Suara.com - Zaman sekarang, kebutuhan berbelanja via online sudah menjadi gaya hidup bagi kebanyakan orang remaja, dewasa, hingga orang tua. Kini mereka dengan mudah menemukan barang yang diinginkan melalui aplikasi e-commerce, mulai dari baju, sepatu, alat rumah tangga, dan masih banyak lagi.
Namun belanja via online terkadang memiliki risikonya, yaitu barang tidak sesuai hingga ditipu oleh penjual barang. Lalu bagaimana cara agar kita tidak tertipu saat belanja barang via online?
Ada beberapa hal yang perlu kita ketahui dalam berbelanja online sebuah barang. Pemilik salah satu butik yang menjual barang branded yang bermerk seperti Hermes, Dior, Chanel, Louis Vuitton, Balenciaga, dan Gucci, Angela dengan butiknya, Hermesien Closet membagikan tips berbelanja online yang aman agar tidak tertipu.
Pertama, cek reputasi toko online. Sebelum kita membeli, ada baiknya kita sudah tahu dan riset tentang reputasi toko online yang ingin kita beli barangnya. Hal-hal yang perlu dicek antara lain, apakah sudah official store atau sudah mendapat verifikasi dari sebuah e-commerce agar kita dapat percaya bahwa toko ini memang resmi.
Kita juga bisa cek review ataupun komentar-komentar yang diberikan para pembeli yang telah berbelanja di toko tersebut.
“Coba cek, apakah toko online tersebut kedengarannya banyak kasus atau enggak, kalau bisa toko yang punya offline store lebih baik,” tutur Angela dari Hermesien Closet.
Dengan adanya toko offline, pembeli bisa melihat langsung fisik dari barangnya dan bisa yakin jika barang yang dilihat merupakan barang yang dicari. Hermesien Closet sendiri menjual tas dan aksesoris branded ini yang telah memiliki store offline di Mall Artha Gading GF A2-29 & 30, Jakarta.
Kedua, kenali bentuk fisik barang. Ada perbedaan antara barang branded yang original dan yang palsu. Misalnya dari bentuk. Barang original memiliki bentuk atau shape yang bagus, tidak ada yang aneh seperti jahitan yang kurang rapi hingga bentuknya yang miring.
“Kalau dapat toko yang punya barang seperti itu, boleh lihat-lihat dulu saja, atau bisa cek ke toko yang lain,” tambah Angela.
Baca Juga: 7 Tips Belanja Online Aman Jelang Akhir Tahun
Ketiga, cermati harga. Jangan tergiur dengan barang yang terlalu murah dari harga toko asli. Barang branded tentunya memiliki harga yang sesuai dengan kualitasnya. Jika harganya setengah dari harga toko, maka bisa dibilang masih wajar.
“Setengah atau tiga perempat dari harga toko itu masih wajar, tapi jika sudah satu perempat bedanya harga dari toko, itu patut dipertanyakan. Harganya sudah terlalu jauh dari harga pasar,” kata Angela lagi.
Keempat, cek kode pada barang. Ada beberapa merk yang mempunyai kode yang bisa jadi patokan barang asli atau tiruan. Selain melihat kode, disarankan pula untuk mengecek langsung ke website resmi dari brand tersebut. Lihat apakah rentang harganya sama dengan apa yang kita lihat di website resmi dan toko online barang preloved.
Perjalanan Angela dengan butiknya Hermesien Closet sudah melalui jalan yang panjang. Berawal dari melihat referensi orang yang berjualan baju di Facebook, Angela yang dulunya berkuliah jurusan kedokteran ini membuka toko onlinenya dengan nama Authentic Branded Bags pada 2010.
Beberapa tahun selanjutnya, muncullah nama Hermesien Closet.
Pada 2010 - 2022, Hermesien Closet sudah menjual dan menjadi pionir beli putus brand Hermes, Dior, Chanel, Louis Vuitton, Balenciaga, Gucci, dan yang lainnya. Dari yang awalnya hanya berjualan di Facebook, Angela membuka toko offline dan saat ini pembeli sudah bisa bertransaksi di Instagram, website dan aplikasi.
Berita Terkait
-
Ogah Beri Bantuan Uang, Ivan Gunawan Juga Tak Mau Beli Tas Branded Jessica Iskandar
-
Ada Teman Beli Tas Branded tapi Bekas? Jangan Sembarangan Komentar Begini
-
Mawar AFI Tertipu Beli Tas Branded Belasan Juta, Begini Ancaman Buat Si Pelaku
-
Ditipu Beli Tas Branded, Melody eks JKT48 Rugi Ratusan Juta Rupiah
-
Kartika Putri Batasi Beli Tas Branded, Alasannya di Luar Dugaan
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Kontak Tembak dengan OPM Saat HUT ke-81 RI, 1 Prajurit TNI Gugur-2 Terluka
-
Usai Kericuhan Penurunan Merah Putih, Kapolri Pastikan Aceh Terkendali
-
Sudah Seperti Bestie, Istana Ungkap Rahasia di Balik Posisi Duduk Jokowi-Prabowo-Gibran
-
7 Cara Mencuci Sepatu Canvas di Rumah agar Bersih dan Tidak Cepat Rusak
-
HUT ke-81 RI: BRI Perluas Akses Keuangan Hingga Pelosok dan Mancanegara
-
Lama Tak Terdengar Kabarnya, Pemain Keturunan Indonesia Ini Bakal Susul Ole Romeny?
-
Hasto Ungkap Alasan Megawati Pilih Upacara di Sekolah Partai Ketimbang Istana
-
Ironi di Negeri Tropis: Buah Melimpah, Harga Tak Ramah
-
Danantara dan BRI Tegaskan Peran Strategis Bangun Ekonomi Indonesia
-
Toyota Siapkan Transmisi Mobil Pengganti Manual