- Analisis SIPSN menunjukkan variasi karakter timbulan sampah plastik dan kertas/karton antar wilayah Indonesia.
- Jakarta adalah penghasil sampah plastik dan kertas total terbesar, sementara Morowali dan Banjarmasin tertinggi per kapita.
- Solusi mencakup digitalisasi layanan publik dan penerapan skema Tanggung Jawab Produsen (EPR) untuk pengurangan sampah.
Suara.com - Analisis NEXT Indonesia Center terhadap data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menunjukkan perbedaan karakter timbulan sampah antar daerah, terutama pada kategori plastik serta kertas/karton.
Secara volume total, wilayah metropolitan Jakarta masih menjadi penghasil sampah plastik terbesar. Jakarta Timur menghasilkan 198.876 ton sampah plastik dan Jakarta Barat 185.428 ton. Kabupaten Cirebon tercatat di posisi berikutnya dengan 182.492 ton.
Namun berdasarkan perhitungan per kapita, Kabupaten Morowali di Sulawesi Tengah mencatat angka tertinggi nasional untuk sampah plastik, yakni 105 kilogram per kapita per tahun.
“Lonjakan ini merupakan efek samping dari pertumbuhan masif industri nikel. Datangnya ribuan pekerja ke kawasan industri memicu timbulan sampah yang tidak dibarengi dengan kesiapan infrastruktur, seperti armada pengangkut dan fasilitas TPA yang memadai,” kata Sandy dalam keterangannya, Senin (16/2/2026).
Selain plastik, sampah kertas/karton juga terkonsentrasi di wilayah metropolitan. Jakarta Timur mencatat timbulan 149.395 ton, disusul Jakarta Barat 139.293 ton dan Jakarta Selatan 126.194 ton.
Akan tetapi, secara per kapita, Kota Banjarmasin kembali mencatat angka tertinggi nasional untuk sampah kertas sebesar 103 kilogram per kapita per tahun.
Sandy menyebut digitalisasi layanan publik dapat menjadi salah satu langkah untuk menekan timbulan sampah kertas.
"Kita harus bergeser dari sekadar angkut-buang menuju pengurangan nyata dari sumbernya. Misalnya program seperti digitalisasi layanan publik sangat efektif untuk mengurangi sampah kertas secara signifikan," tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya pembatasan kemasan sekali pakai melalui skema tanggung jawab produsen atau Extended Producer Responsibility (EPR).
Baca Juga: Fakta Baru CCTV: Korban Kecelakaan Maut Transjakarta di Pondok Labu Sempat Sempoyongan
Menurutnya, produsen harus bertanggung jawab atas seluruh siklus hidup produknya untuk menekan limbah plastik.
NEXT Indonesia Center mencatat penguatan pelaporan data melalui SIPSN perlu menjadi prioritas agar mencakup seluruh 514 kabupaten/kota di Indonesia.
"Data yang lengkap adalah senjata utama kita untuk merumuskan kebijakan sampah yang efektif bagi masa depan. Tanpa program yang konsisten dan terukur, ancaman TPA penuh pada 2028 akan sulit dihindari,” ucapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- Sunscreen Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
Pilihan
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
Terkini
-
Sambutan Istimewa untuk Presiden Belarus, Dari Pasukan Berkuda hingga Bermalam di Istana Negara
-
Bupati Purwakarta Minta Maaf soal Lagu Lalaki Langit Viral, Sebut Tak Bermaksud Rendahkan Wanita
-
Prancis Dilanda Kebakaran Hebat, Lahan 700 Hektare Terbakar saat Cuaca Ekstrem
-
Dugaan Kekerasan terhadap Dokter Muda di NTT Diminta Diusut Transparan
-
Kronologi Santriwati Diduga Dicabuli Pimpinan Ponpes di Bogor
-
Diajak Belajar Kitab Kuning, Santriwati Diduga Jadi Korban Perbuatan Cabul
-
Polemik Lagu Lalaki Langit Ciptaan Bupati Purwakarta, Disindir Rossa hingga Disomasi LBH Jabar
-
Ahmad Luthfi Luncurkan Logis, Warga Jateng Kini Bisa Konsultasi Psikolog Gratis
-
Kemlu Qatar: Perundingan Sukses, AS dan Iran Kembali Bertemu Usai Pemakaman Ali Khamenei
-
Kronologi Penyekapan Karyawan Padel Kebayoran Lama: Berawal dari Raket Hilang