Biasanya tahap pertama dimulai dengan pembuatan sampel produk, perizinan, kemudian baru masuk tahap produksi. Beberapa keuntungan yang bisa didapat dengan menggunakan jasa maklon diantaranya adalah, mempermudah proses perizinan, tersedia tempat produksi dan SDM, modal minim, keuntungan lebih mudah dihitung, dan dapat fokus terhadap pemasaran.
Maklon disebut memudahkan para pemilik usaha dalam membangun bisnis mereka. Salah satu penyedia jasa maklon adalah PT. Genta Niaga Wijaya (GNW), yang bergerak di bidang produk herbal dan kosmetik.
"GNW hadir untuk memfasilitasi pebisnis yang ingin memiliki brand sendiri terutama dibidang produk herbal dan juga kecantikan," kata Heri Susanto, Direktur PT. Genta Niaga Wijaya.
"Dengan adanya maklon pelaku usaha tinggal fokus saja ke distribusi dan marketing produk, urusan pengembangan produk serahkan saja ke GNW," sambungnya.
PT. Genta Niaga Wijaya telah dipercaya oleh puluhan pemasar dari seluruh indonesia untuk memproduksi produk mereka.
Selain itu, GNW berkomitmen untuk saling tumbuh dan berkembang bersama para mitra, dimana para mitra akan menerima pelayanan terbaik seperti desain produk hingga pelayanan konten media sosial.
"GNW telah bermitra dengan puluhan mitra yang telah berhasil membangun dan membesarkan brand produknya sendiri." tutupnya.
Maklon sendiri merupakan istilah yang diambil dari Bahasa Belanda, yaitu makloon, yang berarti manufacturing fee.
Berita Terkait
-
Konsumen Optimis Kondisi Ekonomi Indonesia Makin Membaik
-
Ahli dari IPB: Pelabelan Galon BPA Demi Keselamatan Konsumen
-
Kementerian Perdagangan Dorong Penguatan Perlindungan Konsumen
-
Kiat Pelaku UKM Raih Kepercayaan Konsumen: Coba Dulu Produknya Sebelum Dipasarkan
-
Harga-harga Naik, Inflasi Hingga Akhir Tahun Diperkirakan Bisa Lebihi Target Pemerintah
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran
-
Doa Shin Tae-yong: Semoga Ada Solusi Terbaik buat Jakmania dan Manajemen Persija
-
Persib Bandung Wajib Waspada! Teja Paku Alam Ungkap Ancaman Serangan Balik Manila Digger
-
Bisikan Sang Ayah Bikin Agil Bangkit, Mahasiswa UT Ini Raih Podium Campus League
-
Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa
-
Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara
-
Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU
-
Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum
-
Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok
-
Geger Skandal Sekpri vs Wabup Sumedang: Rumah Dinas Jadi Sorotan, Pemprov Turun Tangan