Kamis, 03 Maret 2022 | 23:52 WIB
Ilustrasi ekonomi digital. (Freepik)

Memfasilitasi program bimbingan bisnis dan karier yang komprehensif untuk mempersiapkan talenta dalam menghadapi transformasi dan disrupsi ekonomi digital. Dibutuhkan bimbingan diantaranya bagi talenta dan bisnis yang terkena dampak transformasi digital, serta untuk siswa putus sekolah agar mengasah keterampilan mereka sesuai kebutuhan industri.

4. Pelatihan yang inklusif dan mudah diakses

Kolaborasi dengan pemerintah daerah, masyarakat, dan perusahaan untuk memberdayakan talenta melalui pelatihan inklusif yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini. Kolaborasi ini diantaranya untuk mendorong talenta, termasuk UMKM, agar memanfaatkan teknologi untuk berkembang.

Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) juga menyambut baik studi yang dilakukan Lazada. Bima Laga, Ketua Umum idEA mengatakan bahwa idEA membuka forum komunikasi untuk anggotanya demi mendukung pengembangan talenta di Indonesia.

“idEA juga memiliki beberapa program kemitraan dan kegiatan, salah satunya kita menyelenggarakan job fair yang bernama idEA Walks untuk menjaring lebih banyak talenta digital, khususnya di SMA dan SMK, yang siap kerja sesuai dengan kebutuhan industri," katanya.

Dan sebagai satu-satunya dari asosiasi industri di Indonesia, Bima berpendapat bahwa Indonesia masih butuh mengembangkan kemitraan antar pemangku kepentingan dan terus meningkatkan kualitas keterampilan penting bagi talenta ekonomi digital di Indonesia.

"Ini adalah tugas seluruh pemangku kepentingan baik itu pemerintah, sektor pendidikan dan juga sektor swasta,” pungkasnya.

Load More