Suara.com - Di tengah krisis dan ketidakpastian global, realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga bulan Agustus 2022 tetap mencatatkan tren positif. Kondisi ini terjadi berkat tumbuhnya nilai konsumsi masyarakat, investasi, dan kinerja ekspor di Indonesia. Mendorong hal tersebut, Bea Cukai terus berupaya memberikan kepastian pelayanan dan fasilitas, salah satunya melalui Joint Validation terkait Sub-Working Group on ASEAN AEO Mutual Recognition Arrangement (AAMRA) bersama negara-negara ASEAN (AMS).
Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 227/PMK.04/2014, Authorized Economic Operator (AEO) adalah operator ekonomi yang terlibat dalam pergerakan barang secara internasional yang mendapat pengakuan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, sehingga mendapatkan perlakuan kepabeanan tertentu. Operator ekonomi antara lain adalah importir, eksportir, PPJK, pengangkut, pengusaha tempat penimbunan, dan konsolidator.
Sedangkan AAMRA dapat dijelaskan sebagai sebuah kesepakatan antar Organisasi Kepabeanan se-ASEAN dalam memfasilitasi perdagangan, mengamankan rantai pasokan barang, serta mendorong pertumbuhan ekonomi. Kesepakatan ini diatur oleh komite yang selanjutnya disebut dengan Sub-Working Group on ASEAN AEO Mutual Recognition Arrangement (SWG AAMRA) yang terbentuk pada tahun 2019 di Laos.
Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai, Hatta Wardhana mengatakan dengan adanya kesepakatan ini diharapkan dapat mendorong penerapan AEO di seluruh wilayah ASEAN, menurutnya selain bermanfaat dalam memperkuat sinergi dan tugas antar Organisasi Kepabeanan AMS, kesepakatan ini juga dapat meningkatkan kesadaran pelaku bisnis dan komunitas perdagangan untuk mempromosikan AEO sehingga tercipta lingkungan perdagangan yang kondusif.
“Dengan status AEO, perusahaan dapat menjadi trusted partner pemerintah, reputasi perusahaan akan meningkat, dan mendapatkan manfaat perdagangan internasional. Sementara bagi Bea Cukai, hal ini dapat meningkatkan efektivitas pengawasan, pelayanan, dan efisiensi alokasi sumber daya,” ungkap Hatta.
Kegiatan joint validation ditetapkan oleh komite untuk dilaksanakan secara hybrid pada 5-6 Juli 2022 di Indonesia. Kegiatan dilanjutkan dengan rangkaian joint validation visit yang ditandai dengan rangkaian kunjungan ke PT Suzuki Indomobil Motor (PT SIM) dan Kantor Pusat Bea Cukai, Kegiatan ini turut dihadiri oleh perwakilan komite SWG AAMRA dari Brunei Darussalam, Malaysia, Singapura, dan Vietnam.
“Tidak hanya mengunjungi perusahaan, tetapi juga mendengar dan berdiskusi terkait proses validasi pemenuhan kriteria program AEO oleh Bea Cukai. Tujuannya untuk menentukan kompatibilitas dengan program AEO AMS,” ujar Hatta.
Hasilnya, perwakilan komite SWG AAMRA mengakui bahwa Bea Cukai telah menjalankan proses penetapan program AEO pada perusahaan yang ditunjuk secara konsisten dan sesuai dengan World Customs Organization (WCO) Framework of Standards to Secure and Facilitate Global Trade (SAFE FoS), atau standar WCO terkait prinsip keamanan dan fasilitas pada rantai pasokan global.
Momentum kegiatan joint validation ini menjadi hal yang krusial di tengah upaya keberlanjutan pemulihan ekonomi nasional. Selain manfaat bagi operator ekonomi dan Bea Cukai, implementasi AEO juga dapat berdampak baik pada iklim perdagangan. “Dengan AEO, Indonesia dapat diakui sebagai trust worthy country dalam perdagangan internasional, karena telah menerapkan safety and security dalam logistic supply chain yang tentu dapat berdampak positif bagi perekonomian nasional,” ujar Hatta.
Baca Juga: Jadwal Siaran Langsung PSM Makassar vs Kuala Lumpur City FC di Final Piala AFC 2022 Zona ASEAN
Berkat capaian ini, pemerintah melalui Bea Cukai menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pelaku usaha dan masyarakat atas kontribusi dan kolaborasi yang telah diberikan dalam implementasi AEO, sehingga dapat berdampak baik dengan terciptanya lingkungan perdagangan yang kondusif di Indonesia. Semoga momen ini menjadi salah satu langkah baik Indonesia dalam proses pemulihan ekonomi nasional, dan mendukung Indonesia “Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat”.
Berita Terkait
-
Berminat Jadi Investor di IKN, Jokowi Arahkan Jajarannya Tindak Lanjuti Investasi LG
-
Investor Tambang Batu Bara Jabal Nur Protes Ke Rumah Ustadz Yusuf Mansur, Minta Uang Mereka Dikembalikan
-
Rumah Ustaz Yusuf Mansur Digeruduk Investor, Korban Siap Dilaknat jika Berbohong
-
Didatangi Pengusaha AS-ASEAN, Jokowi Sampaikan Komitmen Indonesia Ciptakan Iklim Investasi yang Lebih Baik
-
Pengusaha AS-ASEAN Ingin Tingkatkan Investasi di RI, Jokowi Tawarkan Kemudahan Perizinan Lewat Omnibus Law
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar
-
3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan
-
Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal
-
Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan
-
Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee
-
KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui
-
BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo
-
Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan
-
Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya
-
PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan