- Toyota mengembangkan paten sistem transmisi otomatis kontrol manual untuk menghadirkan sensasi berkendara mirip mobil manual.
- Dokumen paten teknologi terbaru ini terungkap pada pertengahan tahun 2026 dan dirancang oleh pabrikan asal Jepang.
- Inovasi ini memungkinkan mobil menyimpan permintaan perpindahan gigi ekstrem untuk dieksekusi segera demi menjaga keamanan mesin.
Suara.com - Toyota kembali membuat gebrakan dengan paten baru. Pabrikan asal Jepang ini sedang menyiapkan sistem transmisi otomatis dengan kontrol manual yang lebih canggih.
Menurut yang ditemukan oleh CarBuzz, teknologi ini dirancang untuk menghadirkan sensasi berkendara mirip mobil manual, namun tetap menjaga keamanan mesin.
Inovasi ini dikembangkan langsung oleh Toyota sebagai bagian dari strategi mereka untuk menarik perhatian para penggemar mobil.
Selama ini Toyota dikenal sebagai merek yang fokus pada kenyamanan dan keandalan, tetapi kini mereka ingin lebih dekat dengan kalangan enthusiast yang merindukan pengalaman berkendara manual.
Paten ini baru saja terungkap pada pertengahan 2026. Meski belum ada kepastian kapan teknologi ini akan masuk ke tahap produksi massal, langkah Toyota menunjukkan arah baru dalam pengembangan transmisi yang lebih interaktif.
Teknologi ini akan relevan di pasar global, termasuk Indonesia, di mana mobil manual masih punya basis pengguna yang besar.
Jika benar diproduksi, sistem transmisi baru ini bisa menjadi alternatif bagi konsumen yang ingin sensasi manual tanpa harus mengorbankan kenyamanan transmisi otomatis.
Sistem transmisi otomatis dengan paddle shifter sebenarnya sudah lama ada. Namun, kelemahannya adalah mobil sering menolak permintaan pengemudi jika dianggap berbahaya bagi mesin.
Toyota ingin mengubah itu. Paten baru mereka memungkinkan mobil mengingat permintaan perpindahan gigi dan mengeksekusinya segera setelah kondisi memungkinkan.
Misalnya, saat pengemudi meminta downshift di RPM tinggi, mobil akan menunggu sejenak hingga putaran mesin turun, lalu langsung mengeksekusi.
Selain itu, sistem ini bisa menyesuaikan batas RPM saat downshift. Jika pengemudi sedang melakukan pengereman keras, mobil bisa mengizinkan perpindahan gigi di RPM lebih tinggi, bahkan sedikit di atas redline, karena tahu putaran mesin akan segera turun.
Teknologi ini juga memberi opsi untuk menghentikan upshift otomatis, sehingga pengemudi bisa mempertahankan gigi sesuai kebutuhan.
Toyota merancang sistem ini agar lebih responsif terhadap input pengemudi. Alih-alih mengabaikan permintaan yang dianggap “mustahil”, mobil akan menyimpannya dan mengeksekusi secepat mungkin.
Teknologi ini juga memberi kontrol lebih besar kepada pengemudi, termasuk opsi manual untuk menunda upshift.
Dengan begitu, pengalaman berkendara jadi lebih mirip mobil manual, tetapi tetap aman bagi mesin.