Suara.com - Setelah mengalami vakum akibat pandemi Covid-19, pameran makanan dan minuman The Global Food Marketplace atau Salon International de L'alimentation atau SIAL Interfood digelar. Kara Indonesia turut ikut serta dalam acara berskala internasional, yang digelar 9-12 November 2022, di Jakarta International Expo Kemayoran, Jakarta Pusat.
Pameran SIAL Interfood 2022 kali ini terasa istimewa, karena kembali dilaksanakan setelah hampir 3 tiga tahun tidak diselenggarakan. Acara ini juga merupakan menjadi barometer untuk mendorong bangkitnya industri kuliner dan horeka di Indonesia.
SIAL Interfood 2022 menampilkan berbagai jenis produk unggulan, mulai dari makanan, minuman hingga peralatan dan aksesoris kuliner. Perusahaan dari berbagai negara turut serta, termasuk Kara Indonesia. Sebanyak 27 negara ikut berpartisipasi menampilkan produk mereka di acara ini.
SIAL Interfood merupakan pameran yang tepat untuk mempromosikan makanan dan minuman Indonesia yang berpotensi dikenal hingga pasar mancanegara. Selain itu, para pelaku usaha di pameran ini dapat memperluas jaringan serta meningkatkan bisnis hingga go internasional.
Menurut Direktur Utama PT Kara Santan Pertama (KSP), Martin Jimi, alasan Kara mengikuti gelaran ini adalah untuk semakin mendekatkan diri kepada potensial bisnis partner, baik B2B (business to business) maupun B2C (business to customer).
“Melalui pameran ini, KARA dapat memperkenalkan product range kepada pelanggan sehingga produk kelapa dapat teredukasi dengan baik,” tambahnya.
Peserta SIAL Interfood 2022 didominasi oleh industri lokal sekitar 82%. Selain bertujuan memajukan industri makanan dan minuman lokal, pameran ini merupakan bentuk realisasi program pemerintah Indonesia memperkenalkan bahan baku asal Indonesia.
Kara Indonesia menghadirkan produk kelapanya, seperti Kara Santan dan Kara Nata de coco di booth SIAL Interfood 2022. Tak hanya itu, Kara Coconut Cooking Oil dan Kara Coco juga bisa didapatkan selama pameran berlangsung.
“Semua produk olahan kelapa merek KARA hadir di pameran SIAL Interfood 2022,” ujar Martin Jimi.
Baca Juga: 9 Bisnis Kuliner Vlogger Indonesia, Ada yang Sukses Buka Cabang di Berbagai Kota!
Ia berharap, melalui pameran ini, Kara dapat menggaet customer dari sisi B2B atau industri.
“Kami berharap, perkembangan bisnis customer B2B/industri dapat diarahkan untuk memilih produk Kara. Kara juga akan menawarkan solusi bagi pelanggan dalam pengembangan produk-produk mereka,” ungkap Martin.
Keikutsertaan di SIAL Interfood 2022 ini menjadi momentum keberlanjutan Kara di pameran-pameran berikutnya. Hal ini merupakan bagian dari strategi memperkenalkan produk kelapa KARA Indonesia dan menciptakan peluang pasar yang lebih besar.
Berita Terkait
-
Biar Penjualan Moncer, Bisnis Kuliner Perlu Terapkan Strategi Digital
-
Bisnis Kuliner Ayu Dewi Direview Nagita Slavina, Regi Datau Beri Dukungan Romantis untuk Istri
-
Teknologi Digital Permudah Ekspansi Bisnis Kuliner Legendaris di Pasar Nusantara Sarinah
-
Sukses Jadi Konten Kreator Kuliner, Erwin Putra Kini Rintis Bisnis Kue Kekinian
-
Teknologi Tepat Guna harus Dapat Tingkatkan Nilai Tambah Produk Unggulan Desa
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan