Suara.com - Di bilangan Mampang, Jakarta Selatan, terdapat sosok penjual jamu keliling yakni Sumiyem, seorang ibu dari seorang anak perempuan berusia 12 tahun, yang tidak pernah menyangka bahwa keberaniannya untuk menjadi Mitra Shopee di usianya yang memasuki 43 tahun bisa membawa berkah di hidupnya.
Pada tahun 2003, ia merantau dari Solo ke Jakarta bersama suaminya yang bekerja sebagai pekerja bangunan. Tak ingin hanya berdiam diri di rumah, pada 2010 Ibu Sumiyem mulai mencoba usaha lain untuk mendapat penghasilan tambahan yang ia mulai dari jualan jamu keliling serta pulsa di rumahnya. Kini, ia berhasil menciptakan aliran pemasukan baru bagi keluarganya yang dapat menjadi sumber tabungan untuk masa depan anaknya.
Keberanian Sumiyem untuk menjajaki bisnis sampingan datang saat anaknya memasuki sekolah dasar dan mulai memiliki kebutuhan pulsa dan paket data untuk mendukung kegiatan belajarnya. Ia mendengar tentang Mitra Shopee dan murahnya harga produk digital yang ditawarkan.
Di situlah ia memberanikan diri untuk mulai memanfaatkan teknologi yang menunjang usaha tambahannya menjual berbagai produk digital bersama Mitra Shopee. Menurut Sumiyem, selain mudah digunakan oleh ia yang usianya tak lagi muda, Mitra Shopee juga memberikan potensi keuntungan berkat harga yang terjangkau.
Setiap harinya Sumiyem bangun pada pukul empat pagi guna menyiapkan racikan jamu yang akan dijualnya. Sembari menjajakan jualannya di sekitar lingkungan ia tinggal, ia pun membangun relasi dengan para pelanggannya dan sekaligus menawarkan berbagai produk digital yang dijualnya melalui aplikasi Mitra Shopee.
Sejak bergabung menjadi Mitra Shopee pada tahun 2020 hingga sekarang, ia telah memiliki banyak pelanggan yang dapat dengan mudah membeli pulsa, paket data, token listrik, dan berbagai produk dan layanan digital lain darinya. Para pelanggannya pun dapat menggunakan jasa Mitra Shopee dari Sumiyem untuk mengisi saldo ShopeePay mereka.
Sumiyem mengatakan, “Saya tidak memiliki toko atau warung. Setiap hari saya berjualan jamu menggunakan sepeda di daerah sekitar rumah saya. Berjualan jamu itu tidak satu hari penuh, biasanya siang sampai malam saya sudah pulang dan bisa santai.
Namun, sebagai ibu dengan anak yang masih sekolah, waktu santainya saya gunakan untuk berjualan produk digital dari rumah. Harga murah yang ditawarkan Mitra Shopee dan hubungan baik dengan para pelanggan membuat mereka setia berbelanja pada saya, sehingga tidak sedikit dari mereka yang selalu menghubungi saya setiap kali memerlukan isi pulsa atau membeli token listrik.”
Sumiyem mengakui bahwa dirinya ingin menjadi contoh bagi anaknya sebagai sosok perempuan yang gigih dalam berbisnis dan bekerja. Ia kerap mengajari sang anak untuk membantu memproses pesanan pelanggan yang masuk ketika dirinya sedang mengerjakan aktivitas rumah tangga lainnya.
Baca Juga: 4 Bisnis Menjanjikan Tahun 2022, Usaha Online Makin Dilirik
Untungnya, aplikasi Mitra Shopee mudah digunakan, sehingga anak Sumiyem pun tidak mengalami kesulitan dalam membantu ibunya berjualan. Sumiyem menjelaskan bahwa selain untuk membeli kebutuhan, penghasilan yang didapatkan dari berbisnis produk digital melalui Mitra Shopee sengaja disisihkan untuk kebutuhan sang anak di kemudian hari.
“Suami saya bekerja di bidang konstruksi dan tambahan penghasilan yang saya bawa pulang sangat membantu kami dalam menyiapkan kebutuhan anak kami yang saat ini duduk di kelas lima sekolah dasar dan sedikit lagi masuk SMP. Saya bersyukur walaupun usia tidak lagi muda, tapi saya bisa dengan cepat memanfaatkan teknologi untuk mendapat penghasilan tambahan menggunakan Mitra Shopee,” tambah Sumiyem.
Sebagai seorang ibu, Sumiyem memilih untuk mengisi waktu kosongnya dengan aktivitas yang dapat membantu keluarganya mendapatkan penghasilan lebih. Mendalami bisnis sambilan merupakan salah satu cara menggunakan waktu luang yang positif, dan dapat menginspirasi anak-anak untuk pantang menyerah dan bersemangat tinggi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
BEM Persatuan se-DKI Ajak AMPB Jaga Ruang Demokrasi Jelang Aksi di DPR
-
Situasi Terbaru Bukit Serelo Lahat Terbakar, Karhutla Diperkirakan Capai 350 Hektar
-
Program KPR Renovasi BRI, Ketentuan Suku Bunga Ringan dan Tenor Panjang
-
Dari Kebab ke QRIS, Cerita Farhan Kebab Tumbuh Bersama Bank Sumsel Babel
-
Amnesty International Soroti Kemunduran Demokrasi: Banyak Partai, tapi Suaranya Satu
-
Panas Bumi Jadi Andalan Transisi Energi, Pemerintah Dorong Pemanfaatannya Lebih Cepat
-
Katarak Kongenital pada Anak dan Pentingnya Deteksi Sejak Dini
-
Semarak Turnamen Bulu Tangkis di Mall Solo, 219 Peserta Ikut Bertanding
-
Komunikasi Politik Prabowo Dinilai Kerap Blunder, Akademisi: Bisa Rugikan Pemerintah
-
PTBA Hadir untuk NTT, Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Bencana