- Kepala BPOM, Taruna Ikrar, inspeksi takjil dan melarang penggunaan pengawet atau pewarna berbahaya dalam makanan berbuka.
- BPOM menemukan mi kuning mengandung formalin setelah menguji lebih dari 2.000 sampel pangan di berbagai lokasi.
- BPOM juga mengawasi parsel Idulfitri dan mengimbau masyarakat menerapkan prinsip Cek KLIK saat membeli pangan.
Suara.com - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan, Taruna Ikrar, menegaskan makanan takjil yang dijual untuk berbuka puasa tidak boleh mengandung bahan berbahaya seperti pengawet, pewarna, maupun formalin.
Hal itu disampaikan Taruna saat melakukan inspeksi langsung ke lapak penjual takjil di sekitar kantor BPOM.
Dalam kegiatan tersebut, ia juga membeli beberapa jenis takjil sambil berdialog dengan pedagang.
“Makanan takjil seperti ini penting untuk diolah dengan aman, jangan menggunakan bahan pengawet, pewarna, atau bahan-bahan yang berbahaya untuk pangan,” kata Taruna dalam keterangannya, Kamis (5/3/2026).
BPOM mencatat masih ditemukan penggunaan zat berbahaya pada pangan yang dijual untuk berbuka puasa. Dari hasil pengawasan, salah satu temuan adalah mi kuning yang mengandung formalin.
Taruna mengatakan pihaknya telah memeriksa lebih dari 2.000 sampel dari berbagai lokasi, mulai dari fasilitas produksi pangan, pasar tradisional, hingga pedagang kaki lima.
Sampel tersebut diuji menggunakan laboratorium mobil keliling BPOM untuk mendeteksi bahan berbahaya dalam makanan.
“Kami masih menemukan makanan yang mengandung formalin, yaitu mi kuning. Tentu, pedagang kami minta untuk tidak menggunakan lagi mi tersebut dan selanjutnya akan kami berikan pembinaan agar tidak menggunakan lagi mi berformalin tersebut,” ujarnya.
Selain pengawasan takjil, BPOM juga menyoroti potensi pelanggaran dalam penjualan parsel menjelang Idulfitri. Taruna mengingatkan pelaku usaha agar tidak memasukkan produk rusak atau kedaluwarsa ke dalam kemasan parsel.
Baca Juga: Wajib Coba, Food Avenue Baru di Bogor Tawarkan Surga Kuliner Ramadan: Dari Soto Hingga Bakso!
“Permintaan parsel meningkat luar biasa sehingga kadang digunakan pengusaha untuk cuci gudang. Kami akan bertindak tegas dan melakukan inspeksi mendadak secara rahasia untuk memastikan isi parsel sesuai aturan,” kata dia.
Sejak satu minggu sebelum Ramadan, BPOM telah mengerahkan laboratorium keliling ke pasar-pasar dan sentra penjualan takjil di berbagai daerah untuk memastikan keamanan pangan yang dikonsumsi masyarakat.
“Hampir di seluruh Indonesia kita lakukan hal yang sama. Fokus kami adalah memastikan makanan, minuman, hingga obat yang dikonsumsi masyarakat betul-betul aman dari zat berbahaya seperti formalin dan pewarna terlarang,” kata Taruna.
BPOM juga mengimbau masyarakat agar lebih teliti saat membeli makanan, terutama menjelang Idulfitri ketika peredaran pangan meningkat. Untuk makanan kemasan, masyarakat diminta menerapkan prinsip Cek KLIK, yakni mengecek kemasan, label, izin edar, dan tanggal kedaluwarsa.
Berita Terkait
-
Intip 9 Ide Makanan untuk Berbuka Puasa yang Simpel Tapi Nikmat!
-
Azan Magrib Semarang Hari Ini Jam Berapa? Cek Jadwal Buka Puasa Lengkapnya
-
Manis dan Legit, Ini 4 Resep Aneka Kolak untuk Takjil Berbuka Puasa di Bulan Ramadan
-
Manhattan Hotel Jakarta Hadirkan Sajian Berbuka Puasa dengan Promo Pay 1 Get 2
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
Terkini
-
Kritik Kunjungan LN Prabowo, Mahfud MD: Terlalu Sering Itu Boros, Produknya Harus Jelas!
-
Detik-detik Wamen Imipas Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK, Ajudan Dorong Awak Media
-
Silmy Karim Diburu KPK, Menteri Imipas Angkat Bicara
-
Megawati Bakal Terima Penghargaan dari Timor Leste, PDIP Jajaki Kerja Sama Strategis
-
Prabowo ke Petugas MBG: Tak Mau Bekerja Baik, Silakan Minggir!
-
Dadan Hindayana Ditahan, Irma Suryani Prihatin DPR Tak Punya Alat Sanksi untuk Mitra Kerja
-
Jabar Raih Penghargaan Terbaik Dalam Anugerah Kearsipan 2026, Bukti Hormati Setiap Jejak Sejarah
-
KPK Sita 7 Mobil hingga Emas dalam OTT Imigrasi Jakbar
-
KPK Ungkap Wamen Imigrasi Silmy Karim Diduga Terlibat Kasus Izin Tinggal WNA
-
Tolak Wacana Rusun, Korban Kebakaran Kemayoran Minta Pemerintah Bantu Bangun Rumah Lagi