Suara.com - Saat ini, semakin banyak alat kebersihan berbasis teknologi yang berlomba-lomba menawarkan kemudahan. Akan tetapi, alat kebersihan konvensional senantiasa bertahan dengan sejumlah daya tariknya.
Pasalnya, alat kebersihan konvensional seperti sapu, kain pel, lap, punya fleksibilitas dan aspek familiaritas yang tidak bisa digantikan oleh mesin.
“Penggunaanya lebih hemat energi karena tidak membutuhkan tenaga listrik. Perawatan dan penyimpanannya juga relatif lebih mudah. Agar fungsinya maksimal, kuncinya, kita perlu memahami faktor-faktor penting dalam memilih alat kebersihan.” ujar Anggun Supanji Direktur Utama Klinko, produsen alat kebersihan lokal yang menggunakan material benang daur ulang.
Berikut sejumlah tips memilih alat kebersihan dari Klinko:
Pahami Jenis Alatnya
Alat kebersihan yang populer sekaligus penting untuk dimiliki antara lain kain pel, lap, serbet, dan keset. Jenis ruangan serta bangunan, baik rumah ataupun perkantoran juga menjadi pertimbangan dalam menentukan model alat tersebut. Contohnya, kain pel jenis lobby duster dapat diandalkan untuk membersihkan area yang luas seperti koridor perkantoran, aula, lobby, yang ada di tempat-tempat umum. Bentuknya yang flat, persegi panjang, berukuran 60-80 cm dapat menjadi pengganti sapu konvensional yang membantu Anda membersihkan lantai dengan efisien dan mampu menjangkau sudut-sudut ruangan. Sementara, untuk di rumah, Anda cukup menggunakan kain pel string yang standar.
Kenali Materialnya
Bahan baku yang berkualitas umumnya ditandai dengan daya serap yang tinggi serta cepat kering. Kini marak kain pel dan lap yang terbuat dari microfiber, yaitu bahan sintetis yang menghasilkan tekstur lembut dan memiliki partikel halus yang bisa menembus debu. Ada juga bahan katun, busa, sumbu, serat karbon yang memiliki masing-masing keunggulan.
Contoh lain, untuk kamar mandi dan dapur, sebaiknya Anda memilih keset berbahan wool dengan desain anti slip yang mampu menyerap air lebih baik.
Baca Juga: Baznas Sekolahkan Yatim Piatu hinggga Anak Petugas Kebersihan ke Luar Negeri
Berbeda dengan material microfiber biasa, Klinko menggunakan micro polyester, yaitu merekayasa serat polyester yang memiliki daya serap 10 kali lebih efektif dari material katun. Hal tersebut merupakan salah satu wujud Klinko dalam menerapkan prinsip ramah lingkungan di mana produknya menggunakan 80% bahan daur ulang (recycle yarn) hasil limbah tekstil dan tanpa proses pewarnaan kembali. Produk-produk Klinko terbukti memiliki daya serap yang tinggi dan lebih ramah bagi lingkungan dan kesehatan.
Metode Pembuatan
Alat kebersihan diproduksi melalui proses jahit dengan berbagai teknik tergantung pada model/motif yang ingin dihasilkan. Contoh, keset wool dibuat dari benang yang ditenun sehingga memunculkan tekstur bulu pada permukaan keset sehingga menyerupai bulu wool dan nyaman ketika digunakan. Ada juga keset spiral yang menggunakan teknik braiding yarn yang dipadatkan sehingga menyerupai tambang, dengan tampilan warna dan desain yang menarik.
Masa Pakai
Pilihlah alat kebersihan yang bisa dipakai berulang dan digunakan berkali-kali. Selain hemat biaya, Anda juga turut menjaga lingkungan. Pertimbangkan mengganti alat kebersihan seperti kain pel setiap 4-5 bulan sekali, apabila digunakan dan dibersihkan secara rutin. Sementara untuk keset yang diletakkan di teras, cek kondisinya setiap 6 bulan sekali. Begitupun dengan serbet makan, segera ganti apabila kondisinya sudah robek dan meninggalkan noda yang tidak bisa dibersihkan. Pasalnya, hal tersebut bisa menjadi sarang kuman di sekitar meja makan Anda.
Mudah Untuk Dibersihkan
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Istimewa! Eks Jampidsus Febrie Ditahan Tanpa Rompi Pink dan Tangan Tak Diborgol
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Merawat Koperasi agar Berdaya Melampaui Dinamika Politik
-
55 Karya Desain Dunia dari SaloneSatellite Permanent Collection Dipamerkan di Indonesia
-
Ribuan Orang di Dunia Jadi Korban Phishing Kratos, Pengelola Dibekuk di Pontianak
-
Usia 35 Tahun Sudah Punya 5 SPBU, Herman Deru Ungkap Kebiasaan yang Mengubah Hidupnya
-
Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar
-
Napi Kasus Narkoba Pekanbaru Kabur saat Berobat, Petugas Pengawal ke Mana?
-
Hinca Panjaitan Sebut Perkara Kredit Tak Layak Diproses sebagai Korupsi
-
Mahfud MD Bantah Kejagung soal Febrie: Tak Pernah Ada Pelimpahan Kasus Asabri dari Polisi