Suara.com - Penggunaan plastik dalam kemasan air minum menjadi masalah baru yang perlu diperhatikan serius, agar tidak meningkatkan jumlah sampah yang semakin banyak setiap tahunnya.
Menyadari pentingnya keberlangsungan lingkungan, Coca-Cola Europacific Partners Indonesia pun telah melakukan berbagai upaya berlanjutan, demi menghasilkan produk yang ramah lingkungan.
Terbaru, CCEP Indonesia menyebut sudah menggunakan teknologi pembotolan terkini yang disebut sebagai Affordable Small Sparkling Package (ASSP). Dengan teknologi ini, berbagai bahan digabungkan untuk digunakan dalam proses pembuatan kemasan, dan berhasil menurunkan penggunaan plastik hingga 40 persen saja.
Penggunaan ASSP sejalan dengan misi CCEP Indonesia dalam mempersiapkan fasilitas daur ulang botol plastik, serta pemasangan atap panel surya di pabrik Bekasi 1 yang merupakan bagian dari komitmen dalam pengurangan jejak karbon.
“Untuk memperkuat peran kami dalam memberikan nilai yang berkelanjutan, kami juga telah melakukan berbagai upaya dalam memaksimalkan cara kami melakukan bisnis, salah satunya melalui investasi besar pada sistem dan teknologi manufaktur canggih yang telah diterapkan pada proses produksi pabrik secara keseluruhan," ujar Lucia Karina selaku Direktur Public Affair Communications dan Sustainability Coca-Cola Europacific Partners Indonesia.
Untuk dapat memperkuat syarat standar yang dijunjung tinggi, investasi dalam membangun laboratorium penjaminan mutu kualitas produk di setiap pabrik juga telah dimanfaatkan. Salah satunya pada pabrik Bekasi 1 CCEP Indonesia dengan luas 21,8 hektar yang memiliki rangkaian fasilitas berteknologi tinggi untuk menunjang proses manufaktur.
Dalam segala hal yang dilakukan, mulai dari pemilihan bahan untuk melakukan produksi hingga mengantarkannya pada konsumen, CCEP Indonesia selalu konsisten dalam menerapkan sistem standar manajemen bermutu tinggi dalam memastikan bahwa perusahaan selalu menawarkan produk dengan kualitas terbaik kepada konsumen di Indonesia.
Salah satunya melalui kelayakan produk yang telah disertifikasi Halal dari Majelis Ulama Indonesia sejak tahun 1994 dan pemberdayaan potensi hasil pangan petani Indonesia salah satunya melalui pemilihan bahan baku yang menggunakan teh asli Indonesia yang berkualitas.
Pabrik Coca-Cola di Indonesia telah beroperasi sejak tahun 1932 berkat antusiasme besar konsumen terhadap brand Coca-Cola, yang telah menjadi minuman penyemangat favorit sejak kehadirannya di Indonesia pada tahun 1927. Sejak saat itu, perusahaan Coca-Cola telah memberikan kontribusi penting bagi perkembangan masyarakat, baik sebagai penyedia lapangan pekerjaan, investor, maupun sebagai anggota masyarakat yang peduli dan selanjutnya terus meningkatkan komitmen jangka panjangnya, sesuai dengan visi dan misinya dalam memberikan nilai terbaik bagi Indonesia.
Baca Juga: Gerakan Bebas Sampah Plastik Makin Masif, Bima Arya: Kalau ke Bogor Jangan Bawa Plastik
“Coca-Cola memiliki visi Refresh the world and make difference. Kami bersemangat dalam menghadirkan rangkaian pilihan produk minuman yang digemari oleh konsumen dan masyarakat secara luas, menciptakan bisnis yang lebih berkelanjutan, serta bermitra untuk masa depan bersama yang lebih baik bagi masyarakat, komunitas, dan planet ini. Baik di Indonesia dan di seluruh dunia, kami berkembang menjadi perusahaan minuman lengkap, yang menawarkan portofolio luas minuman dengan cita rasa tinggi dalam berbagai kategori minuman ringan, air mineral, jus, susu, dan teh,” kata Triyono Prijosoesilo, Direktur Public Affairs, Communications and Sustainability, Coca Cola Indonesia.
Berita Terkait
-
Belanja Tanpa Plastik: Seberapa Efektif Tas Reusable Kurangi Sampah?
-
TPA Terancam Penuh 2028, Apa yang Sebenarnya Terjadi dengan Sampah Indonesia?
-
Mungkinkah Mewujudkan Ramadan Tanpa Plastik?
-
Ketika Sampah Plastik Bisa Jadi 'Tabungan' yang Ramah Lingkungan
-
Jakarta Juara Sampah Plastik, Tapi Morowali Tertinggi Per Kapita Imbas Ledakan Industri Nikel
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Mengenal Inovasi dan Manfaat Lelang bagi Perekonomian Nasional
-
Rakhano Rilis "Sempat Tak Sempat", Lagu Galau yang Bikin Susah Move On
-
Paramount Land Gelar Pesta Rakyat 'Sinergi dalam Satu Harmoni'
-
Edukasi dan Promosi Kelestarian Hutan, FSC Forest Week di Indonesia Resmi Diluncurkan
-
Pastry Chef Audrey Tampi Gelar Demo Masak Eksklusif di Jakarta
-
Custom Desain Cincin Pernikahan Jadi Tren, Buat Cinta Makin Jadi Lebih Bermakna
-
Meriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-79 dengan Tingkatkan Nasionalisme dan Eratkan Kebersamaan antar Karyawan
-
Rayakan HUT RI, Pergikuliner Festival Ruang Rasa Hadirkan Ragam Kuliner Indonesia di Central Park
-
Rayakan Hari Kemerdekaan Bersama Lebih dari 6000 Siswa dengan Berbagi Es Krim Gratis di Seluruh Indonesia
-
Terinspirasi HUT RI di IKN, The House of Arwuda Luncurkan Parfum Independence