan Sunscreen Wardah Warna Pink, Bisa Jadi Primer dan Cerahkan Kulit Kusam