Suara.com - Universitas Prasetiya Mulya mengajak 1.404 lulusan terbaiknya untuk berkontribusi dalam penataan ulang yang mendasar sebagai upaya menjawab tantangan perubahan zaman yang semakin pesat, melalui Wisuda 2022 bertema “Embarking on Fundamental Resetting” yang diselenggarakan secara luring di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Masih sama dengan wisuda tahun sebelumnya, selain predikat Cum Laude, universitas tersebut juga memiliki penghargaan bagi para wisudawan dengan kategori Best Academic in Program, Best of the Best Achievement, Best Learning Contribution, Best of LEAMICA, Best Contributor in Community Development, STEM Graduate Award, dan Best Women in STEM Graduate.
Penghargaan dari berbagai perusahaan pun diperoleh oleh mahasiswanya yang menunjukkan kompetensi mereka seperti yang diberikan oleh Dexa, Pharos, MSIG, Nutrifood, AFTECH, dan BRANDZ BSD.
Melengkapi rangkaian Wisuda 2022, universitas tersebut juga melakukan gerakan menanam bibit mangrove sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan hidup dan keberlangsungan Bumi bekerja sama dengan Carbon Ethics, menanam 1.454 bibit mangrove yang terbagi di Kawasan Mangrove Pulau Harapan, Kepulauan Seribu dan Taman Wisata Alam Mangrove Angke, Kapuk, Jakarta.
Vincentius Christopher Calvin, lulusan School of Applied Science, Technology, Engineering and Mathematics Program S1 Business Mathematics dengan penghargaan Pharos Award for Best Business Mathematics Graduate, Best Academic in Program, dan Best of LEAMICA mengungkapkan pandemi telah menjadi bagian dari masa perkuliahan selama empat tahun dan kondisi penuh tantangan ini memberikan skill untuk mampu beradaptasi dan menyesuaikan diri.
“Kita telah melalui empat tahun yang luar biasa dan penuh pembelajaran, dimana kita berani untuk keluar dari zona nyaman untuk mampu belajar, berproses dan bertumbuh menjadi insan yang kian paripurna. Ketika kita mengalami situasi sulit di masa mendatang, saya harap teman-teman bisa mengingat empat tahun ini, untuk terus berjuang dan mengalahkan masa sulit tersebut,” jelasnya panjang lebar.
Sementara itu, Anisatur Rokhmah, Lulusan School of Business and Economics Program Magister Manajemen in Applied Business Analytics yang berhasil mendapatkan predikat Best Academic Achievement in Program dan Best of the Best Academic Achievement menuturkan, iklim belajar di kampusnya membantu setiap mahasiswa untuk lebih memahami teori melalui pengaplikasian dalam praktik dan proyek.
“Diskusi bersama faculty member dan rekan kelas punya peran penting selama menjalani perkuliahan di universitas ini. Setiap mahasiswa dilatih untuk bertukar pikiran, bahkan tentang kondisi atau permasalahan dalam industri atau profesi yang sedang dijalani,” terangnya.
Sepanjang 2022, berbagai prestasi tingkat nasional maupun internasional berhasil diraih oleh mahasiswa antara lain, Top 6 Finalist (Representing Indonesia) dalam APECS Private Equity Case Competition 2022, Juara 1 The 21st Indonesia Capital Market Student Studies, Juara 1 P&G CEO Challenge 2022, Juara 2 CFA Institute Research Challenge 2022 dan masih banyak lagi.
Baca Juga: Selain Kebaya, Ini 3 Persiapan Menjelang Wisuda yang Harus Kamu Lakukan
“Saya ucapkan selamat jalan untuk para lulusan. Saya berharap, dimanapun engkau berada, jadilah warga yang baik, dalam kehidupan profesi maupun bermasyarakat, menjunjung nilai-nilai dasar kemanusiaan, kaidah-kaidah profesi dan pancasila sehingga bisa mampu memberikan kontribusi dan pelayanan terbaik bagi kemajuan manusia,” ucap Prof. Dr. Djisman S. Simandjuntak, Rektor Universitas Prasetiya Mulya berharap..
Di kesempatan yang sama Edwin Soeryadjaya, Wakil Ketua Yayasan Prasetiya Mulya mengungkapkan apresiasi dan rasa syukur atas keberhasilan wisudawan dalam menyelesaikan pembelajaran hybrid sebagai langkah adaptif akan perubahan mendasar yang terjadi karena pandemi Covid-19.
“Kemauan dan kesiapan menghadapi pergolakan fundamental menjadi faktor penentu bagaimana umat manusia mampu bertahan hidup mengikuti perkembangan maupun menjawab tantangan perubahan zaman yang semakin pesat,” jelasnya.
Dr. Alexius Darmadi K, Direktur Utama PT Sumi Asih yang berkesempatan menyampaikan pidato ilmiahnya pada wisuda tahun ini menjelaskan bahwa peluang bisnis muncul karena adanya demand.
“Manusia diberkati sumber daya alam yang bisa menjadi supply guna memenuhi kebutuhan pasar, ditopang dengan ilmu dari para pendahulu sehingga mampu menciptakan sebuah inovasi bisnis. Namun, bisnis dan demand terus berkembang sehingga dibutuhkan inovasi lain, yakni bisnis sirkuler,” jelasnya.
Dr. Alexius memberi contoh pada 2021, Indonesia menghasilkan 65 juta ton sampah dan lebih dari 50% adalah sampah bersifat organik.
Inovasi bisnis sirkular mengkonversi sampah menjadi sebuah sumber daya baru yang bernilai sehingga memberikan solusi baru bagi perkembangan bisnis.
Inovasi ini pun mampu menyelesaikan berbagai masalah mendasar seperti lingkungan, bahkan pasokan protein dengan harga terjangkau yang bisa berkontribusi pada penurunan angka stunting, termasuk membuka lapangan pekerjaan bagi banyak orang.
“Hasil dari efek domino ini tentu membutuhkan jangka panjang, untuk itu estafet ini kami serahkan kepada para wisudawan untuk terus melanjutkan inovasi bisnis ke depannya,” imbuhnya.
Berita Terkait
-
Pria Ini Lamar Kekasih Saat Wisuda, Aksinya Tuai Pro Kontra
-
8 Momen Wisuda Nadin Amizah, Bangga Jadi Sarjana Ilmu Komunikasi
-
Serpihan Cerita Pejuang Toga, Dramatisasi dan Kenangan
-
Mahasiswi di Malang Ini Datang Wisuda Bawa Truk ke Kampus
-
Jangan Salah Pilih! Ini 6 Ide Kado Wisuda untuk Orang yang Kamu Sayang
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik
-
100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri
-
Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping
-
Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda
-
Tak Berdiri Sendiri, Pengamat Unas Endus Ada Sosok Berpengaruh di Kasus Eks Jampidsus
-
Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?
-
Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026
-
Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement