Suara.com - Hampir 100% pemilik persewaan properti hunian jangka pendek di dunia, di mana hampir 4%-nya berasal dari Indonesia, menginginkan para penyedia platform (seperti Booking.com, Airbnb, Vrbo, Expedia dan platform sejenis), untuk menawarkan asuransi pemilik properti.
Sayangnya, 67% dari pemilik properti tidak mendapatkan penawaran asuransi selama proses pendaftaran mereka di platform teknologi properti seperti Booking.com, Airbnb, Vrbo, Expedia, dan platform sejenis lainnya.
Padahal, merunut pada riset global yang berfokus pada konsumen dari Cover Genius bersama dengan Momentive.ai, terungkap pentingnya Embedded Insurance (Asuransi Tertanam), yang dapat memberikan perlindungan bagi para pemilik properti yang digunakan sebagai hunian jangka pendek, yang terdaftar di dalam platform teknologi properti.
Hasil riset tersebut juga mengungkapkan bahwa para pemilik properti sewa jangka pendek menginginkan lebih dari sekedar asuransi yang saat ini portal periklanan properti tawarkan selama masa sewa. Mereka menginginkan adanya asuransi bagi pemilik properti yang memberikan perlindungan sepanjang waktu.
Pada akhirnya, para pemilik properti sering kali membayar lebih untuk asuransi, karena jenis proteksi yang ditawarkan oleh platform teknologi properti seringkali tumpang tindih dengan polis yang sudah mereka miliki sebagai pemilik properti.
Masalah diatas sebenaernya dapat terpecahkan dengan penerapan Embedded Insurance (Asuransi Tertanam), terutama di negara-negara di mana asuransi dari pemilik properti bersifat tidak wajib. Hal ini dikarenakan asuransi yang ditawarkan oleh para pemilik properti bersifat tidak wajib dan adanya kondisi kurangnya pertanggungan yang dibayarkan.
Dengan menggunakan Embedded Insurance (Asuransi Tertanam), sangat mungkin untuk menghilangkan biaya yang tumpang tindih. Dan hal ini akan membantu para pemilik properti untuk menghemat baik untuk polis asuransi ataupun biaya pengiklanan penyewaan properti mereka.
Angus McDonald, CEO dan Co-Founder dari Cover Genius, mengatakan, "Saat ini para konsumen menginginkan pengalaman dari hulu ke hilir yang lebih baik ketika mereka menyewa dan atau membeli sebuah properti. Dengan memanfaatkan Embedded Insurance (Asuransi Tertanam), perusahaan digital dapat menyederhanakan proses asuransi properti yang selama ini terkesan berbelit-belit dengan menyediakan perlindungan digital untuk seluruh siklus properti rumah, mulai dari konstruksi hingga kepemilikan hingga persewaan."
Riset yang dilakukan juga menunjukkan adanya peluang besar bagi bisnis digital untuk memberikan solusi berbasis teknologi yang sangat bermanfaat bagi konsumen, baik para pemilik properti sewa hunian jangka pendek, bank, pemberi pinjaman, atau penyedia platform teknologi properti.
Baca Juga: Kembangkan Garda Mobile Otocare, Asuransi Astra Dapatkan Best Digital Brand Awards 2022
Lebih lanjut, McDonald menjelaskan bahwa dari hasil riset, para konsumen memiliki pengalaman klaim asuransi yang tidak menyenangkan dengan asuransi properti. Hal inilah yang membuat mereka mencari perlindungan dari sumber yang lain.
Jika dilihat dari angka kepuasan konsumen atau Net Promoter Score (NPS), para pemilik properti, penyewa, dan pemilik tanah memberikan angka -3 untuk proses setelah klaim asuransi.
Dari hasil riset juga didapatkan bahwa sebanyak 16% dari konsumen yang baru saja melakukan klaim asuransi sangat terbuka untuk berganti ke sumber lain dibandingkan mereka yang tidak melakukan klaim asuransi.
Dengan angka kepuasan konsumen atau Net Promoter Score (NPS) di level +65, dan sebagai perusahaan asuransi teknologi untuk Embedded Insurance (Asuransi Tertanam), Cover Genius memberikan teknologi yang membantu proses klaim untuk Embedded Insurance (Asuransi Tertanam), yang lebih baik.
Hasil riset ini mengikuti tiga laporan inovatif yang menemukan bahwa konsumen di seluruh dunia lebih memilih jenis perlindungan tertanam (embedded insurance) di ranah lainnya dibanding perusahaan asuransi tradisional dengan alasan kenyamanan. Ranah lainnya antara lain, maskapai penerbangan, agen perjalanan, dan bank (di mana mayoritas konsumen lebih memilih penawaran berdasarkan pemantauan transaksi).
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar
-
3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan
-
Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal
-
Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan
-
Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee
-
KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui
-
BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo
-
Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan
-
Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya
-
PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan