Suara.com - Di masa pandemi, kegiatan dan kebiasaaan masyarakat tak terkecuali kelompok pekerja aktif banyak mengalami perubahan, terutama perilaku yang terkait dengan kesehatan dan pola konsumsi harian. Konsumsi air merupakan salah satu hal yang menjadi sorotan, karena masyarakat seringkali lupa ataupun menyepelekan pentingnya untuk tetap menjaga kebutuhan hidrasinya selama masa pandemi.
Bekerja dari rumah dengan aktivitas fisik rendah serta didukung ruangan yang nyaman dengan pendingin seringkali menyebabkan tubuh tidak merasa haus. Di sisi lain, bekerja dari kantor mengharuskan pekerja terus memakai masker dan seringkali membuatnya menunda untuk minum karena harus melepas masker. Dua kondisi tersebut, baik bekerja dari rumah maupun kantor menghadirkan risiko bagi masyarakat untuk menurunkan asupan minumnya dan meningkatkan risiko dehidrasi.
Terkait hal ini, sebagai salah satu pembicara dalam sesi webinar “Edukasi Hidrasi Sehat Bagi Pekerja Aktif” yang diselenggarakan oleh FKUI, Ahli Ilmu Kedokteran Kerja FKUI, dr. Ade Mutiara, MKK, SpOK, menekankan bahwa air merupakan zat gizi dengan kontribusi terbesar dalam tubuh.
“Sebanyak dua per tiga tubuh kita terdiri dari air yang fungsinya tidak bisa digantikan oleh zat gizi lain. Karena tubuh tidak bisa memproduksi air, kebutuhan air harus terpenuhi melalui konsumsi cairan dengan jumlah yang cukup agar tubuh dapat berfungsi secara optimal. Pekerja untuk menjalankan aktivitas pekerjaannya memerlukan asupan cairan dengan jumlah yang cukup. Jumlah kebutuhan cairan sebaiknya disesuaikan dengan aktivitas pekerjaan dan juga kondisi lingkungan kerja pekerja tersebut.” kata Ade ditulis Sabtu (18/12/2021).
Sementara itu, pada kesempatan yang sama Ahli Ilmu Kedokteran Komunitas FKUI yang juga merupakan tim IHWG FKUI, dr. Dewi Friska, MKK mengatakan, hasil penelitian yang dilakukan oleh IHWG untuk mengetahui asupan cairan pekerja aktif di masa pandemi pada 246 pekerja menunjukkan bahwa rata-rata minum para pekerja adalah sebanyak 1882 mL per hari.
"Jumlah ini masih di bawah rekomendasi Kementerian Kesehatan bagi laki-laki dewasa. Sebanyak 53,7% pekerja belum mengonsumsi air dalam jumlah yang cukup. Walaupun, sebanyak 89,8% dan 98,4% pekerja menyatakan bahwa telah tersedia air minum yang terjangkau di kantor maupun di rumah, namun tetap terdapat 19,1% pekerja yang tidak terbiasa menyiapkan air minum di meja kerja selama bekerja di kantor,” ucapnya.
“Tubuh yang tidak terhidrasi dengan baik dapat menyebabkan penurunan fungsi, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Dalam jangka pendek, kekurangan air sebanyak 2% saja dapat menurunkan kemampuan kognitif, konsentrasi, performa, dan memori. Dengan mengonsumsi air dalam jumlah cukup, mood juga terjaga dengan baik, sehingga diharapkan dapat mendukung kualitas kerja para pekerja.” demikian disampaikan moderator Dr. dr. Aria Kekalih.
Nutrition & Science Director Danone-AQUA, dr. Tria Rosemiarti, sebagai mitra pendukung kebiasaan minum yang baik dan gaya hidup sehat, juga turut menjelaskan, untuk memenuhi kebutuhannya, orang dewasa perlu minum 7 gelas air untuk perempuan dan 8 gelas air untuk laki-laki.
Hal ini didasari oleh rekomendasi Kementerian Kesehatan tahun 2019 dalam pedoman Angka Kecukupan Gizi yang menyebutkan bahwa laki-laki membutuhkan 2500 mL air per hari dan perempuan membutuhkan 2350 mL air per hari. Jumlah ini tentu lebih banyak bagi pekerja yang memerlukan aktivitas tinggi atau bekerja di lingkungan yang panas.
Baca Juga: 4 Kebiasaan Buruk yang Dapat Merusak Otak, Hentikan Sekarang!
Selain kuantitas air minum, penting juga memperhatikan kualitas air yang di konsumsi. Air minum yang baik tentunya memiliki kriteria tidak berwarna, tidak berbau, tidak berasa dan tidak mengandung zat-zat berbahaya. Hal yang perlu diingat juga kita harus memastikan sumber air nya berkualitas dan terlindungi dan telah sesuai dengan standar serta regulasi yang telah ditetapkan oleh BPOM dan pemerintah.
Ketua IHWG FKUI, Dr. dr. Diana Sunardi, MGizi, SpGK, menyampaikan FKUI menyelenggarakan kegiatan sosialisasi Hidrasi Sehat Pada pekerja Aktif yang merupakan bagian dari Kegiatan Pengabdian Masyarakat “Hidrasi Sehat di Masa Pandemi pada Pekerja dan Tenaga Kesehatan melalui Program PAK RAMA”, yang salah satunya melalui sesi webinar “Edukasi Hidrasi Sehat Bagi Pekerja Aktif” ini.
Webinar ini diselenggarakan dengan dukungan dari Indonesian Hydration Working Group – Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (IHWG – FKUI) bekerjasama dengan Program Studi Magister Kesehatan Kerja Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (Prodi MKK- FKUI) dan mendapatkan dukungan pendanaan hibah dari Direktorat Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Universitas Indonesia (DPPM UI).
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi salah satu sarana untuk membagikan fakta dan informasi terbaru mengenai hidrasi dan kesehatan kepada para pekerja dan masyarakat secara luas yang semakin relevan pada kondisi pandemi seperti saat ini, melalui program “PAK RAMA” yaitu Pekerja Aktif Rajin Minum Air.
IHWG merupakan salah satu klaster riset di dalam lingkup FKUI yang memiliki kepedulian utama pada hidrasi dan kesehatan. Dalam perjalanannya sejak 9 tahun lalu, IHWG selalu mengedepankan visi sebagai klaster riset yang meningkatkan ilmu pengetahuan tentang hidrasi (advancing in hydration science) dan membagikan pengetahuan terkait hidrasi dan kesehatan (sharing in hydration knowledge).
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
Terkini
-
Shio Apa yang Cocok untuk Pasangan dengan Shio Naga?
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Literasi Kelas Menengah: Saat Hobi Membaca Menjadi Sebuah Privilege
-
Mengapa Transportasi Umum Jadi Pilihan Terbaik untuk Mobilitas Sehari-hari di Jakarta
-
OJK Restui Merger BPRS Rizky Barokah ke BPRS PNM Mentari, Industri Perbankan Syariah Makin Kuat
-
Target Harga Saham BBRI Tembus 3.400, Apa Faktor Pendukungnya?
-
626 PMI Pulang Tinggal Nama, Mengapa Jalur Ilegal Masih Tinggi Peminat?
-
MLBB x Street Fighter 6 Ubah Land of Dawn Jadi Arena Fighting Ultra-Responsif!
-
Pemutihan Denda Pajak Kendaraan Digelar di Riau, Berlaku Selama Agustus