Suara.com - Toko kosmetik Panda Lovely cukup punya nama di Jawa Timur. Sebagai bukti, toko yang menyediakan segala jenis kosmetik ini telah memiliki empat cabang: Jombang, Kediri, Tulungagung, dan Mojokerto.
Tapi, apa yang diperoleh Panda Lovely tidak dicapai dengan mudah. Malah bisa dibilang, bisnis ini dijalankan dengan modal seadanya. Tapi dengan semangat, kerja keras, dan doa, Panda Lovely kini menjadi toko kosmetik pilihan kaum Hawa.
Panda Lovely dibangun oleh pasangan Indra Rinaldy dan istrinya, Siti Sholikah atau biasa disapa Sol. Indra tumbuh dari keluarga brokenhome, sementara Sol adalah anak seorang tukang becak di Nganjuk.
Dengan kondisi keluarga yang sederhana tak membuat Indra dan Sol pasrah dengan keadaan. Sebaliknya, kondisi sulit dijadikan cambuk untuk bisa meraih kesuksesan.
"Mulanya kami berbisnis fashion dengan brand Panda di Jombang. Kemudian merambah ke bisnis skincare. Semuanya dari modal yang kecil, jualan melalui online," ujar Indra, cerita soal awal membangun bisnisnya.
Indra dan Sol rupanya sukses berjualan di media online. Hingga akhirnya mereka membangun sebuah toko kosmetik dengan nama Panda Lovely. Pelanggan terus berdatangan hingga akhirnya Panda Lovely memiliki tiga cabang: Jombang, Kediri, dan Tulungagung.
"Di musim pandemi bisnis kami malah semakin meroket. Jadi kami beranikan untuk buka store di kota lain," imbuh Indra Rinaldy.
Setelah Jombang, Kediri, dan Tulungagung, Panda Lovely kemudian membuka cabang yang keempat di Mojokerto pada 11 September lalu.
Skincare saat ini sudah jadi kebutuhan harian yang penting, khususnya di kalangan perempuan muda. Jadi tak heran jika online shop maupun toko fisik yang menjual produk skincare terus bermunculan dan laris manis.
Baca Juga: Buka Cabang ke-13 di Depok, MS Glow Aesthetic Berancang-ancang Go International
"Meski sudah memiliki tiga toko offline, kami tetap menjalankan online store-nya di Instagram @pandalovely_id," imbuh Sol.
Lantas, mengapa Panda Lovely disukai para pelanggan? Menurut Indra dan Siti Sholikah, Panda Lovely memiliki konsep store kekinian yang nyaman dan menyediakan kelengkapan produk ter-update dari brand lokal dan internasional.
"Kami bekerjasama dengan ratusan merek skincare dan kosmetik seperti Wardah, Scarlett dan Somethinc. Brand luar juga tersedia di toko seperti COSRX, Ariul, dan masih banyak lainnya. Intinya, ada banyak brand lokal dan Korea, berbagai macam produk masker, dan pastinya produk-produk yang dijual sudah lulus uji BPOM. Jadi pelanggan bisa dapat yang mereka cari dari satu toko saja," ujar Siti Sholikah.
Untuk mempertahankan pelanggannya, Lovely Panda juga kerap mengadakan promo dan dengan kreativitasnya ikut tren yang belakangan ramai dilakukan di sosial media seperti ikoy-ikoyan. Indra dan Sol juga giat melakukan promosi melalui berbagai media sosial, seperti Instagram dan TikTok.
Pelayanan juga jadi nilai plus Panda Lovely dalam memperlakukan para pelanggan yang datang ke toko.
"Alhamdulillah, di luar ekspektasi, antusiasme dan animo dari customer lokal Mojokerto yang penasaran dengan store Panda Lovely sangat besar. Apalagi ternyata sudah banyak yang tahu Panda Lovely sebelumnya," kata Indra.
Berita Terkait
-
Bye Kulit Kering! 4 Hydrogel Mask Korea Panthenol Kunci Skin Barrier Kuat
-
Mikroplastik dalam Kosmetik: Bagaimana Produk Kecantikan Bisa Mencemari Lingkungan?
-
6 Skincare Wardah untuk Meratakan Warna Kulit Belang, Wajah Glowing Dalam 2 Minggu!
-
5 Clay Mask Korea Kemasan Jar untuk Atasi Minyak dan Pori
-
3 Rekomendasi Skincare Penghilang Flek Hitam untuk Usia 50 Tahunan, Lengkap dengan Review
Terpopuler
- Singapura Diguncang Gelombang Protes Rakyatnya, Buntut Rencana Penggundulan Hutan untuk Perumahan
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
Pilihan
-
Pidato Pertama Usai Jadi Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
Terkini
-
Gus Yusuf Serukan NU Kembali Guyub Usai Muktamar: Tak Ada Lagi Kubu-kubuan
-
Jakarta-Jambi Perkuat Kerja Sama, Dari Transformasi Digital hingga Pelatihan Pemadam Kebakaran
-
Daya Beli Melemah di Era Prabowo-Gibran, Harga Kebutuhan Pokok Jadi Beban Warga
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Sosok Wakapolda Riau: Pernah Tangkap Hercules, Kini Jadi Kapolda di Papua
-
Bukan Cuma Pembakar Lapangan, Wamen HAM Ungkap Siapa yang Harus Diseret ke Hukum Saat Karhutla
-
Gerindra Protes Approval Rating Prabowo di Bawah 50 Persen: Padahal Kerjanya Bagus
-
Keluarga Sutrimo Tagih Hasil Ekshumasi ke Polisi dan Pertanyakan HP yang Hilang
-
Dari Pracimantoro hingga Papua Membongkar Mitos Pembangunan Jawa-Sentris
-
Kualifikasi Piala Asia U-20 2026: Australia Bawa 3 Pemain Liga Inggris Hadapi Timnas Indonesia