Suara.com - Indonesia mendapatkan bantuan sebesar US$150.000 atau setara Rp2.14 miliar dari perusahaan farmasi Merck & Co., Inc atau MSD untuk menangani pandemi Covid-19.
Donasi tersebut disalurkan kepada organisasi kemanusiaan global seperti Americares, Direct Relief, dan Project HOPE, yang bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan serta Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan lembaga lokal untuk penyediaan alat pelindung diri (APD), pasokan medis, dan konsentrator oksigen, dan hal-hal penting lainnya.
Dikutip dari siaran pers, Jumat (19/11/2021), bantuan tersebut bertujuan untuk mendukung sistem perawatan kesehatan dan rumah sakit di Indonesia akibat gelombang kedua pandemi COvid-19 yang terjadi beberapa waktu lalu.
"Pandemi Covid-19 memberikan dampak pada negara-negara secara global dan kami bangga bahwa MSD di Indonesia dapat memberikan bantuan kepada masyarakat Indonesia selama masa-masa yang belum pernah terjadi sebelumnya," kata Managing Director MSD di Indonesia, George Stylianou.
Merupakan tanggung jawab semua orang, termasuk pemerintah dan sektor swasta, untuk meminimalkan dampak pandemi, terutama kepada komunitas yang paling rentan," kata George.
Beberapa gambaran umum pemberian bantuan dari MSD di Indonesia dalam upaya penanganan wabah pandemi seperti pada tahun 2020, MSD bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan RI dan asosiasi PDPI, POI, dan PERDATIN Jaya mendonasikan APD seperti baju pelindung, sarung tangan bedah, masker bedah, masker N-95, face shield, pelindung mata (googles) dan hand sanitizer.
MSD di Indonesia juga bermitra dengan Mercy Corps Indonesia, meluncurkan Program Dukungan untuk Usaha Mikro dan Kecil melalui Adaptive Digital Advisory dan Program Layanan Keuangan untuk Mengatasi Dampak Covid-19 (Summer Act) yang berlokasi di Malang Raya, Jawa Timur, Indonesia.
Untuk melaksanakan inisiatif ini, MSD memberikan dukungan sebesar US$100.000 atau sekitar Rp 1,44 miliar, melalui Mercy Corps Indonesia.
Tujuan dari program kemitraan selama satu tahun yang dimulai pada Juli 2021 adalah dukungan untuk masyarakat lokal, khususnya pemilik usaha mikro dan kecil yang terkena dampak Covid-19 dengan memberikan akses pendidikan dan informasi, fasilitas kebersihan, pendampingan digital, dan modal bisnis.
Baca Juga: Moeldoko: Solidaritas Masyarakat Modal Kalahkan Pandemi Covid-19
"Program ini juga memastikan pendekatan Kesetaraan Gender dan Inklusi Sosial diterapkan sesuai dengan United Nations Sustainable Development Goals (SDGs)," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Masyarakat Doyan Gunakan Pinjol, Utangnya Tembus Rp105,14 Triliun
-
Teknologi Keselamatan UD Trucks Quester Dukung Distribusi Logistik yang Lebih Aman
-
Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
-
10 Sisi Terang dan Gelap Zodiak Cancer, Diklaim Jadi Zodiak Paling Banyak di Indonesia
-
Darurat Algoritma, Saat Anak Jadi Alat Promosi Vape di YouTube
-
Ketika Orang Hilang Tak Segera Dicari, Siapa yang Bertanggung Jawab?
-
Korban Selamat KM Mutiara Sentosa II Tiba di Surabaya
-
Berangkat Dari Kalimantan, Om Basri Siap Hadapi Penyidik Polda Sulsel
-
4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
-
5 Alasan Kenapa Hotel Bersejarah Ini Bakal Jadi Spot Hits Terbaru di Bangkok