Suara.com - Indonesia dikenal memiliki ragam kuliner yang lezat yang lahir dari berbagai daerah. Tapi sayangnya, tidak semua makanan lezat khas Indonesia itu mudah dinikmati.
Selain kesulitan bila membuat makanan sendiri, makanan-makanan lezat itu juga tidak semua dijual, baik oleh pedagang secara langsung maupun memperolehnya secara online.
Tapi kini, menikmati ragam kuliner rempah mudah didapatkan lewat Galada. Galada adalah merek dagang makanan siap saji yang berfokus mengembangkan beragam makanan berbumbu rempah Indonesia untuk dapat dinikmati dengan mudah kapan dan di mana saja.
"Indonesia merupakan negara yang kaya akan rempahnya, setiap daerah di Indonesia memiliki makanan khasnya sendiri yang terlahir melalui racikan bumbu dan cara memasak yang berbeda-beda. Galada ingin mengangkat keragaman makanan rempah Indonesia dengan mengemasnya dalam kemasan siap saji sehingga mudah untuk dinikmati kapan dan dimana saja," kata Dennis Oswald Tannos, selaku brand owner Galada.
Dalam pembuatannya, Galada menggunakan resep keluarga turun temurun dan pengetahuan akan fungsi bumbu dan rempah, sehingga dapat berkreasi dan menginovasikan beragam menu makanan Indonesia. Hal ini ditujukan agar semakin banyak orang yang mengenal keragaman makanan rempah Indonesia baik di dalam maupun di luar negeri.
Pemilihan kualitas bahan baku dan pemrosesan yang higienis menjadi prioritas utama Galada untuk menyajikan makanan yang sehat dan bersih. Penggunaan mesin hampa udara dan strerilisasi memastikan setiap produk Galada aman dan nyaman untuk dikonsumsi semua kalangan konsumen.
Keunggulan produk Galada bukan hanya berupa makanan itu sendiri, tapi juga kemudahan dalam menyajikan makanan. Hal ini ditujukan agar makanan bisa dibawa selama bepergian atau konsumen yang memiliki kesibukan sehingga tidak bisa repot memasak setiap hari.
Selain kualitas dan kemudahan, konsumen juga diperkenankan untuk bebas berkreasi menggunakan produk Galada seperti membuat nasi goreng, tumis kangkung, spaghetti, dan masakan lainnya yang tidak hanya masakan lokal.
Baca Juga: Viral 10 Driver Ojol Dapat Orderan Makanan Fiktif ke Alamat dan Pemesan yang Sama
Berita Terkait
-
Ojol Kurir Makanan Menang Penghargaan Tinggi Sastra di China
-
Kopi Kiwa: Menyesap Sensasi Kopi Premium di Pinggir Jalan GOR Kota Jambi
-
Kesenjangan Harga dan Gaji: Mengapa Makanan di Mal Makin Tak Terjangkau?
-
Sambal Tumpang: Eksekusi Yin dan Yang dalam Proses Mengolah Tempe Bosoknya
-
Mengapa Kita Begitu Bergantung pada Terigu yang Tidak Bisa Kita Tanam?
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
Terkini
-
Yadea Beri Sinyal Rilis Motor Listrik Baru Dalam Waktu Dekat
-
Perbandingan Spesifikasi Mobil Listrik Populer: Mending Changan Lumin atau BYD Atto 1?
-
Gedung Belum Dibangun, DPRD Usul SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Punya Punya Kelas Darurat
-
Menang di Pengadilan, Dokter Tifa Bersiap Gugat Rektor UGM Terkait Ijazah Jokowi
-
6 Sunscreen untuk Mencerahkan Wajah Usia 40 Tahun sesuai Review dan Harga
-
Bukan Jadul, 5 Alasan Makanan Kukusan Digemari Anak Muda untuk Sarapan
-
Mensesneg Ungkap Rencana Pembangunan 10 Universitas Republik Indonesia, Lahan Sedang Dicek
-
Jawab Ketidakpastian, Dasco dan DPR Perkuat Serap Aspirasi Jelang Finalisasi Perpres Ojol
-
Tabrakan Beruntun Truk CPO, Jalan Lintas Duri Licin Kena Tumpahan Minyak Sawit
-
Mobil Listrik Mewah yang Berkeliaran di Jakarta Bakal Kena Pajak 75 Persen