Press Release / pressrelease
Ferry Noviandi
Bro Kitchen [Instagram]

Suara.com - Banyak usaha yang gulung tikar akibat pandemi Covid-19. Tak terkecuali bisnis di bidang kuliner, akibat aturan PPKM yang membuat orang malas mendatangi tempat makan.

Tapi meski begitu, rupanya masih ada bisnis yang tidak saja meraup untung, tapi juga membuka banyak cabang di tengah kondisi sulit saat ini. Adalah brand kuliner Bro Kitchen yang sukses meraih pencapaian tersebut.

Salah satu menu di Bro Kitchen, Ketoprak Shirataki. [Instagram]

Bro Kitchen sendiri merupakan brand kuliner dengan konsep multi brand, yakni dalam satu store atau kitchen beroperasi empat brand sekaligus. Empat brand tersebut antara lain Ketoprak Wow, Ayam Bebek Padeh, Nasi kulit Pades dan Kopi en Tea.

Lantas, apa rahasia suksesnya? Seperti diketahui, sejak pandemi orang-orang lebih menyukai membeli makanan melalui aplikasi online. Bro Kitchen sadar akan hal itu hingga kemudian mengonsentrasikan penjualannya melalui online.

Baca Juga: Baso Aci Kuah Pedas, Bahan dan Cara Membuatnya Gampang Banget!

"Saat ini sebagian besar penjualan berasal dari aplikasi online (GrabFood, GoFood, Shopee Food, dan lainnya). Oleh karena itu manajemen digital Bro Kitchen harus kuat. Selain itu support system kemitraannya juga harus sempurna," kata Davin Azhar, salah satu founder Bro Kitchen.

Bro Kitchen [Instagram]

Selain karena sistem penjualan online, keunikan menu makanan di Bro Kitchen juga menjadi salah satu senjata yang membuat mereka bisa meraih kesuksesan. Ketoprak WOW misalnya, makanan yang bisa dibilang tradisional ini dimodifikasi menjadi lebih modern dan kekinian. Salah satu inovasi menu ketopraknya yaitu Ketoprak Wow Indomie Viral dan Ketoprak Wow Korean Spicy Noodle yang terbukti menjadi best seller di aplikasi online.

Selama masa pandemi, Bro Kitchen sukses melakukan ekspansi hingga puluhan outlet di Jabodetabek dan beberapa daerah lainnya seperti Yogyakarta. Dilansir dari situs resmi Bro Kitchen, dgpboga.com sampai saat ini sudah ada 40 outlet lebih tersebar di Jabodetabek hanya dalam waktu delapan bulan selama pandemi.

Komentar