Suara.com - Di tengah kasus Covid-19 di Indonesia, pemerintah melakukan upaya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sejak 12 Juli hingga 16 Agustus mendatang. Untuk membantu masyarakat dan masjid di tengah pandemi, Indonesia Islamic Youth Economic Forum (ISYEF), yang diwakili oleh Sekretaris Jenderal, Andi Ashadi menjalin kolaborasi dengan Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) dan Bank Syariah Indonesia (BSI) Muda, dengan Program Kotak Berbagi.
“Kalau biasanya berbagi nasi Jumat itu gratis, di kami, ini berbayar. Kita beli makanan melalui UMKM terdekat dengan masjid, lalu kita jual dengan harga murah senilai Rp2.000 kepada masyarakat. Hasil penjualan tersebut, kita serahkan kepada masjid sebagai dana infaq dan sedekah. Kami rasa, ini win-win solution antara masyarakat, UMKM, dan masjid," kata Andi.
PPKM dinilai menimbulkan kekhawatiran dampak yang signifikan terhadap ekonomi masyarakat, khususnya kelas menengah ke bawah dan kaum dhuafa yang masih perlu keluar rumah untuk mendapatkan pemasukan. Aturan itu juga berdampak pada menurunya pemasukan uang amal masjid, karena pembatasan hingga penutupan sementara.
Dalam Program Kotak Berbagi, kegiatan ini menjual Nasi Kotak Murah seharga Rp2.000 di sekitar masjid, yang hasilnya diberikan kepada masjid sebagai infaq. Kolaborasi ini diadakan di 2 provinsi, yakni di DKI Jakarta, tepatnya di Masjid Cut Meutia dan Sulawesi Selatan, di Masjid Darul Muttaqin.
Sementara itu, Pengurus Masjid Cut Meutia, Hatta mengucapkan terimakasih kepada Isyef, PB HMI, BSI Muda yang telah menginisiasi Program Kotak Berbagi ini.
“Saya bersyukur sekali, bisa lihat masyarakat merasa senang. Kami dari pihak masjid merasa sangat terbantu dengan adanya sumbangan ini. Saya berharap, Program Kotak Berbagi oleh ISYEF ini bisa rutin berjalan,” kata Hatta.
ISYEF berharap, gerakan kolaborasi kebaikan bisa dicontoh di daerah lain, sehingga dapat membantu masyarakat, UMKM, dan masjid. Hal ini juga tentunya membantu program pemerintah dalam pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19.
Berita Terkait
-
Blok Pemakaman Warga DKI Wafat Akibat COVID-19 Diberi Nama Syuhada dan Santo Yosef
-
BLT UMKM Menolong Pelaku Usaha Kecil yang Terdampak Pandemi Covid-19
-
Dukung PPKM Level 4, lni Sejumlah Upaya Pemkot Depok Tangani Covid-19
-
Direktur AstraZeneca Sebut Pihaknya Tak Bedakan Negara Kaya atau Miskin: Semua Sama
-
Ajak Kapolsek Ribut karena Ogah Divaksin, Bunda Etty Sempat Ngumpet hingga Pura-pura Molor
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Impact Investing Indonesia Tembus 1,5 Miliar Dolar AS, Kolaborasi Jadi Kunci Perluasan Dampak
-
Harga Emas di Pegadaian Naik! Cek Rincian Logam Mulia Galeri24 dan UBS Hari Ini
-
Mengapa Sepatu Putih Berubah Kuning setelah Dicuci? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya
-
Kumpul Jelang HUT RI, Sekjen Koalisi Prabowo Bahas Penguatan Kabinet dan Masalah Puluhan Tahun
-
Jembatan Putus Way Pengubuan Belum Juga Diperbaiki
-
Nasib ABK WNI Pascaserangan kapal MV Tihamah di Selat Bab Al Mandeb Yaman Masih Dicari
-
Saham BUMN Ada yang Berpotensi Delisting, Danantara Mau Fokus Ini
-
Kinerja Bank Besar Melaju Pada Kuartal II, BFIN dan BBCA Jadi Saham Kejutan
-
Lockbox Terasa Seperti Dua Film yang Dipaksa Menjadi Satu
-
Pengamanan Diperketat, Helikopter dan Rantis Disiagakan Jelang Kedatangan Prabowo di DPR